Pacarku Presdir

Pacarku Presdir
Pacarku Presdir-85


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Walau Aluna sudah melewati semua ujian yang diberikan Robert dan Maria. Namun tetap saja pasangan suami istri itu menatap Aluna dengan tak suka.


Benar kata Aluna, orang yang tidak menyukai kita akan selalu menemukan titik jeleknya kita. Sebaik apapun yang kita lakukan tetap saja jelek di mata mereka.


"Kamu kayak gak pernah makan aja?". Sindir Maria saat melihat Aluna makan dengan lahap.


"Grandma".


Aluna tenang-tenang saja. Dia tidak peduli. Biarlah orang beranggapan dia tidak sopan. Selama itu tidak menganggu isi perutnya maka dia tidak akan peduli.


"Pelan-pelan sayang".


Belajar dari Aluna, Alvaro juga belajar tidak peduli. Bukan ingin menjadi anak yang durhaka. Kakek dan Neneknya memang selalu seperti itu.


Rayyan tersimpul melihat Aluna. Gadis seperti Aluna disinggung apapun tidak akan masuk, apalagi dia tidak melakukan apapun.


Setelah makan malam, mereka semua berkumpul kembali diruang keluarga. Tatapan Robert dan Maria terarah pada tangan Alvaro yang melingkar dipinggang Aluna.


Mereka sempat tercengang karena yang mereka tahu bahwa Alvaro menderita OCD akut atau memiliki tingkat kebersihan tinggi, yang akan alergi jika bersentuhan dengan orang lain.


"Saya akan kasih kamu tantangan lagi". Maria melipat kedua tangannya didada melihat Aluna.


"Kami akan mendirikan perusahaan IT di Indonesia. Saya mau kamu yang kelola perusahaan itu. Saya kasih kamu waktu enam bulan untuk mengembangkannya. Jika dalam waktu enam bulan kamu gak berhasil dan gak bisa membuat perusahaan itu nomor satu di Asia maka saat itu kamu harus tinggalin Al". Tegas Maria.


"Grandma".


"Satu lagi saya juga pengen kamu bangun butik di Indonesia. Saya yang akan modalin. Saya juga kasih kamu waktu enam bulan. Kamu harus jalan kan dua usaha itu dalam waktu bersamaan. Minimal omset kamu satu puluhan di butik itu puluhan juga. Jika kamu gagal maka jangan harap akan dapat restu dari saya".


"Grandma, gak bisa gitu donk. Aku terima Aluna apa adanya". Protes Alvaro.


"Kamu diam Al. Grandma cuma pengen dia memantaskan diri. Kita ini keluarga terhormat yang disegani di dunia bisnis jadi Grandma gak mau nanti dicibir gara-gara punya cucu mantu yang gak punya apa-apa". Ucap Maria dingin.


"Aku benar-benar kecewa sama Grandma. Grandma hanya melihat orang dari kekayaan aja". Ucap Alvaro menggeleng tak percaya.

__ADS_1


"Kamu akan ngerti kenapa Grandma melakukan ini, ini semua buat kamu". Ucap Maria.


Rayyan dan Alya hanya diam saja. Sebelumnya mereka juga diintrogasi dengan cara yang sama. Untung saja Rayyan memang terlahir dari keluarga berada jadi mereka berdua tidak perlu repot-repot mengikuti perintah Robert dan Maria.


"Kamu berani?". Kali ini Robert yang menatap Aluna "Kamu tahu kan ini bukan main-main?". Tatap Robert lagi.


Aluna, gadis itu malah tenang-tenang saja. Dia mencomot cemilan yang dibuat oleh para pelayan. Sebelum menjawab pertanyaan calon Kakek-neneknya itu dia butuh energi. Padahal baru selesai makan.


"Apa gak kelamaan waktu enam bulan itu Grandma? Grandma tahu kan kalau Kak Al udah gak sabar halalin aku. Ntar dia jadi pria impoten lho, mau gak punya cicit selamanya?". Celetuk Aluna.


Alvaro mendelik kearah kekasihnya itu. Apalagi Aluna tampak tenang-tenang saja setelah membuatnya merasa ngeri.


"Sombong amat kamu. Emang kamu yakin bisa kembangin perusahaan itu selama enam bulan?". Ujar Maria menatap Aluna tajam.


"Gak". Jawab Aluna cepat "Kalau gak dikerjain". Imbuh gadis itu "Aluna cukup takut aja kalau ntar perusahaan itu berkembang jadi nomor satu ehh perusahaan Grandfa ntar kesenggol donk. Masa iya kalah sama calon mantu sendiri". Celetuk Aluna.


Robert mengepalkan tangannya. Ingin rasanya dia menenggelamkan kepala Aluna.


"Kamu menghina saya?". Tatap Robert.


"Kamu_".


"Kamu gak usah banyak omong. Itu tantangan dari saya. Besok kalian pulang ke Indonesia. Gak ada foto prewedding segala. Dan ingat Al kamu jangan bantuin dia. Awas kalau sampai kamu turun tangan, Grandma akan pisahin kamu secara paksa dari Lun-Lun ini". Ujar Maria serius


"Aluna Grandma. Bukan Lun-Lun, ntar disangka alun-alun lagi". Ralat Aluna.


"Saya gak bicara sama kamu".


"Saya juga lagi gak bicara sama Grandma".


.


.


.

__ADS_1


.


Alvaro menghela nafas berat. Impiannya gagal. Niat hati pulang ke Inggris adalah untuk foto prewedding dan ternyata dia malah pulang dengan tangan kosong. Andai bukan karena Aluna, Alvaro pasti sudah melawan kedua Kakek-neneknya itu.


"Sayang". Alvaro menarik Aluna kedalam pelukannya "Maafin aku yaaa". Lirih Alvaro. Dia benar-benar tidak nyaman rasanya.


"Minta maaf untuk apa Kak?". Aluna mendongkrakkan kepalanya menatap Alvaro.


"Maaf gak bisa belain kamu. Maaf karena kamu udah dihina sama Grandfa dan Grandma". Alvaro benar-benar merasa bersalah.


"No. No. Yang dibilang Grandfa sama Grandma itu benar Kak, aku harus memantaskan diri agar pantas bersanding sama Kakak. Aku gak ngeras kehina kok, kan emang nyatanya kayak gitu".


"Sayang_".


"Kakak gak perlu ngerasa gak enakkan. Justru ini adalah ujian cinta kita. Aku bisa kok, Kakak tenang aja. Masalah mengembangkan perusahaan itu selama enam bulan, mustahil emang tapi jika ada usaha dan kerja keras aku yakin bisa. Dan aku juga harap Kakak gak nyerah".


"Aku gak akan nyerah sayang. Apapun itu aku gak akan nyerah. Aku bakal berjuang bareng kamu". Alvaro mengenggam tangan kekasihnya itu.


Aluna tersenyum "Aku juga. Janji". Gadis itu mengaitkan tangan mereka


"Iya sayang. Tapi apa kamu yakin bisa buat perusahaan itu berkembang?". Alvaro sedikit ragu. Bukan meremehkan Aluna. Dia saja mengaku tidak sanggup


"Aku aja gak tahu Kak. Kan belum aku kerjain". Sahut Aluna


Alvaro terkekeh "Makasih ya sayang. Maaf banget niat hati pengen Prewed disini, ehhh malah kita dapat ujian berat".


"Its oke. Selama kita berdua aku bisa kok. Dan bersiap-siap lah Pak Presdir perusahaan anda akan tergeser". Goda Aluna tak lupa dia mengedipkan matanya.


Alvaro tertawa lebar. Gadis penyewa ini selalu mampu menenangkan hatinya


**Bersambung....


Semangat Aluna....


Buktikan bahwa kamu bukan alun-alun dikota pontianak wkwwkwkwk.

__ADS_1


Maaf baru up guys. Author sibuk luar biasa**.


__ADS_2