Pacarku Presdir

Pacarku Presdir
Pacarku Presdir-74


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


"Sekarang cerita sama gue loe kenapa?". Ucap Aluna setelah menghabiskan makanan nya.


"Kan tadi gue udah bilang, gue dijodohin sama Bokap gue". Desah Mira pelan sambil menghembuskan nafasnya berat.


"Loe udah kenal cowok yang mau dijodohin sama loe?". Tanya Aluna.


Mira mengangguk "Gue udah pernah ketemu dia kemarin. Dia diajak ke Apartement gue".


"Ada nomor hp nya gak?". Aluna menadahkan tangannya


"Buat apa?". Tanya Mira heran.


"Gak usah banyak tanya kasih aja ke gue". Ketus Aluna.


"Lun, loe jangan buat onar lagi. Loe tahu kan Bokap gue sama Bokap Bang Bayu tuhh beda". Ujar Mira memperingati.


"Kagak usah banya protes. Serahin sama Aluna. Kecuali kalau loe mau nikah sama dia". Aluna merebut ponsel Mira "Gue mau ngajak dia lomba makan cabe". Aluna mengembalikan ponsel Mira setelah selesai menyalin nonor yang dia inginkan.


"Awas loe macam-macam gue kagak tanggung jawab". Ucap Mira


"Yang suruh loe tanggung jawab siapa? Emang gue hamil?". Ucap Aluna asal.


Mira menahan nafasnya yang memburu. Bisa-bisa naik darah lagi dia gara-gara Aluna.


"Loe bawa mobil?". Tanya Aluna meletakkan ponselnya.


"Bawa. Kenapa?". Mira memincingkan matanya curiga. Jangan sampai Aluna buat ulah lagi "Jangan aneh-aneh Lun". Ujar Mira.


"Loe suhuzon banget sih sama gue". Gerutu Aluna "Ntar balik kerja gue nebeng". Aluna menyesap minumannya.


"Tunangan loe?".


"Lagi gue gadein buat modal nikah". Ketus Aluna meletakkan gelasnya "Ayo".


.


.


.


.

__ADS_1


"Sayang keruanganku sebentar".


Aluna mematikan intercomnya setelah menerima telpon dari tunangan nya itu. Kan dia jadi baper lagi.


Dengan senyum mengembang dan wajah sumringah bahagia. Gadis itu melangkah dari mejanya.


Mereka yang melihat hanya geleng-geleng kepala saja. Tidak pernah mereka melihat Aluna sedih. Entah tahu sedih atau tidak gadis itu? Dia selalu menularkan senyum kepada siapa saja.


Dan satu kantor belum tahu jika sebentar lagi Alvaro dan Aluna akan menikah. Pasti heboh jika ada yang tahu. Pasalnya sejak Alvaro menjabat jadi Presdir. Keduanya selalu adu argumen karena beda pendapat. Dan kalian tebak siapa yang menang, tentu saja Aluna. Alvaro, pria itu hanya bisa mengeram kesal sambil malu karena Presdir dikalahkan oleh staff nya sendiri.


Hanya Andre, Mira dan Yura serta Sonny yang tahu hubungan kedua anak manusia yang tengah kasmaran itu. Tapi mereka tidak berani buka mulut, sebab ancaman Aluna bukan main-main. Bukan lagi memecat. Bukan potong gaji. Tapi dia akan mengeluarkan usus siapa saja yang berani mempublikasikan hubungan nya. Sungguh ancaman Aluna mampu membuat keempat orang itu bungkam. Padahal Aluna asal bicara, mana berani dia mengeluarkan usus orang melihat darah saja dia takut.


"Siang Pak Sonny". Aluna sudah menampilkan senyum paling manis didepan Sonny.


"Pagi Ibu Aluna". Balas Sonny juga "Apa Ibu ingin ketemu Tuan?".


"Iya Pak Son". Sahut Aluna.


"Silahkan masuk Bu. Udah ditunggu Tuan didalam". Ujar Sonny sambil memberi hormat pada Aluna.


Aluna masuk. Senyumnya mengembang saat melihat sang kekasih tengah menatap keluar jendela ruangannya.


Alvaro berbalik ketika mendengar pintu terbuka. Dia langsung menghampiri gadis itu dan memeluknya dengan erat.


"Gak pengen peluk aja. Jangan lepasin dulu, aku kangen". Alvaro benar-benar bucin parah pada Aluna.


Aluna terkekeh geli. Pacar yang pernah dia sewa ini benar-benar mencintainya dengan tulus. Ahhh Aluna jadi pengen loncat dehh, maksudnya lompat-lompat.


Aluna melepaskan pelukkan Alvaro. Dia menatap wajah tampan pria yang sebentar lagi akan jadi suaminya ini.


"Ada apa manggil aku kesini?". Aluna bergelut manja dilengan Alvaro sambil memeluk lengan pria tampan itu.


"Aku mau ngajak kamu Prewed ke Inggris. Sekalian ketemu sama Grandfa dan Grandma". Ajak Alvaro "Mau yaa. Aku dapat rekomendasi dari teman. Katanya disana banyak tempat yang bagus buat background Prewed". Ucap Alvaro membawa Aluna duduk disofa.


"Harus ke Inggris?". Alvaro mengangguk "Langsung aja kita ke Manchester United". Celetuk Aluna.


Alvaro terkekeh "Kamu mau? Aku bisa kok ajak kamu kesana?". Ucap Alvaro mengusap kepala Aluna.


"Gak dehh. Tiketnya mahal". Sahut Aluna "Aku penasaran kamu kan dulu tinggal di Inggris dan pasti pake bahasa Inggris?". Aluna menampilkan wajah bingungnya.


"Iya kenapa?". Tanya Alvaro heran "Gak mungkin pake bahasa Indonesia kan disana?". Alvaro terkekeh pelan.


"Gak. Aku cuma bingung aja. Kalau ngomong dalam hati pake bahasa Inggris juga?".

__ADS_1


Alvaro terbahak mendengar pertanyaan kekasihnya. Astaga, ada-ada saja Aluna ini.


"Yaahh tergantung suasana. Bisa pake bahasa Indonesia. Bahasa Inggris. Atau bahasa planet". Jawab Alvaro sedikit kesal.


Alvaro menahan tawa. Dia suka sekali menjahili Alvaro. Apalagi melihat pria dingin itu kesal. Ahhh imutnya.


"Nanti pulang bareng aku yaaa??". Alvaro mengelus kepala Aluna dan Aluna menyandarkan kepalanya didada bidang pria itu.


"Gak. Aku mau ikut Mira". Sahut Aluna bangkit dari dada Alvaro.


"Lho, mau kemana?". Tanya Alvaro heran. Biasanya Aluna selalu antusias pulang dengannya.


Aluna menceritakan maksudnya untuk mengikut Mira. Ada misi yang harus dia selesaikan.


"Serius kamu?". Aluna mengangguk "Sayang jangan buat onar lagi. Kamu jangan aneh-aneh". Ucap Alvaro.


"Tenang aja Pacar. Aku gak aneh-aneh kok, emang kadang suka aneh". Aluna tertawa cekikikan


"Kamu ini yaaaaaa.... Gemes dehhh". Alvaro mencubit pipi kekasihnya itu.


"Aisshhh, sakit tahu". Aluna memukul pelan tangan kekasihnya "Ya udah, aku balik dulu. Ntar kelamaan disini ada yang curiga lagi. Kita belum sah". Aluna berdiri dari duduknya.


"Kamu udah makan siang?". Aluna mengangguk "Sorry gak ngajak tadi. Pacar tahu kan, aku kalau lagi lapar suka lupa sama orang".


"Tega amat lupa sama Pacar sendiri". Ketus Alvaro.


"Yang penting gak lupa kalau udah ada yang punya". Goda Aluna.


"Kamu ini". Alvaro menarik Aluna. Hingga gadis itu jatuh kedalam pelukan nya. Jika saja mereka tidak berjanji, sudah pasti Alvaro akan melahap bibir merah muda itu.


"Gak usah mikir aneh-aneh". Ucap Aluna yang seakan tahu pikiran Alvaro "Kita belum sah, gak boleh ahh dulu... Sah dulu baru ahhh. Bukan ahhh dulu baru sahhh".


Alvaro menelan salivanya. Ahhh suara Aluna benar-benar membuat jakung nya naik turun. Gadis ini sungguh membuatnya gemes.


"Iya iyaaaa". Alvaro melepaskan Aluna "Hati-hati. Ntar malam aku main kerumah mau bawain makanan kesukaan kamu". Imbuhnya lagi.


"Serius?". Alvaro mengangguk "Ahhh makasih Pacar. Love U love u babyyyyyy". Dia berhambur Alvaro tak lupa kecupan singkat dia berikan pada pipi kekasihnya itu


Sesederhana itu membuat Aluna bahagia. Hanya datang kerumah bawa makanan sudah sudah membuatnya bahagia setengah mati.


Mungkin hanya Alvaro pria yang tidak pernah memberi pacarnya bunga, boneka atau coklat. Karena Aluna tidak suka. Dia hanya suka makanan dan makanan. Bahkan saat Alvaro memberinya cincin dan kalung saja gadis itu tidak ada senang-senang nya sama sekali.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2