Pacarku Presdir

Pacarku Presdir
Pacarku Presdir-38


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Aluna tercengang mendengar ucapan Alvaro. Bahkan gadis itu beberapa kali menyakinkan dirinya bahwa dia tidak salah dengar.


"Bapak kurang enak badan ya".


Aluna menyentuh kening Alvaro dengan punggung tangannya, lalu menyentuh pantatnya juga.


"Kamu keterlaluan banget sih saya disamain sama pantat kamu". Gerutu Alvaro tak habis pikir dengan sikap Aluna


"Habisnya, Bapak ngomong tuhh ngaur mulu". Cibir Aluna


Takkkkkk


"Awww Pak". Rintih Aluna ketika mendapat centilan dari Alvaro "Gak punya perasaan amat sihh ama cewek cakep. Kalau kening saya bengkak gimana, Bapak hobby banget kek nya bikin wajah saya jelek". Gerutu Aluna.


"Apa hubungannya sih Na, centilan dikening sama wajah jelek?". Alvaro geleng-geleng kepala.


"Yaa jelas ada hubungan lah Pak. Kening itu bagian dari wajah. Kalau kening saya bengkak kecantikan saya berkurang donk". Ujar Aluna mengusap keningnya bekas centilan Alvaro.


"Kamu tuhh ya benar-benar. Mana ada kening bengkak hanya karena dicentil?". Alvaro hanya bisa mendesah. Berbicara dengan Aluna perlu kesabaran yang ekstra. Jangan sampai dia emosi tinggi.


Aluna mengendus kesal sambil mengusap keningnya.


"Gimana?".


"Gimana apanya Pak?". Tanya Aluna heran. Apanya yang gimana? Pikir Aluna.


"Saya suka sama kamu. Tanggapan kamu gimana?". Seru Alvaro. Dia sudah tidak malu lagi mengakui perasaan nya.


"Bapak gak sweet banget sihh, ungkapin perasaan tuhh ya Pak harus romantis, kasih sajen kek gitu". Ketus Aluna.


"Bukannya bunga atau coklat ya? Atau boneka ? Atau apa gitu? Kenapa kamu malah minta sajen?". Ujar Alvaro tak habis pikir.

__ADS_1


"Yang gitu mah udah biasa Pak". Sahut Aluna "Udah dehh Bapak gak usah ngaur, bilang suka sama saya. Ingat Pak kita itu cuma pacar boongan doang". Tungkas Aluna lagi.


Alvaro menghela nafas panjang. Tangannya dia letakkan dibahu munggil Aluna. Baru kali ini dia bertemu gadis aneh seperti Aluna. Aneh nya lagi kenapa dia bisa jatuh cinta pada gadis penyewa seperti Aluna?


"Kenapa Pak?". Tanya Aluna heran tak ada gugup sama sekali saat Alvaro memegang bahunya.


"Aluna Agung Santoso. Saya Alvaro Radiana Putra Zein, jatuh cinta padamu. Sejak pertama kita bertemu. Apakah kamu mau jadi pacar sungguhan saya?". Tatap Alvaro penuh harap jika gadis ini mau menerima cinta? Bisa gila Alvaro jika Aluna menolaknya.


Aluna mengerjab-ngerjabkan matanya bingung. Apakah Supir Taksi Online ini sungguh menyukainya?? Ahhh rasanya Aluna tidak percaya.


"Gimana Na?". Tanya Alvaro tak sabar menanti jawaban Aluna.


"Bapak mikir gak sihh kalau perasaan Bapak tuhh gak real?".


"Apa nya yang gak real?". Tanya Alvaro keningnya berkerut. Apa Aluna beranggapan jika perasaan Alvaro padanya hanya halu.


"Kenapa harus saya Pak. Diluar sana banyak banget cewek yang suka sama Bapak. Bahkan artis-artis aja demen sama Bapak. Lah saya cuma staff biasa doang, gimana bisa Bapak suka sama saya. Saya habis pikir dehhh". Ujar Aluna.


"Gak habis pikir Aluna". Ralat Alvaro.


"Dengerin ya Aluna. Rasa nyaman tuhh gak mandang dari status, derajat dan fisik. Karena rasa nyaman tuh gak bisa milih harus sama siapa". Jelas Alvaro "Saya ngerasa nyaman didekat kamu dan cuma kamu yang bisa buat jantung nya dag-dig-dug. Kamu juga yang berani nyewa saya sebagai pacar. Kamu paham Aluna?".


Aluna menggeleng dengan cepat. Dia memang tidak paham dan tidak habis pikir dengan perasaan Alvaro. Bagiamana bisa Presdir nya menyukai dirinya.


Alvaro menghela nafas berat "Intinya gini, saya suka sama kamu. Saya gak peduli kamu siapa dan dari keluarga mana. Saya suka sama kamu apa adanya, Aluna". Ucap Alvaro penuh penekanan "Jadi gimana, apa kamu terima saya jadi pacar kamu beneran?". Tanya Alvaro sekali.


"Jujur ya Pak saya gak habis pikir kenapa Bapak bisa suka sama saya. Saya emang cantik sihh". Kepercayaan diri Aluna mulai lagi "Tapi saya gak punya kelebihan apa-apa Pak selain makan doang. Emang Bapak gak takut uang Bapak habis karena kasih saya makan?". Seru Aluna.


Alvaro tertawa terbahak-bahak menertawakan wajah Aluna. Astaga, gadis ini benar-benar menggemaskan sekali. Apalagi saat menampilkan wajah bingungnya.


"Udah yaa gak usah bingung masalah kasih kamu makan. Kamu mau makan sebanyak apapun saya bisa kasih dan uang saya gak bakal. Yang saya butuhin itu kamu cinta sama saya, itu aja". Ucap Alvaro serius.


Aluna menunduk bingung. Dia tidak tahu harus jawab apa? Dia tidak pernah terbayang untuk jatuh cinta pada pria ini.

__ADS_1


"Gimana ya Pak?". Aluna mengaruk tengguknya.


"Kamu tolak saya?". Ada nada kecewa dari ucapan Alvaro.


"Bisa gak kasih saya waktu Pak. Jujur ya Pak saya belum ada rasa sama Bapak. Iya sihh setiap kali dekat Bapak tuh jantung saya berdebar". Alvaro tersenyum, artinya Aluna jatuh cinta padanya "Tapi bukan karena jatuh cinta Pak, karena saya takut sama Bapak". Wajah Alvaro langsung berubah masam.


"Bisa gak kamu tuh ngomongnya gak usah jujur gitu?". Ketus Alvaro kesal. Sudah dibuat terbang melayang ehh tiba jatuh terhempas begitu saja.


"Gak bisa Pak. Kan kejujuran itu uang yang berlaku dimana aja Pak. Ehh tapi saya gak percaya Pak, masa iya berlaku dimana aja Pak. Saya mau beli bakso bilang gak ada uang ehh malah diusir sama tukang baksonya, padahal saya udah jujur gak ada uang". Oceh Aluna.


Alvaro menggeleng saja, Aluna selalu saja menemukan kosa kata aneh seperti itu.


"Saya bakal kasih kamu waktu sampai kamu jatuh cinta sama saya dan ingat walau kamu belum terima saya tapi saya udah anggep kamu sebagai pacar saya. Paham?".


"Mana bisa gitu Pak?". Protes Aluna.


"Ya bisalah. Kan saya Boss nya". Ucap Alvaro tersenyum penuhi kemenangan. Lihat saja nanti dia akan buat Aluna jatuh cinta padanya.


"Tapi Pak........".


"Tapi apa lagi Na?". Ketus Alvaro


"Bapak yakin sama perasaan Bapak ke saya? Maaf ya Pak bukan mau menceramahi tapi bisa aja kan perasaan Bapak itu cuma rasa kagum doangg". Aluna masih berkilah.


Alvaro justru tersenyum. Tidak salah lagi, Aluna adalah gadis yang tepat menjadi pendamping hidupnya. Hanya tinggal membuat gadis ini jatuh cinta padanya saja. Setelah itu dia akan menikahi Aluna dan mereka berdua akan hidup bahagia.


Alvaro memeluk Aluna dengan sayang. Dia berjanji akan menjaga spesies langka ini supaya tidak punah.


"Pak". Aluna terkejut saat Alvaro memeluknya.


"Biarkan sebentar Na. Biarkan saya memeluk kamu. Makasih udah jadi tempat ternyaman buat saya peluk. Saya akan sabar nunggu jawaban kamu dan saya akan buat kamu jatuh cinta sama saya".


Aluna terdiam dan jantungnya berdebar-debar. Apakah sebenarnya Aluna sudah menyukai Alvaro? Namun Aluna saja yang belum tahu perasaan nya.

__ADS_1


**Bersambung......


Ikutin terus kisah Double Al ya guyyyssss**..


__ADS_2