
Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Aluna mengandeng tangan Bayu dengan manja. Dia melingkarkan lengannya dilengan kekar polisi tampan itu.
Sedangkan Bayu tak bisa lagi protes, karena percuma Aluna tidak akan menjawab pertanyaan. Beberapa kali pria itu mendengus kesal, maklum aneh seperti Aluna pasti sedang berbuat ulah. Jika tidak, tidak mungkin dia memaksa Bayu keluar.
Mereka memasuki tempat acara. Disana sudah ada Yura yang menunduk, wajahnya ditutupi cadar, sehingga tidak ada yang bisa melihat wajahnya dengan jelas.
Aluna menelisik mencari keberadaan Mira. Gadis itu merenggut kesal, saat melihat Mira yang sudah bermanja-manja dilengan Yandi. Ingin mengumpat, tapi takut dosa. Katanya tidak boleh menyumpahi sahabat sendiri, nanti terkena azab pikir Aluna.
"Kamu sudah siap Nak?". Tanya seorang wanita paruh baya tersenyum lembut pada putrinya.
"Kamu siapa?". Tanyanya pada Aluna yang melambaikan tangan sambil tersenyum sapa
"Kenalin Ma, adek angkatnya Bang Yuyu". Aluna menyalimi wanita paruh baya itu sambil mencium punggung tangan wanita itu.
Wanita itu tampak bingung. Sejak kapan Bayu punya adik angkat? Setahunya, tidak pernah. Lagi Aluna begitu asing, tidak pernah dia melihat wajah Aluna.
Bayu hanya diam tatapannya kosong. Dia tidak mau menikahi wanita yang sama sekali tidak dia cintai. Bagaimana nasib Yura? Dia tidak bisa mencintai wanita lain selain Yura. Yura adalah belahan jiwanya.
"Ayo Bang Yuyu".
Aluna sedikit memaksa Bayu berjalan. Dia merenggut kesal saat Bayi begitu berat melangkah kan kakinya.
Kaki Aluna langsung terhenti saat melihat ada pria itu disana. Ahhh kenapa Pacarnya ada sini? Aduhhh, dia lagi memeluk lengan Bayu bisa terjadi perang dunia kesepuluh, pikir Aluna.
"Ya Allah tolonglah hambaMu yang cantik ini. Jangan sampe tuhh Supir Taksi Online ngamuk lagi. Bisa cepat tua dia Tuhan. Takut cintaku juga tua padanya". Batin Aluna sontak tangannya terlepas dari lengan Bayu.
Sementara Alvaro menatap Aluna tajam. Apa yang Aluna lakukan disini? Alvaro lupa bahwa Bayu adalah kekasih sahabat Aluna, tentu saja Aluna ada disini.
"Bang loe bisa jalan sendiri kan?". Bisik Aluna. Bayu mengangguk "Ya udah loe jalan aja kesana yaaa, gue nganterin cukup sampe disini aja. Gue belum siap perang, kagak bawa senjata". Celetuk Aluna.
Bayu menatap Aluna heran. Siapa yang mau berperang dan apa maksudnya tadi?
Aluna menyingkir dan bergabung bersama para tamu undangan yang lainnya.
Sedangkan Bayu melanjutkan langkah kakinya menuju pelaminan. Disana langsung diadakan pemberkatan pernikahan.
Aluna berjalan menunduk menghampiri Alvaro. Gadis itu menelan salivanya susah payah. Senakal-nakalnya dia kalau sudah berhadapan dengan Alvaro, nyalinya langsung menciut.
"H-hai Pacar". Sapa Aluna tersenyum gugup.
__ADS_1
Alvaro menatap kekasihnya itu menyelidik "Tadi kamu......".
"Sttttttttttt. Puasa dulu yaa ngomelnya, sekarang pacar tolongin aku".
Aluna mengandeng tangan Alvaro dan mereka berjalan mendekat kearah pelaminan. Aluna senjata berdiri disamping kedua orangtua Bayu untuk mewanti-wanti.
Bayu naik keatas pelaminan. Dia berdiri disamping gadis yang akan menjadi istrinya itu. Bayu sama sekali tak menatap gadis disampingnya. Dia menatap kedepan dengan kosong, pikiran nya buntu. Yang ada dipikiran nya hanya Yura dan Yura. Dia merindukan kekasihnya itu, sudah satu Minggu dia tidak mengabari Yura. Dia dipaksa ganti nomor ponsel dan ganti ponsel baru.
"Baiklah, tiba waktunya saya meresmikan pernikahan saudara. Silahkan saling menghadap".
Kedua orang itu saling menghadap. Sementara Aluna tersenyum bahagia. Akhirnya Yura akan melepas masa lajang nya. Aluna bahagia jika Yura bahagia. Apalagi selama ini Yura adalah gadis yang berusaha kuat, dia adalah korban keegoisan kedua orang tuanya.
"Silahkan buka cadar calon istri anda".
Bayu menghela nafas pelan. Dia tidak sanggup. Tapi bagaimana lagi? Inikah akhir dari perjalanan cintanya bersama Yura. Bayu akan menikahi wanita yang tidak dia ketahui sama sekali.
Bayu membuka cadar wanita itu dengan pelan. Tak sanggup. Tapi harus dia lakukan.
Sedangkan wanita itu hanya menunduk. Dia masih belum percaya. Bahwa sekarang dia akan menikah dengan pria yang begitu dia cintai. Semoga kebahagiaan menghampiri nya.
Deg
"Y-yura". Bayu menatap tak percaya.
Sedangkan semua tamu undangan tercengang melihat mempelai wanita yang berbeda.
"Yura". Bayu langsung memeluk gadis itu dengan isakkan tangis "Yura". Dia terisak. Tak percaya bahwa sekarang wanita yang dia rindukan ada didepannya.
"Bayu". Yura juga membalas pelukan Bayu.
Sedangkan Anggara dan Levita, tercengang ditempatnya. Kenapa calon menantunya ini berbeda?
Anggara naik pitam dia hendak naik keatas pelaminan.
"Ehhhh Papa mau kemana?". Aluna langsung mencengkram tangan Anggara.
"Sayang". Alvaro terheran-heran kenapa Aluna memanggil Anggara Papa.
Langkah Anggara terhenti. Dia menatap Aluna aneh.
"Kamu siapa?". Tanyanya menatap Aluna "Ehhh Pak Al". wajahnya langsung berubah ramah ketika melihat Alvaro.
__ADS_1
Alvaro membalas dengan anggukan. Dia masih menanti apa yang akan dilakukan Aluna.
"Pa, katanya dia adik angkat Bayu". Ujar Levita menatap Aluna "Sejak kapan Bayu punya adik angkat?". Ujar Levita heran.
Aluna memberi kode kepada Pastor agar segera melaksanakan pemberkatan. Dia akan mengalihkan perhatian.
"Hehhe iya Pa. Aluna, adek angkat Bang Yuyu". Aluna menyalimi Anggara yang bingung.
"Adik angkat?". Anggara menatap dengan penuh selidik "Kamu lagi gak bohongi saya kan?". Anggara menatap dengan selidik.
"Aluna ini calon istri saya Pak". Alvaro merangkul bahu kekasihnya itu "Dia sahabat Bayu, mungkin Bayu angkat dia jadi adiknya". Sahut Alvaro tersenyum
Aluna mengangguk dan membenarkan "Iya Paa, Bang Yuyu emang belum kenalin Aluna ke Papa sama Mama. Tapi pas nikahan ntar baru dikenalin katanya". Sahut Aluna
Anggara dan Levita baru tersadar. Mereka beralih menatap pelaminan dan sayangnya, janji suci sudah selesai diucapkan. Bayu dan Mira sudah sah menjadi pasangan suami istri.
"Kepada orangtua Bayu dan Yura, agar naik ke pelaminan untuk menandatangani surat nikah sebagai wali". Ucap sang Pastor.
"Ayo Pa, Ma".
Aluna menarik Alvaro untuk naik. Mereka berdua akan jadi wali Yura, karena orangtua Yura tidak datang.
"Sayang, kita ngapain sihh naik sini?". Protes Alvaro
"Udah diem aja. Kita jadi walinya Yura". Bisik Aluna "Ntar tanda tangan yaaa, tapi gak usah pake nama asli. Tulis aja nama Papi nya Yura". Imbuh Aluna.
"Emang siapa nama Papi Yura?". Tanya Alvaro
"Aku lupa. Tulis aja, Papi Yura di surat nikahnya. Ntar direvisi ulang".
"Emang bisa?". Bisik Alvaro.
"Gak". Mereka berdua saling bisik-bisik. Meski bingung dan tidak mengerti Alvaro tetap menandatangani surat nikah Bayu dan Yura sebagai wali dari Yura.
Anggara dan Levita menyusul. Mereka belum sadar dari keterkejutan mereka.
Saat menandatangani surat nikah itu, Anggara lagi-lagi heran melihat tanda tangan wali Yura, kenapa tulisannya Papi Yura?
Namun dia tetap mengikuti arahan dari sang Pastor agar mendatangi surat nikah putra bungsunya itu.
Bersambung.....
__ADS_1
Mon maaf guys ada part Double 🤧 Gegara sinyal suka jahil jadi up nya Double dehhh. Mon maklumin yaaa karena tinggal dikampung....