
Happy Reading ๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น
Alvaro menghela nafas tenang. Akhirnya penderitaan berakhir. Setelah memasuki bulan ketiga Aluna tidak lagi mengidam berat seperti yang lalu-lalu. Bahkan istrinya itu manja dan tidak mau jauh darinya.
Alvaro sama sekali tidak keberatan bahkan jika bisa dia ingin selalu bersama Aluna setiap detik.
Alvaro begitu menikmati masa mengidam istrinya. Banyak hal yang membuat Alvaro sadar betapa beratnya perjuangan seorang Ibu agar anaknya bisa melihat dunia ini. Meski harus jadi korban mengidam Aluna, Alvaro menikmati nya dan rela disiksa oleh istrinya itu. Untung saja itu hanya berlaku selama kurang lebih dua bulan. Jika sampai sembilan bulan mungkin Alvaro akan menggantung dirinya di monas.
Waktu terus berjalan. Tak terasa usia kandungan Aluna sudah memasuki bulan kesembilan. Alvaro menjadi suami siaga yang selalu berada disamping Aluna dua puluh empat jam. Sementara masalah perusahaan Sonny dan Emma yang mengambil bagian.
"Awwwwwwww".
"Sayang". Alvaro menghampiri istrinya "Sayang kayaknya kamu mau lahiran". Ujar Alvaro melihat air ketuban istrinya yang sudah pecah
"Awwww Kak sakit". Rintih Aluna memegang perutnya.
Alvaro langsung menggendong istrinya dengan wajah panik. Dia membawa wanita itu keluar dari kamar mereka.
"Al ada apa? Astaga Aluna". Jane ikutan panik "Ayo Al cepat".
Aluna dibawa masuk kedalam mobil. Disana sudah ada Sonny dan Emma yang menunggu.
Alvaro benar-benar panik. Apalagi istrinya terus merintih kesakitan.
"Sabar ya sayang bentar lagi kita sampai". Alvaro mengelus kepala istrinya sambil menangkan wanita itu.
"Sakit Kak. Sakit". Renggek Aluna.
"Sabar Lun. Gak lama kok". Kanti juga ikut memenangkan putrinya.
Sampai dirumah sakit. Alvaro langsung turun dan menggendong istrinya. Wajahnya panik luar biasa.
Para anggota keluarga juga berkumpul disana. Tampak Zein dan Santoso yang juga hadir menantikan kehadiran cuci mereka. Lia dan kedua putra kembarnya juga ada disana. Sementara Arya dan Leon sudah menunggu untuk membantu persalinan Aluna. Meski bukan dokter kandungan tapi mereka berdua ikut berpartisipasi untuk kelahiran pertama Aluna.
"Ayo Al bawa masuk". Suruh Arya.
Alvaro membawa istrinya masuk kedalam ruangan persalinan. Aluna terus meringgis dan merintih kesakitan. Luar biasa sakit. Tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata.
Alvaro meletakkan istrinya dibrangkar.
"Saya periksa dulu Bu". Ucap seorang dokter patuh baya
Aluna tak menjawab dia masih merintih kesakitan rasanya ingin sekali cepat keluar.
"Sudah pembukaan sempurna Bu. Ibu siap-siap untuk mengejan yaaaa?". Ujar sang dokter "Pak mohon disamping Ibu nya yaa?".
__ADS_1
Alvaro mengangguk Dia mengenggam tangan istrinya dan menyeka peluh Aluna.
"Sayang kamu pasti bisa ya sayang. Tahan yaa sebentar lagi putra kita akan lahir. Kamu yang kuat". Alvaro mengecup kening istrinya. Aluna hanya mengangguk.
"Ayo Bu. Kita mulai yaaa?". Aluna hanya bisa mengangguk
"Arggghhhhh". Teriak Aluna.
Aluna meremas tangan suaminya dengan kuat. Menahan sakit.
"Ayo sayang ayooo". Alvaro terus menyemangati suaminya.
"Ayo Lun". Leon dan Arya yang berdiri disamping Alvaro ikut menyemangati.
"Arggghhhhh".
Tangan Aluna berpindah pada rambut suaminya mencengkram rambut suaminya dengan kuat.
"Awww sayang. Sayang sakit". Beriringan teriakkan Aluna dan Alvaro saling bersahutan.
Leon dan Arya membantu berusaha melepaskan tangan Aluna dari rambut Alvaro. Tangan Aluna terlepas dari tangan Alvaro. Lalu berpindah pada baju suaminya. Hingga membuat baju Alvaro koyak akibat tarikan Aluna.
"Arghhhhhhhhh".
"Owe owe owe owe owe owe".
"Owe owe owe owe owe owe".
Aluna bernafas lega. Akhirnya anaknya keluar juga. Rasanya hampir mati melahirkan bayi itu.
"Sayang terima kasih". Alvaro langsung memeluk istrinya dan menciumi wajah wanita itu "Aku bahagia banget". Tanpa sadar pria itu menangis.
"Iya Kak". Aluna tersenyum simpul "Aku juga bahagia". Sahut Aluna.
Setelah memandikan bayi itu. Dokter langsung memberikan anak Aluna pada Alvaro.
"Selamat ya Pak. Bayi Bapak berjenis kelamin laki-laki".
Alvaro menggendong bayi itu. Tak dia sangka akhirnya dia menjadi seorang Ayah. Air mata bahagia pria itu menetes.
Leon dan Arya ikut terharu. Ikut bahagia. Karena mereka tahu bagaimana penderitaan Alvaro saat Aluna mengidam.
"Kami akan pindahkan Ibu Aluna diruang rawat inap yaaa??".
"Baik Dok".
__ADS_1
.
.
.
.
Setelah tiga hari dirawat dirumah sakit. Aluna dan bayi nya sudah diperbolehkan pulang. Bayi yang belum mereka beri nama itu menjadi rebutan Jane dan Kanti. Apalagi ini adalah cucu pertama Jane tentu saja dia begitu bahagia. Kanti juga begitu bahagia akhirnya dia memiliki tiga cucu laki sekaligus.
Acara penyambutan Baby Al. Dipersiapkan dengan mewah oleh Jane dan Kanti. Mereka saling membantu untuk menyiapkan.
"Haii cucu Grandma.. Anteng yaaa?". Jane menggendong cucunya
Alvaro dan Aluna tersenyum simpul. Kadang mereka tidak sempat menggendong putranya karena menjadi rebutan Jane dan Kanti.
"Kalian udah siapin nama buat Baby Al?". Tanya Zein pada kedua orang itu.
"Udah Dad".
Alvaro dan Aluna saling melihat
"Alessandro Benedicto Zein". Sahut mereka berdua serentak.
"Wahh nama yang bagus yaaa cucu Oma".
Tampak semua orang berbahagia. Acara penyambutan bayi itu digelar cukup mewah. Namun yang hadir hanya keluarga besar dan teman-teman Alvaro dan Aluna saja.
Aluna masih tak menyangka. Jika dirinya si gadis ceroboh itu menjadi seorang Ibu. Kadang Aluna juga serasa bermimpi bisa menikah dengan Presdir-nya sendiri. Pria yang sama sekali tidak ada didalam kriteria pria idaman Aluna. Pria yang sering dia panggil Supir Taksi Online dan pria yang selalu berdebat dengannya.
Begitu juga Alvaro. Dia juga tak menyangka jika gadis penyewa itu akhirnya menjadi pendamping hidupnya. Gadis yang berani menyewanya hanya untuk jadi pacar satu malam. Gadis unik yang Alvaro juluki Spesies Langka.
T A M A T.......
Salam hangat dari Alvaro dan Aluna.......โค๏ธโค๏ธ
Cukup sampai disini dulu ekstra Part kita ya guysss.. Mksih yang sudah ikutin. Makasih buat saran dan juga motivasi nyaaa.. Semoga selalu sehat ya guys dalam lindungan yang maha kuasa...
Follow akun author biar selalu dapat notif setiap karya terbaru dari author....
Akhir kata author ucapkan terima kasih mohon maaf jika ada kata-kata yang menyinggung para readers baik sengaja mau pun tidak sengaja......
Sekian dan terima gaji....
God bless u allโค๏ธ
__ADS_1