Pacarku Presdir

Pacarku Presdir
Pacarku Presdir-25


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Aluna makan dengan lahap tanpa peduli dengan tatapan aneh Alvaro padanya. Bagi Aluna makan adalah salah satu hobby yang wajib disalurkan pada orang lain. Dengan perutnya yang terisi penuh dan kenyang dia bisa berkreasi apa saja.


Alvaro menggeeleng tak percaya melihat cara makan Aluna yang terkesan bar-bar dan tidak menjaga image sama sekali. Bayangkan Aluna makan dengan tangan dan blepotan dibibirnya, seperti makan dirumah sendiri saja. Dia sama sekali tidak mau pada Alvaro yang notabene Boss nya dikantor. Bahkan mereka berdua menjadi pusat perhatian karena meja makan mereka penuh dengan makanan pesanan Aluna, sedangkan Alvaro hanya memesan dua makanan saja.


"Pelan-pelan makannya. Gak ada yang mau ambil makanan kamu". Tegur Alvaro menelan ludahnya kasar. Dia salut dengan cara makan Aluna. Luar biasa pikir Alvaro.


"Kagak bisa Pak. Cacing diperut saya udah pada demo, takut ntar mereka keluar kalau saya makan nya lambat". Celetuk Aluna dengan mulut penuh makanan bahkan kalimat yang dia ucapkan dia jelas akibat mulutnya yang terisi hingga menguat gadis itu imut dan juga menggemaskan.


Alvaro menggeleng saja. Tapi dia tersenyum. Baru kali ini dia bertemu gadis seperti Aluna. Menurut Alvaro, Aluna adalah gadis langka yang sulit ditemukan dibelahan dunia mana pun. Oleh sebab itu Alvaro ingin melestarikan makhluk langka itu biar tidak punah. Padahal Alvaro tidak tahu saja bahwa Aluna sengaja menunjukkan sifat bar-bar nya agar Alvaro membatalkan rencana pertunangan mereka.


"Ahhhh kenyangnya".


Aluna bersender dengan mengelus perutnya yang sedikit membuncit. Makanan diatas meja mereka tandas tak tersisa bahkan bagian Alvaro juga disantap habis oleh Aluna.


"Saya heran dehhh, kamu makan banyak banget tapi kenapa badan kamu kecil banget yaaaa?". Tanya Alvaro heran sambil menggeleng


"Bapak aja heran apalagi saya Pak". Seru Aluna.


Alvaro memutar bola matanya malas. Entah kenapa dia bisa betah bersama gadis seperti Aluna?


Alvaro meletakkan beberapa lembar uang diatas meja membayar bill makanan mereka.


"Bapak yang bayar?". Tanya Aluna.


"Kamu mau bayar?". Ujar Alvaro.


"Kagak Pak. Rencana tadi saya ngutang dulu, bayarnya besok. Palingan juga saya disuruh cuci piring". Celetuk Aluna


Alvaro menggeleng gemes sendiri. Aneh benar-benar aneh dan Aluna lah yang aneh.

__ADS_1


"Ayooo".


Alvaro berjalan duluan sambil menyembunyikan senyumnya. Dia terhibur sendiri dengan tingkah Aluna.


Sedangkan Aluna berjingkrak girang dan senang bahkan gadis itu berjalan dengan sumringah sambil bernyanyi. Perut kenyang. Hati senang. Marilah pulang.


Alvaro membuka pintu untuk Aluna. Tak lupa tangannya melindungi kepala Aluna seakan takut jika kepala gadis itu terantuk dikap mobil. Entah kenapa Alvaro menjadi sangat perhatian, karena Alvaro tahu jika Aluna adalah gadis ceroboh dan bahkan tidak peduli dengan keselamatan nya sendiri.


"Makasih Pak. Berasa pacar beneran". Ujar Aluna masuk sambil terkekeh pelan.


Alvaro tak menanggapi dia masuk saja dan duduk disamping Aluna. Lalu Sonny menjalan mobilnya.


"Pak, makasih ya udah traktir saya. Lain kali, traktir ditempat mahal Pak. Saya punya rekomendasi restourant mahal plus makanan nya enak-enak". Goda Aluna tak lupa dia menai turunkan alisnya.


"Ayo, ilfeel sama gueee. Trus bilang gue rakus. Cewek kagak bener. Dan putusin gueee". Batin Aluna berteriak dalam hati


"Ohhh boleh. Kapan kamu mau ajak saya kesana?". Alvaro malah menanggapi dengan serius ucapan gadis disampingnya. Wajahnya datar tanpa ekspresi.


Alvaro berusaha menahan tawanya. Dia tahu jika Aluna berusaha membuatnya tidak menyukai gadis itu dan agar segera mengakhiri hubungan mereka. Ohhh Aluna jangan mimpi karena sampai kapan pun Alvaro tidak akan mengakhiri hubungannya dan Aluna. Mulai saat ini, jam ini, menit, ini, detik ini juga Aluna adalah miliknya dan hanya dia yang boleh memiliki gadis berisik seperti Aluna. Aluna harus bertanggung jawab karena sudah mengakui nya sebagai pacar pura-pura. Jadi jangan salah kan Alvaro kalau dia menjerat Aluna agar menetap disamping nya.


.


.


.


.


Rayyan, Bayu, Yandi, Yura dan Mira meninggalkan hotel tempat acara ulang tahun Ayah Mira dirayakan.


Rayyan tampak melamun. Wajahnya lesu. Terlihat sekali bahwa pria itu sedang murung dan patah hati.

__ADS_1


"Elu baik-baik aja kan?". Yandi menepuk bahu Rayyan sambil menyetir.


"Gini yaa rasanya patah hati sebelum jadian". Ucap Rayyan terdengar lirih. Bayu dan Yandi hanya terdiam.


Sementara Yura dan Mira saling melihat. Sejujurnya mereka kasihan pada Rayyan dan Aluna. Keduanya saling sayang tapi karena keegoisan dan ketidakberanian mereka akhirnya membuat perasaan yang seharusnya saling memiliki malah berjalan tak tentu arah.


"Elu yang sabar ya Ray. Kalau Aluna emang jodoh elu, dia bakal jadi milik elu kok". Ucap Bayu berusaha menenangkan.


"Gue gak ada apa-apanya dibandingkan Pak Alvaro. Dia memiliki semuanya. Sedangkan gueee cuma dosen dan rektor kampus". Ucap Rayyan tersenyum kecut. Dia tidak mengatakan jika Aluna wanita gila harta tapi Rayyan tahu jika Aluna tidak akan memilih nya.


"Gak usah pesimis gitu Kak. Kalau emang Kakak sayang sama Aluna, Kakak harus perjuangin dia Kak. Gak usah gengsi sama perasaan sendiri, kadang emang belum pasti perasaan kita dibalas tapi seenggaknya kita tenang setelah mengungkapkannya". Sambung Yura menimpali.


Yura sedikit janggal mendengar ucapan Rayyan yang mengatakan jika dirinya hanya dosen dan rektor kampus. Seakan ucapan Rayyan mengatakan bahwa Aluna wanita matre yang hanya ingin harta saja.


Rayyan berusaha tersenyum menutup luka dihatinya. Dia adalah laki-laki yang jatuh cinta secara diam-diam lalu dipatahkan secara diam-diam juga. Ternyata mencintai dalam diam tak seindah yang Rayyan pikirkan.


Setelah mengantar, Yura, Mira, Yandi dan Bayu. Rayyan kembali menjalankan mobilnya. Tatapan pria itu kosong. Dia melepas jas yang menempel ditubuhnya lalu melemparnya asal kedalam mobil.


"Aluna". Rayyan menghela nafas panjang.


"Apa aku harus rebut kamu dari Pak Alvaro? Tapi gimana kalau kamu gak mau kasih aku kesempatan? Aku cinta sama kamu Na".


Tanpa sadar air mata pria itu luruh di pipi tampannya. Ini adalah pertama kalinya dia menangis karena wanita. Sebelum nya Rayyan pernah menyukai seseorang dan menjalin hubungan hingga putus karena selingkuh. Namun Rayyan biasa saja, sakit memang. Tapi dia tidak sampai meneteskan air mata.


Ketakutan nya dalam mengakui perasaan nya akhirnya membawa Rayyan kedalam luka yang dalam. Dia tidak bisa menyalahkan Aluna. Karena Aluna tidak tahu perasaan nya. Harusnya Rayyan berani mengungkapkan perasaan nya tapi karena takut jika Aluna menjauh darinya akhirnya dia memilih memendamnya sendiri.


Bersambung....


Hai gaesss yuk gabung di grup chat author. Biar bisa ngobrol sambil kasih author saran atau kritik terhadap karya2 author...


Terima kasih...

__ADS_1


__ADS_2