Pacarku Presdir

Pacarku Presdir
Pacarku Presdir-60


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


"Muke loe kenapa Yur?". Aluna duduk disamping Yura sambil membawa tiga mangkuk bakso pesanan.


"Lagi bete". Jawab Yura judes.


"Ohhhhhh". Aluna malah asyik menyantap makanan.


"Kok loe cuma bilang ohhh sihhh?". Gerutu Yura.


"Yahhh trus gue harus apa?". Tanya Aluna heran.


"Ya loe tanya kek gue kenapa? Gak peduli-peduli amat sama sahabat sendiri". Ujar Yura kesal sambil menyeruput minumannya.


"Iya ntar gue tanya kalau gue udah habis makan. Loe tahu kan otak gue suka konslet kalau lagi lapar". Sahut Aluna.


"Serah loe dahhhh". Ketus Yura melanjutkan lamunan nya.


"Loe sehat Yur?". Mira ikut nimbrung dengan membawa pesanannya.


"Lagi kesel pengen makan orang". Ujar Yura menjawab dengan judes.


Mira terkekeh. Yakin saja, jika Yura sedang galau seperti itu pasti sedang bermasalah dengan pacarnya, Bayu. Karena tidak ada yang bisa membuat Yura galau selain Bayu. Bahkan saat perceraian kedua orangtuanya saja, Yura santai-santai saja tanpa beban.


Sementara Aluna asyik menyantap makanan nya. Dia memfokuskan pikiran nya dengan makanan didepannya sebelum mencecar Yura dengan berbagai pertanyaan. Karena Aluna yakin jika Yura sedang menghadapi masalah yang serius.


"Loe kayak mau ikut lomba makan Lun?". Singgung Mira sambil menggeleng kepala tak percaya melihat cara Aluna makan disertai dengan tiga mangkuk bakso itu.


Aluna tak menjawab dia masih menyantap ketiga bakso itu dengan lahap tanpa peduli dengan omelan dan ocehan Mira.


"Ahhhh kenyangnya". Aluna bersandar sambil mengelus perutnya yang terisi makanan "Guk guk guk guk". Gadis itu meminum air dalam gelasnya hingga tandas.


Yura dan Mira mendelik melihat cara Aluna makan. Memang tidak ada feminim-feminim nya gadis bernama Aluna ini. Tidak malu mereka menjadi pusat perhatian.


"Yur sekarang cerita sama gue loe kenapa? Mumpung isi perut gue lagi penuh, jadi gue bisa konsentrasi". Seru Aluna

__ADS_1


Yura mencebik kesal "Loe serius gak sihh buat dengarin cerita gue".


"Gak". Ketus Aluna membuat Yura semakin kesal.


"Udah Yur. Gak usah dengerin kelinci kecil itu. Loe cerita aja sama kita, kenapa?". Ucap Mira memotong. Sedangkan Aluna kesal dibilang kelinci kecil.


Yura menghela nafas panjang "Bayu gak hubungin gue beberapa hari ini. Gue gak tahu dia dimana. Hp nya mati, chat gue juga centang satu mulu". Yura menjawab dengan lemes.


"Kuota loe masih gak Yur?". Mira langsung menyonor kening Aluna "Awwww.. KDRT". Rintih Aluna.


"Dodol. Gak usah lebay dehh loe Lun. Orang lagi serius malah diajak bercanda". Ketus Mira kesal.


"Yang becanda siapa sihh Mir? Orang nanya serius kok". Gerutu Aluna "Hilang dehh kecantikan guee gara-gara loe". Protes gadis itu.


"Lanjutin Yur". Suruh Mira, dia tidak mau meladeni Aluna yang tidak waras itu.


Yura menghela nafas "Yaa itu, terakhir pas kita weekend. Sekarang udah mau weekend lagi, tapi Bayu belum juga ngabarin guee". Yura menyenderkan kepalanya dibahu Mira "Gue gak tahu dia dimana Mir? Gue takut dia kenapa-kenapa?". Ujar gadis itu.


"Yur gue pinjam ponsel loe". Aluna menengadah kan tangannya.


"Buat apa?".


Gadis itu mengotak-atik ponsel Yura. Entah apa yang dia lakukan hanya dia saja yang tahu. Wajah Aluna tampak serius.


"Hotel Gajahmada?". Batin Aluna "Ngapain Bang Yuyu kesini yaaaa? Hp nya aktif, tapi kenapa Yuyur bilang gak aktif? Apa Bang Yuyu pake dua hp yaaa?". Batin Aluna lagi.


"Loe mau ngapain sih pake hp gue?". Tanya Yura


"Nihhh gue juga gak butuh". Ketus Aluna mengambilkan ponsel Yura.


"Yur".


"Ehhm kenapa?". Tanya Yura menatap Aluna.


"Kalau gue bilang. Gue tahu dimana Bang Yuyu, loe percaya kagak?".

__ADS_1


Kening Yura berkerut. Begitu juga dengan Mira


"Maksud loe?". Tanya Yura sedikit ambigu dengan pertanyaan Aluna.


Aluna menghela nafas. Sejenak gadis itu terdiam dan tampak berpikir keras.


"Kita bolos yukk". Akhir nya kata itu yang keluar dari mulut Aluna.


Takkkkkkk


"Awwwwwwww". Rintih Aluna saat Mira menjitak keningnya.


"Loe jangan ngadi-ngadi Lun. Pake acara bolos segala. Mentang-mentang pacarnya Presdir". Gerutu Mira.


"Iiihh Mir, loe lebay amat sihh jadi orang". Aluna mengusap keningnya "Udahhh dehh loe ikut gue aja bolos. Kalau dosa tanggung masing-masing yaaa". Aluna berdiri dari duduknya "Udah ayo cepetan". Ajak Aluna.


Meski ragu kedua gadis itu mengikuti Aluna. Dan mereka juga harus mengikuti kegilaan Aluna.


"Pak saya izin pulang cepat yaa badannya saya pusing banget ehhh maksud saya kepala saya Pak". Aluna menepuk mulutnya yang salah berbicara sambil menampilkan wajah pucatnya.


"Ya ampun Lun, wajah kamu pucat banget ?". Tanya Andre panik "Ya udah biar saya anterin pulang". Ucap Andre. Dia tidak tahu saja jika Aluna mengunakan make up agar wajahnya pucat.


"Gak usah dehh Pak, biar Yuyur sama Mimir aja yang nganterin. Ntar kalau Bapak yang nganterin malah repot lagi Pak". Ucap Aluna memasang wajah lemesnya.


"Ya udah. Mir. Yur. Tolong kalian antar Aluna yaa sampai rumah. Pastikan dia baik-baik aja". Pesan Andre dia sedikit panik melihat wajah pucat Aluna.


"Iya Pak". Sahut keduanya


"Kalau gitu kami permisi Pak, mau nganterin Aluna nya".


"Kalian gak perlu balik kesini nanti. Jagain aja Aluna ya?". Tutur Andre lagi.


"Iya Pak".


Yura dan Mira memapah Aluna keluar. Aluna terlihat lemes sekali wajahnya pucat. Tatapannya sendu, seakan benar-benar menahan sakit dan ternyata dia hanya pura-pura saja agar bisa keluar.

__ADS_1


Setelah masuk kedalam lift, Aluna tertawa cekikikan merasa berhasil mengerjai Andre. sementara Yura dan Mira menggeleng saja. Aluna jahil, mereka berdua juga ikutan jahil. Maklum si Aluna bisa menularkan virus berbahaya untuk kedua sahabatnya itu.


Bersambung.....


__ADS_2