
Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Alvaro mengenggam tangan Aluna. Sesekali dia mengecup punggung tangan kekasihnya itu. Hari ini cukup melelahkan. Setelah melakukan perjalanan bisnis ke Jepang, dia langsung pulang ke Indonesia dan menghadiri pesta pernikahan Bayu dan Yura. Lagi, dia harus ikut bermain drama akibat ulah sang kekasih.
Alvaro benar-benar merindukan Aluna, selama di Jepang dia selalu uring-uringan dan memantau Aluna lewat Leon. Sialnya, Leon selalu memanas-manasi nya dengan mengatakan bahwa Rayyan selalu menghubungi Aluna satu kali dua puluh empat jam.
"Kangen". Renggek Alvaro bersandar dibahu munggil Aluna.
"Hehhe sama". Aluna ikut bersandar dikepala Alvaro.
Sementara Sonny yang menyetir didepan serasa obat nyamuk. Dia baru tahu Alvaro dan Aluna berpacaran setelah Alvaro menyuruhnya membeli sesuatu untuk kekasihnya itu.
"Sayang aku punya sesuatu".
"Apa?". Tanya Aluna penasaran.
"Ada dehhhhh". Goda Alvaro
Alvaro meronggoh saku jasnya. Dia mengambil kotak beludru berwarna merah yang dihiasi dengan Vita.
Alvaro membuka kotak itu pelan. Lalu mengambil isinya.
Mata Aluna membulat sempurna saat melihat kalung berlian yang pernah Aluna lihat dimajalah. Harga kalung itu bisa seharga satu buah mobil. Aluna sambil mengerjab-ngerjabkan matanya berulang kali, siapa tahu matanya salah lihat. Maklum kalau lihat yang bening-bening seperti itu matanya suka konslet dan pikiran nya berlarian kesana-kemari
"Ini buat kamu". Senyum Alvaro membuka pengait kalung itu.
"Bentar". Aluna mengambil ponsel didalam tasnya.
"Kamu mau ngapain?". Tanya Alvaro heran
"Gak. Cuma mau cek harganya". Sahut Aluna tanpa melihat Alvaro
__ADS_1
Kening Alvaro berkerut "Buat apa?". Alvaro menatap Aluna yang sedang serius.
"Mau tahu aja harganya berapa. Kali aja ntar bisa aku lelang di Onlineshop". Seru Aluna.
Takkkkkk
"Awwwwww". Rintih Aluna mengelus keningnya yang dicentil Alvaro.
"Durhaka amat sihh sama Pacar sendiri". Gerutu Aluna
"Kamu tuhh ya ada-ada aja. Ini kalung aku kasih buat kamu, bukan buat dijual lagi. Dan kamu gak bakal dapat harganya di Onlineshop, ini aku pesen khusus". Omel Alvaro. Aluna ini benar-benar tidak bisa diajak romantis.
"Kali aja kamu bangkrut gara-gara beliin aku kalung, jadi kan aku bisa jual trus balikin lagi uangnya ke kamu". Sahut Aluna sambil menyimpan ponselnya.
Alvaro menarik nafas dalam-dalam. Dalam sekali. Dia tidak boleh emosi. Harus sabar. Orang sabar itu pasti kesel, kata Aluna.
"Sayang dengerin aku, aku ini kaya. Hanya beliin kamu kalung ini gak bakal buat aku bangkrut. Kalau kamu mau pabriknya aja aku kamu beli". Ucap Alvaro berusaha sabar.
Alvaro hanya menggeleng. Kalung semahal ini, disamain dengan kalung dipasar. Benar-benar ini Aluna. Harus dijelasin dengan pelan biar mengerti.
"Kamu tuh aneh yaa, kalau cewek lain bakal seneng dikasih berlian. Kamu malah ngomel gini". Alvaro menggeleng kepala saja.
"Dengerin aku Pacar, aku gak butuh barang-barang beginian. Buat apa? Buat pamer? Aduh gak banget dehhh. Aku itu cuma butuh Pacar sayang sama aku. Cinta sama aku. Setia sama aku. Berjuang bareng aku. Jagain aku dengan baik. Plus buat aku ngerasa nyaman. Itu yang aku butuhin. Kalung ini mahh gak akan buat aku bahagia, cuma benda mati yang bisa diperjualbelikan". Jelas Aluna.
Alvaro menatap Aluna tajam. Emosinya yang tadi menggebu-gebu seketika mereda. Tidak salah lagi. Meski Aluna ini penyebab tensinya naik tapi Aluna lah sumber kebahagiaan nya.
"Sayang". Alvaro menarik Aluna kedalam pelukannya.
Sementara Sonny yang menyetir didepan hanya tersenyum simpul. Benar kata Alvaro, Aluna ini spesies langka yang harus dilestarikan biar tidak punah.
Zaman sekarang jarang sekali menemukan wanita yang tidak matre. Biasanya rata-rata wanita itu menyukai hadiah-hadiah berlian seperti yang diberikan Alvaro. Tapi tidak berlaku untuk Aluna. Gadis itu memang selalu membuat orang salut, meski sompak dan bar-bar tapi sesungguhnya dia adalah gadis yang berhati lembut.
__ADS_1
"Makasih sayang". Ucap Alvaro memeluk Aluna erat.
Aluna membalas pelukkan kekasihnya itu. Tak bisa dipungkiri bahwa dia juga merindukan pelukkan ini. Sosok yang dulu sering dia kutuk. Kini menjadi tempat ternyaman untuk dia peluk.
Alvaro melepaskan pelukannya "Terima yaa. Aku kasih nya ikhlas kok. Anggap aja ini oleh-oleh aku dari jepang". Ucap Alvaro tersenyum lembut.
"Iya dehhh". Sahut Aluna mengalah. Tidak enak juga menolak. Nanti Alvaro tersinggung lagi dan beranggapan dia tidak menghargai pemberian Alvaro.
Aluna menyingkir kan rambutnya dan membelakangi Alvaro, membiarkan pria itu memasangkan kalung dilehernya.
"Kamu cantik pake nya". Senyum Alvaro memperbaiki kalung Aluna.
"Kan aku emang udah cantik tanpa pake kalung ini". Senyum Aluna. Tingkat kepercayaan dirinya kembali meninggi.
Alvaro terkekeh. Dia kembali menarik Aluna dalam pelukan nya.
"Aku tuh sempat mikir lho kalau kamu tuh maklum ajaib yang gak bakal ditemuin dibelahan dunia mana pun. Kamu unik". Ujar Alvaro sambil mengelus kepala Aluna yang bersandar didadanya "Selama kita pacaran kamu gak pernah minta aneh-aneh, minta dibeliin barang-barang mahal, atau perawatan ke salon. Kamu cuma minta makan doang". Alvaro geleng-geleng kepala salut.
Aluna bangkit dari pelukkan Alvaro "Gak sekalian makhluk gak kasat mata aja". Protes Aluna, dibilang makhluk ajaib membuatnya jenggah. Selangka itu dirinya sampai-sampai tidak akan ditemukan dibelahan dunia mana pun?
Alvaro tertawa kecil. Apalagi melihat wajah Aluna yang kesal seperti hiburan tersendiri untuk melepaskan penatnya.
"Kamu tahu kenapa aku gak minta-minta sama kamu?".
Alvaro menggeleng, karena memang dia tidak tahu. Dan Alvaro ingin tahu apa alasan Aluna tidak pernah minta-minta. Karena Alvaro sering melihat Dicky yang selalu sibuk membalikan kekasihnya ini dan itu atas permintaan kekasihnya. Dan meminta kencan ditempat-tempat mahal dan liburan ke luar negeri. Sementara Aluna, dia hanya suka diajak ditempat makan. Kalau ditempat-tempat romantis, pasti kacau dengan ucapannya yang menyeleneh tak karuan itu.
Pertama pacaran dengan Aluna. Alvaro pikir akan selalu disibukan dengan permintaan Aluna yang bejibun. Tapi justru dia dibuat terkejut ketika mengenal Aluna lebih jauh. Meski Aluna ini gadis bar-bar tapi dia tahu cara menempatkan diri.
Terutama dalam hal hubungan sehat. Jujur sebagai lelaki normal Alvaro ingin seperti teman-teman nya yang bisa one stand night diatas ranjang dan saling memuaskan satu sama lain. Namun, dia tidak ingin karena nafsunya dia kehilangan Aluna.
Bersambung....
__ADS_1
Salam hangat dari Double Al😘