Pacarku Presdir

Pacarku Presdir
Pacarku Presdir-Ekstra Part One (Istri Bar-bar)


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Aluna mengeliat dibalik selimut tebalnya. Badannya serasa remuk redam, akibat pergulatan panas mereka dimalam pertama. Pengalaman pertama yang membuat Aluna terbang melayang.


"Hoammmmmm".


Wanita itu membuka mata nya perlahan. Dia terkejut bukan main saat melihat wajah Alvaro tepat berada didepannya.


"Aaaaaaaaaaaaaaa".


Brakkkkkkkkkkkkkkkkkkkk


Brukkkkkkkkkkkkkkkkkkkk


Tanpa sadar wanita itu menendang suaminya. Hingga Alvaro yang masih terlelap jatuh dari ranjang.


"Awwwwwwww". Rintih Alvaro memegang pinggangnya.


"Aaaaaaaaaaaaaaa".


Aluna menutup mulutnya saat melihat Alvaro telanjang tanpa sehelai benang pun yang melekat ditubuhnya.


Aluna menyimak selimut nya. Wanita itu membelalakkan matanya saat dia pun tak memakai apapun. Pantas saja dingin ternyata dia tidak memakai baju.


Alvaro meringgis sambil memegang pinggang nya yang terasa patah. Astaga, kenapa Aluna tega menendangnya?


"Kamu tega sekali sayang". Protes Alvaro "Gak ada kasihan sama sekali sama suaminya". Gerutu pria itu duduk dibibir ranjang


Aluna malah menutup matanya dengan kedua tangannya. Dia tidak berani melihat asset berharga suaminya itu.


"Kak kenapa Kakak gak pakai baju? Kenapa aku juga gak pakai baju?". Tanya Aluna polos. Sumpah demi apapun dia lupa kalau dia sudah menikah, akibat malam pertamanya.


Alvaro duduk dengan wajah kesalnya. Istrinya ini benar-benar luar biasa sekali.


"Kak". Alvaro masih merajuk.


"Jangan bilang kalau kamu lupa malam pertama kita samakan?". Alvaro memincingkan matanya kesal.


"Heheh maafkan aku suamiku. Aku lupa kalau udah nikah. Kebiasaan tidur sendiri, pas bangun kaget tiba-tiba liat Kakak ada didepan mukaku". Aluna cenggesan sambil mengaruk tengguknya.


"Udahlah. Kamu ini, durhaka amat sama suami. Aku lagi enak-enak nya tidur malah ditendang". Gerutu Alvaro.


Aluna hanya menampilkan rentetan gigi putihnya. Wanita itu menutup seluruh tubuhnya dengan selimut. Ahhh Aluna malu sekali, walaupun Alvaro suaminya dia tetap malu.


"Kakak pakai celana dong". Aluna memalingkan wajah merahnya.


"Kenapa kamu malu?". Alvaro tersenyum jahil "Gak usah malu kamu kan udah liat semuanya". Goda Alvaro.


"Kakak". Desah Aluna tanpa melihat suaminya


"Iya.. Iya".

__ADS_1


Alvaro memasang kembali celana nya. Dia menggeleng gemes melihat istrinya yang melihat kearah lain. Gemes sekali. Imut dan juga menggemaskan.


"Ayo aku bawa ke kamar mandi".


"Gak usah Kak, aku bisa jalan sendiri. Aww". Aluna merintih saat merasakan area sensitif nya begitu perih.


"Sakit ya sayang?". Alvaro berjongkok menatap wajah istrinya yang kesakitan "Maafin aku yaaa. Awal-awal emang sakit tapi kalau udah biasa gak kok". Ucap Alvaro kasihan melihat istrinya yang kesakitan.


"Ayo aku gendong".


"Tapi Kak_".


Aluna tak sempat protes saat suaminya sudah menggendongnya. Rasanya Aluna ingin menenggelamkan wajahnya kedalam sumur saking malunya.


"Kak aku malu".


"Gak usah malu sayang. Aku udah liat semuanya". Ucap Alvaro.


Alvaro menyingkirkan selimut istrinya. Jadilah terlihat seluruh tubuh Aluna. Kembali lagi Alvaro menelan salivanya kasar. Tapi dia tidak bisa menyerang istrinya. Aluna sejak kesakitan dan Alvaro tak mau egois hanya mementingkan nafsunya semata.


"Kak harusnya aku yang layani Kakak bukan sebaliknya". Protes Aluna. Dia masih malu karena Alvaro melihat seluruh tubuhnya.


"Seorang suami juga bisa melayani istrinya sayang. Kita sama-sama saling melayani dan melengkapi".


Aluna berkaca-kaca "Jadi makin cinta sama suamiku ini". Godanya.


"Kamu ini...".


Cup cup cup cup cup cup


Setelah memandikan istrinya. Alvaro juga ikutan mandi, Aluna menatap suaminya dengan senyum bangga. Senang juga bahagia. Masih tak menyangka jika pria yang dia juluki Supir Taksi Online itu sekarang sudah menjadi suami sah nya.


Setelah keduanya mandi, Alvaro menggendong istrinya ala bridal style. Dia hanya membungkus tubuh Aluna dengan handuk.


"Tunggu bentar ya sayang. Sonny lagi otw ke sini bawa baju kamu". Alvaro mendudukan istri nya dibibir ranjang "Kamu tunggu bentar ya aku ganti baju dulu". Tak lupa kecupan singkat dia berikan pada istrinya.


"Iya Kak". Senyum Aluna.


Alvaro menuju walk on closet untuk berganti baju. Sementara Aluna menggoyang-goyangkan kakinya seperti anak kecil. Apalagi kaki nya menggantung dibibirnya ranjangnya.


Alvaro selesai berpakaian. Tidak lama kemudian Sonny mengetuk pintu dan membawakan baju ganti untuk Aluna. Gara-gara Jane dan Kanti yang hanya menyediakan baju lingerie untuk Aluna, hal itu membuat Alvaro kesal bukan main.


.


.


.


.


Dimeja makan tampak semua keluarga sudah menunggu. Keluarga besar Aluna menginap satu malam di kediaman Zein. Semua tampak bahagia dan akur.

__ADS_1


Kanti, Lia, Alya dan Jane tampak sibuk menata makanan dibantu oleh para pelayan. Sementara para pria hanya menatap mereka sambil tersenyum dan sesekali di selingi obrolan hangat.


Ada Robert dan Maria juga disana. Setelah sarapan nanti mereka akan kembali terbang ke Inggris


"Pagi semua".


Hingga lamunan mereka terbuyarkan saat mendengar sapaan dari pengantin baru yang mereka tunggu dari sini.


Tampak Alvaro yang menggenggam tangan Aluna dengan erat dan posessif. Apalagi ada Rayyan disana semakin membuat jiwa cemburu pria itu berkobar-kobar.


"Pagi".


"Pengantin baru, dunia serasa milik berdua. Yang lain ngontrak, ngekost ada juga yang cuma numpang". Sindir Alya dengan bibir menggerecut.


"Cie Alya, pengen juga yaa. Pasti gak sabar di halalin sama Kak Ray kan?". Goda Aluna


Wajah Alya merona mendengar godaan dari Kakak iparnya itu. Sementara Rayyan memasang wajah datar. Dia dipaksa Alya untuk menginap di Mansionnya ini. Padahal dalam hati dia sudah ingin pergi karena tak sanggup melihat kemesraan Alvaro dan Aluna.


Mereka makan. Semua mata menatap Aluna dengan heran. Apalagi tanda merah dileher Aluna. Wanita itu tidak sadar. Sementara Alvaro sengaja, dia ingin Rayyan melihat tanda itu dan berharap Rayyan tidak akan melirik istrinya lagi.


"Kenapa sakit sekali yaa melihat tanda merah itu?". Batin Rayyan sambil menunduk


"Lun". Bisik Kanti.


"Kenapa Bunda?". Tanya Aluna melirik kearah Kanti.


"Leher kamu ditutup". Ketus Kanti "Kamu tuh sengaja biar orang tahu kalau kalian udah malam pertama?". Sindir Kanti memperbaiki baju putrinya.


Aluna tak mengerti. Dia belum sempat menatap dirinya dicermin. Sementara Alvaro tersenyum tanpa dosa. Sama sekali dia tidak malu.


"Mau kemana sayang?". Mereka semua heran melihat Aluna berdiri.


"Mau ke kamar bentar". Sahut Aluna berjalan menjauhi meja makan.


"Tunggu". Alvaro langsung berdiri dan menghampiri istrinya.


"Ayo aku temani". Tangannya mengenggam tangan Aluna.


Yang lain hanya menggeleng saja dan memaklumi pengantin baru itu.


.


.


.


Hai hai guysss.


Sesuai janji author buat kasih ekstra Partnya buat kalian.....


Jangan lupa dukungannya yaa.

__ADS_1


Pasti ada yang bingung kenapa novel author itu dikit adengan dewasanya?


Jadi karena author penulis pemula belum dibolehin buat adengan dewasanya kalau pun dibuat bakal di dellete sama platform nya...


__ADS_2