Pacarku Presdir

Pacarku Presdir
Pacarku Presdir-41


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Alvaro sudah bersiap-siap dengan jas mahal ditubuhnya. Tak lupa dia mengenakan jam tangan seharga milyaran dan sepatu pantofel yang menunjang kaki jenjangnya.


Alvaro menatap pantulan dirinya didepan cermin. Sambil menyisir rambutnya ke belakang.


"Apa yang kurang dari aku? Tampan iya. Kaya, iya. Pintar dan punya segalanya. Tapi kenapa gadis penyewa itu masih menolakku?". Desah Alvaro mengingat Aluna yang belum juga memberi jawaban atas perasaan nya.


"Aku harus pake cara apa agar Aluna jatuh cinta sama aku?". Alvaro tampak berpikir "Gadis itu memang. Ahhh Aluna, pengen gigit dehhh". Alvaro hanya menggeleng gemes mengingat wajah Aluna yang imut dan menggemaskan.


Alvaro turun dengan menenteng tas kantornya. Wajahnya tampak dingin dan datar. Dia selalu begitu setiap hari.


"Son, Ayo sarapan". Ajak Zein.


"Iya Dad".


Alvaro duduk disamping Alya dan menyambut piring yang diberikan oleh Jane.


"Gimana keadaan Aluna?". Tanya Zein sambil mengigit rotinya.


"Udah pulang Dad. Dia udah sehat". Sahut Alvaro ikut mengigit roti yang diberikan Jane.


"Aluna sakit apa Al? Apa dia baik-baik aja?". Tanya Jane sedikit panik jika Aluna benar-benar sakit.


"Asam lambungnya kumat Mom. Dia udah sembuh". Sahut Alvaro.


Sedangkan Alya makan dalam diam dan tidak tertarik dengan obrolan orang-orang dimeja makan. Dia asyik dengan makanan nya sendiri. Wajahnya tampak kesal dan seperti orang baca mantra.


.


.


.


.


Sedangkan Aluna juga baru keluar dari kamarnya dengan pakaian lengkap. Rambutnya yang tergerai indah. Rok selutut serta kemeja dilapisi dengan blazer berwarna hitam pekat.


"Pagi semua....". Sapanya "Ehehh ada Yuyur dan Mimir. Elu berdua udah lama?". Aluna langsung duduk dimeja makan melihat kedua sahabatnya yang ikut sarapan bersama orang rumah.

__ADS_1


"Makan dulu sayang. Ntar ngobrolnya". Tegur Santoso.


"Iya Yah".


"Makasih Bunda". Menyambut piring yang diberikan oleh Kanti.


"Obat kamu dibawa ya Lun? Jangan lupa makan siang ntar". Pesan Arya.


"Siap Kak". Sahut Aluna.


Leon tersenyum simpul melihat Aluna yang makan sambil mengoceh. Leon sempat berpikir, apa mulut Aluna tidak lelah jika mengoceh terus.


"Makan tuhh yang benar Lun, jangan sambil ngomong". Kanti geleng-geleng kepala melihat tingkah putrinya.


"Iya Bund". Sahut Aluna melanjutkan makannya.


Yura dan Mira hanya bisa menggeleng kepala salut. Aluna tidak pernah berubah dari dulu sampai sekarang, dia tidak pernah menjaga image didepan siapapun..


Setelah sarapan ketiga gadis itu berpamitan untuk berangkat kekantor.


Didalam mobil Aluna sibuk dengan alat make up nya.


"Gue kesiangan". Sahut Aluna menempelkan lipstik dibibirnya


"Udah tiap hari kali". Ketus Yura


"Hehhe. Elu berdua juga tahu tiap malam gue begadang". Dia melepaskan ikatan rambutnya.


"Lun, hubungan elu sama Pak Al gimana?". Tanya Mira penasaran.


"Apa nya yang gimana?".Tanya Aluna balik


"Ya maksud guee apa Pak Al nembak elu atau ungkapin perasaan nya sama elu?". Ucap Mira lagi


Aluna menghela nafas berat "Iya dia nembak gue". Sahut Aluna


Chittttttttttttttt


Yura menginjak rem secara mendalam. Sontak saja tubuh Aluna terhuyung kedepan. Hingga kepalanya membentuk dasboard mobil.

__ADS_1


"Elu kalau mau mati jangan ajak-ajak kita donkk Yur". Protes Aluna mengusap jidat "Dasar dasboard gak ada akhlak, elu ngambil ciuman kedua guee setelah pintu kamar mandi". Gerutu Aluna sambil mengetok dasboard mobil Yura.


"Sorry, sorry Lun. Gue cuma kaget sama omongan elu". Ucap Yura merasa bersalah "Sakit yaaaa?". Yura mengelus jidat Aluna yang sedikit memerah.


"Gak. Cuma pusing dikit". Ketus Aluna menepis tangan Yura. Yura terkekeh.


"Lun, beneran Pak Al nembak elu?". Sambung Mira dari tadi dia tertawa melihat wajah kesal Aluna, apalagi saat Aluna protes pada Yura.


"Ehem". Aluna berdehem "Iya dia nembak gue dan bilang kalau dia jatuh sama gue". Jelas Aluna.


"Trus elu terima?". Tanya Yura dan Mira kompak.


"Gue gak terima dia tapi gue juga gak tolak dia".


Mira mendengus kesal "Elu yang benar aja lah Lun. Kenapa gak diterima. Cowok paket komplit gitu?". Ujar Mira


"Iya Lun, kalau guee jadi elu gue gak bakal mikir panjang. Gue langsung bilang iya dan siap dinikahin". Yura langsung mendapat toyoran dari Mira "Elu kasar amat sihh Mir". Protes Yura mengusap kepalanya .


"Habisnya elu ngomong asal keluar gitu". Cibir Mira "Dengarin dulu tuhh penjelasan Aluna".


Aluna malah tertawa melihat ekspresi kedua sahabatnya.


"Gini ya, gue mau liat sejauh mana dia perjuangin gue. Gue gak mau buka komitmen duluan, gue pengen dia yang melangkah dan gandeng tangan gue buat jalan bareng. Kalau masalah ngomong gue jatuh cinta sama elu, anak SD juga bisa. Tapi gue butuh yang bisa buat gue ngerasa yakin buat nerima dia. Cowok itu bakal jadi pemimpin dimasa depan, gue kagak mau salah pilih dan nyesel kemudian hari. Gue mau dia yang bisa dapetin gue trus juga bisa jaga gue. Gue gak mau pas didapatin ngerasa gue udah jadi miliknya trus dia malah ngelepasin gue gitu aja". Bukan apa Aluna berbicara seperti itu dia sudah melihat banyak contoh wanita yang jadi korban para pria.


Yura dan Mira bagai terkena tamparan mendengar ucapan Aluna. Keduanya langsung bungkam. Banar apa yang Aluna katakan, harus pria yang ambil komitmen duluan karena jika dia mencintai kita dia akan perjuangkan kita meski ditolak ribuan kalian.


"Trus kalau Pak Al nyerah perjuangin elu gimana?". Tanya Yura setelah dia diam cukup lama.


Aluna tersenyum simpul "Artinya dia gak cinta sama guee. Karena kalau dia cinta dia gak bakal nyerah dia bakal perjuangin sampai titik darah penghabisan".


"Tapi kan cinta itu butuh balasan Lun. Kalau Pak Al aja yang perjuangin elu dan elu nya gak. Bukankah itu berat sebelah?". Sambung Mira.


"Benar tuhh Lun?". Imbuh Yura


Aluna menghela nafas "Back lagi ke omongan gue tadi, kalau cowok benar-benar sayang dia gak bakal nyerah. Kalau gue belum cinta dia dan belum bales perasaan nya, ya dia harus berjuang donk buat gue jatuh cinta sama dia. Jangan nyerah setelah gue gak bales. Karena gue pengen liat sejauh mana dia cinta sama gue".


Yura dan Mira tak lagi merespon ucapan Aluna. Percuma mereka tidak akan menang dan Aluna akan menemukan berbagai cara agar membuat mereka berdua bungkam.


**Bersambung.....

__ADS_1


Haiii guys jangan lupa like, vote dan komenya ya buat author. Terima kasih**


__ADS_2