Pacarku Presdir

Pacarku Presdir
Pacarku Presdir-80


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Aluna dan Alvaro sedang bersiap-siap untuk berangkat ke Inggris sesuai dengan permintaan Alvaro untuk mengajak calon istri nya itu untuk diri prewedding disana.


Zein, Santoso, Jane dan Kanti mengantar putra-putri mereka ke Bandara. Tidak lupa juga Leon ikut serta kedua sahabat Aluna yang sudah menjadi istri orang.


"Kalian hati-hati ya". Pesan Zein.


"Iya Dad".


Alvaro menggunakan jet pribadi miliknya. Tentu saja untuk Aluna dia tidak mau sesuatu yang biasa saja dia mau yang luar biasa dan bikin kaget.


Aluna bersandar dibahu Alvaro sambil menikmati penerbangan yang jauh dari Indonesia ke Inggris.


"Sayang". Alvaro mengusap kepala gadis itu.


"Ehem, Kak apakah disana nanti kita makan roti atau nasi?". Aluna sudah mewanti-wanti jika makan roti pasti dia tidak akan kenyang.


Alvaro terkekeh bukannya menanyakan tempat-tempat romantis atau shopping Aluna malah menanyakan makanan.


"Aku udah nyiapin makanan Indonesia buat kamu". Alvaro menarik hidung Aluna gemes.


"Wahhh. Apa ada bakso? Rendang? Seblak? Mpek-mpek? Trus apa lagi yaaa, apa ada sate kambing?".

__ADS_1


Rasanya air liur Aluna ingin menetes saat menyebut makanan kesukaannya itu. Apalagi ada rendang jengkol benar-benar cacing didalam perut Aluna sudah pada demo. Padahal sebelum berangkat ke sini dia sudah makan duluan.


"Ada sayang. Apa sihh gak ada buat sayangku ini?". Alvaro menciumi wajah Aluna.


"Kakak geli. hihi". Aluna merasakan geli diwajahnya saat Alvaro mencium wajahnya.


"Makasih ya udah hadir dalam hidup aku. Kamu itu permata yang sangat berharga buat aku". Alvaro menarik Aluna kembali kedalam pelukannya.


Sonny dan beberapa awak pesawat yang bertugas dijet pribadi itu menatap iri kemesraan Tuan mereka. Alvaro jauh berubah saat Alvaro menjadi kekasih Aluna. Dulu Tuan mereka itu sangat dingin tak tersentuh tapi sejak ada Aluna, dia benar-benar menjadi pria yang hangat dan lembut.


Aluna melingkarkan tangan munggilnya di perut Alvaro. Sambil kepalanya bersandar dengan manja didada bidang pria itu.


"Kakak tahu gak apa yang paling indah didalam hidup ini?". Aluna mendongkrakkan kepalanya menatap wajah Alvaro.


"Saat aku menemukan Kakak". Senyum Aluna. Hati Alvaro bagai tergelitik mendengar gombalan gadis penyewa itu.


"Aku gak tahu pasti kapan aku jatuh cinta sama Kakak. Tapi setiap kali kita bertemu selalu aja berdebat. Kadang aku mikir kalau kita ini tertakdir buat jadi munsuh, ehh malah saling jatuh cinta". Aluna tertawa lebar "Jujur ya Kak. Dulu aku suka sama Kak Ray, suka banget. Selain ganteng dia juga baik, pintar, kaya, gak pelit, kalau dibawa kondangan juga mau minimal gak malu-maluin lah kalau ditanya dia pacar aku". Aluna cekikikan saat melihat wajah Alvaro yang kesal ketika dia memuji Rayyan "Tapi gak tahu kenapa gimana pun aku suka nya sama Kak Ray aku tetap gak bisa cinta sama dia. Aku anggap dia Kakak aku doang. Kayak ada tembok pembatas yang gak bisa satuin aku sama dia ehhh malah aku jatuh cintanya sama Supir Taksi Online". Aluna tertawaan lebar


"Kamu ini". Alvaro memutar bola matanya malas. Hanya Aluna yang berani mengatakan dia Supir Taksi Online.


"Pas Kakak cuekin aku waktu itu, uhhh rasanya kesal banget apalagi liat Kakak duduk berdua sama cewek rasanya tuh kayak pengen ngajak Kakak salto. Ehhh tapi siapa tuh cewek kok gak pernah liat lagi?". Seru Aluna


Alvaro terkekeh kecil. Dia pikir waktu itu Aluna tidak cemburu sama sekali.

__ADS_1


"Dia Keysha, sepupu dari Mommy. Dia itu seorang desainer. Dia udah punya calon tapi mau bantuin aku buat manasin kamu". Ucap Alvaro tersenyum.


"Tapi makasih yaaa. Aku gak nyangka kamu ternyata jatuh cinta juga sama aku". Ujar Alvaro lagi "Aku udah tertarik sama kamu sejak kita ketemu di minimarket waktu itu. Dan kamu tahu, aku ini penderita OCD akut. Aku juga sedikit alergi pada wanita apalagi yang kek cacing kepanasan buat aku geli aja". Jelas Alvaro sambil memasang wajah jijiknya "Tapi saat ketemu kamu semua berubah. Kamu merubah cara berpikir ku. Kamu sering buat aku kesal dan naik darah. Tapi kamu juga yang berhasil buat aku jatuh cinta". Senyum Alvaro.


Aluna bagai terbang diawan-awan hatinya berbunga-bunga. Berawal dari pacar sewaan berakhir jadi pacar seumur hidup.


"Aku udah ngebayangin kalau kita nikah nanti pasti kita akan lebih romantis dari ini". Imbuh Alvaro lagi.


"Kakak salah". Aluna menggeleng "Justru saat kita nikah nanti kita bakal rusuh setiap hari. Kenapa? Karena akan banyak kejutan yang kita lihat dari pasangan masing-masing. Kita ini bertolak belakang. Jadi untuk menyatukan dua karakter yang berbeda itu butuh proses untuk saling berinteraksi. Apalagi nanti akan punya anak, kita akan membesarkan mereka tentu saja bukan hanya butuh uang tapi juga fisik dan mental. Aku dan kamu akan menjadi orangtua. Kita akan mengalami berbagai macam masalah ketika kita sudah berjalan sangat jauh. Tapi kita gak akan nyerah karena kita berdua". Alvaro menatap Aluna dalam.


"Kita berdua manusia yang gak sempurna. Aku memiliki banyak kekurangan dan kamu yang akan menutupi kekurangan aku dengan kelebihan kamu. Kita akan saling melengkapi nantinya. Saling merangkul dan menguatkan". Aluna tersenyum manja.


"Aku bangga punya kamu". Bukan semata gombalan Alvaro benar-benar bangga memiliki Aluna


"Aku juga Kak. Makasih banyak Kakak udah mau pegang komitmen buat gak nyentuh aku diluar batas". Ucap Aluna.


"Sama-sama sayang. Karena aku sayang sama kamu. Benar yang kamu bilang, kalau cinta itu tulus bukan semata nafsu. Aku belajar banyak dari kamu. Makasih sayang". Alvaro kembali menarik gadis itu dalam pelukannya.


Sama-sama pengalaman pertama dalam menjalani hubungan pacaran. Tapi keduanya saling berkomitmen untuk menjaga satu sama lain.


Alvaro dan Aluna termasuk pasangan yang unik. Jika pasangan lain bisanya selalu bertengkar karena ini dan itu maka hal itu tidak berlaku untuk Alvaro dan Aluna. Keduanya saling memahami satu sama lain tidak egois dan tidak mementingkan perasaan sendiri.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2