Pacarku Presdir

Pacarku Presdir
Pacarku Presdir-53


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹 🌹🌹🌹🌹🌹


"Alunaaaa, bangunnnnn". Kanti memercikkan air diwajah putrinya. Baru saja bebera hari Aluna kalem dan bangun Cepat, tapi hari malah molor sampai siang.


"Ihhh Bunda apaan sihhh? Lagian ini hari libur lho, Aluna pengen nikmati hati libur dulu". Gerutu gadis itu malah semakin erat memeluk Si Jolly, boneka kesayangan nya.


Kanti menggeleng "Bangun Aluna. Didepan nohh ada pacar kamu".


Sontak gadis itu terbangun dan menatap sang Ibu.


"Maksud Bunda Kak Al?". Tanya Aluna memastikan


"Yahh siapa lagi pacar kamu? Kalau bukan Supir Taksi Online itu". Ketus Kanti "Ayo cepat bangun, dia udah dari tadi nungguin kamu".


"Ihhh Bunda kenapa gak bilang dari tadi sihhh?". Protesnya berhambur ke kamar mandi.


Aluna lupa jika hari ini dia ada janji dengan pacar Presdir-nya itu. Akibat telponan sampai tengah malam membuat nya kesiangan, apalagi dilanjutkan dengan menulis naskah nya. Padahal memang dari dulu dia suka kesiangan, tapi masih saja tidak terima jika hari ini dia kesiangan.


Aluna mandi secepat kilat. Tidak butuh lama-lama. Tidak perlu gosok sana gosok sini, dia tetap wangi asal ada parfum dan handbody, sudah lebih dari cukup.


Aluna memilih celana slebor dan kaos lengan panjang. Bajunya dimasukkan kedalam. Tak lupa sepatu kesayangan menempel kakinya. Rambutnya dia ikat kuncir kuda, poninya ditinggalkan dikeningnya. Sehingga membuat gadis itu cantik alami.


"Perfect".


Aluna menyambar tas munggilnya dan memasukkan benda pipih itu kedalam sana.


Jika wanita pada umumnya pergi berkencan dengan penampilan wow dan luar biasa. Maka berbeda dengan Aluna, dia seperti ingin pergi belanja ke pasar.


"Pagi semua". Sapanya ramah.


"Udah siang". Ketus Leon.


Alvaro tersenyum sumringah. Gadis yang sedari tadi dia tunggu ternyata datang juga. Rasanya Alvaro ingin tertawa melihat penampilan Aluna, bukan sekedar cantik tapi juga lucu.


"Maaf ya Kak, udah lama ya nunggu?". Tanya Aluna duduk disamping Alvaro.


"Lumayan". Sahut Alvaro tersenyum.

__ADS_1


"Ya udah yuk". Aluna berdiri "Semuanya Aluna pergi dulu yaa. Jangan kangen-kangenan sama Aluna, Aluna gak lama kok". Gadis itu cekikian. Leon merenggut kesal. Sedangkan yang lain tersenyum sambil menggeleng gemes.


.


.


.


.


"Waahhh Kreeen banget". Aluna menatap kagum permandangan pantai. Dia memang suka ke pantai


"Kamu suka". Alvaro mengandeng tangan Aluna.


"Suka pake banget Pacar". Senyum Aluna menampilkan rentetan gigi putihnya


Alvaro hanya tersenyum. Dia terus berjalan mengandeng tangan Aluna.


"Aku mau main air".


Alvaro mengangguk dan tersenyum hangat


Melihat kekasih nya tertawa bahagia, Alvaro juga ikut bermain bersama Aluna. Mereka berdua saling kejar-kejaran sambil saling menyimbur air.


Basah-basahan bersama. Tertawa lepas tanpa beban. Mereka tidak tahu saja, akan banyak rintangan dan tantangan yang mereka lewati.


"Ahhhh capek". Aluna duduk dipasir.


"Iya capek". Alvaro ikutan duduk disamping Aluna.


Pria itu menyeka keringat didahi kekasih "Rambut kamu basah. Apa gak risih, air nya kan asin?".


"Gak. Ntar aku keramas dirumah aja". Sahut Aluna.


Sejenak keduanya terdiam. Menikmati permandangan pantai yang indah siang ini. Alvaro sebenarnya mengajak Aluna jalan-jalan shopping dan berkeliling tempat-tempat wisata yang lainnya. Tapi Aluna tidak mau dan malah memilih pantai.


Aluna bersandar dibahu Alvaro. Tangannya melingkar memeluk lengan pria itu dengan sayang.

__ADS_1


"Kapan kamu siap aku lamar?". Tanya Alvaro.


"Bunda ku belum tahu siapa kamu. Ntar aja kita cari waktu buat bilang siapa kamu sebenernya. Yang Bunda tahu kamu Supir Taksi Online". Sahut Aluna.


Alvaro mendelik kesal "Lagian bagian mana sihh dari aku yang mirip supir?". Tanya Alvaro kesal.


Aluna malah terkekeh "Semuanya mirip".


"Kamu".


Aluna tertawa puas ketika melihat wajah kesal Alvaro. Perempuan biasanya akan menjaga sikap didepan kekasihnya dan bersikap feminim. Tapi tidak berlaku untuk Aluna. Dia terus mengerjai Alvaro. Membuat pria dingin itu kesal adalah hobby yang harus Aluna lakukan setiap hari.


Pasangan pada umumnya diawal-awal jadian akan menjaga sikap dan selalu ingin romantis. Namun Alvaro harus dibuat naik darah setiap hari dengan ucapan Aluna yang tidak masuk akal. Tapi justru membuat nya semakin cinta.


"Emang kenapa sama Bunda? Apa dia punya trauma masa lalu?". Tanya Alvaro sedikit penasaran. Kanti seperti nya sensitif sekali jika berhubungan dengan orang kaya dan Presdir.


Aluna menghela nafas panjang dan mengangguk "Aku gak tahu pasti cerita nya. Bunda pernah punya masa lalu kelam sama orang kaya gitu. Pacarnya direbut sama temannya sendiri, terus Bunda ditinggalin gitu aja. Tapi kata Bunda temannya pun gak jadi sama mantannya Bunda. Itu aja sihh yang aku tahu". Jawab Aluna.


Alvaro mengangguk paham. Dia akak memperjuangkan Aluna. Dia akan membuktikan pada Kanti bahwa dia orang kaya yang berbeda


.


.


.


.


Bayu, Yandi ,Yura dan Mira tengah makan siang berempat. Mereka selalu bersama jika akhir pekan. Tapi kali ini berbeda tidak ada Rayyan dan Aluna yang bergabung bersama mereka. Kedua orang itu tampak menjauh.


"Jadi awalnya Pak Al itu pacar boongan Aluna?". Tanya Yandi tak percaya setelah mendengar penjelasan Yura dan Mira.


"Iya. Sampai akhirnya mereka saling jatuh cinta dan malah jadian". Sahut Yura.


Terdengar helaan nafas panjang "Lalu gimana Ray. Kasihan dia?". Ujar Bayu


"Ya gimana lagi. Kita gak bisa maksa aluna kan buat nerima Kak Ray". Sahut Mira "Lagian kayaknya Pak Al dan Aluna benar-benar saling cinta dehh, gue bisa liat dari cara mereka ngomong berdua".

__ADS_1


Mereka hanya bisa menghela nafas panjang. Tidak setuju Aluna dengan Alvaro. Aluna lebih cocok dengan Rayyan. Tapi kan cinta tidak bisa dipaksa juga.


Bersambung.....


__ADS_2