Pacarku Presdir

Pacarku Presdir
Pacarku Presdir-45


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


"Kamu sama Al baik-baik aja kan Lun?". Tanya Leon sambil menyetir. Dia heran melihat kedua orang itu tadi saja direstourant tidak saling sapa.


"Baik-baik aja. Emang kenapa?". Tanya Aluna heran


"Gak sih. Cuma Kakak liat kalian kok gak saling sapa gitu sih? Lagi berantem?". Jiwa kepo Leon meronta-ronta.


"Lagi putus hubungan". Jawab Aluna ketus.


Sampai dirumah Aluna langsung turun dari mobil.


"Ehhh Kak Ray?". Aluna tersenyum hangat pada Rayyan yang berada dirumahnya.


"Baru pulang Na?". Tanya Rayyan ramah.


"Iya Kak. Tumben Kakak disini? Ada apa Kak? Ayo duduk". Ajak Aluna duduk disoffa. Rayyan mengikuti.


"Lun, Kakak masuk kamar duluan. Kamu jangan begadang setelah itu langsung istirahat". Ucap Leon masuk kedalam kamarnya dia tidak suka pada Rayyan.


"Iya Kak". Namun suara Aluna tidak didengar oleh Rayyan karena dia sudah masuk kedalam kamar.


"Ada apa Kak?". Tanya Aluna ingin tahu.


"Kita ke taman belakang yuk. Ada yang ingin Kakak bicarain sama kamu". Ucap Rayyan.


"Aku mandi sama ganti baju dulu ya Kakak. Kakak nunggu gak apa-apa?".


"Iya gak apa-apa. Kakak tunggu disini aja". Rayyan tersenyum hangat.


"Bentar ya Kak".


Aluna masuk kedalam kamarnya dan membersihkan diri. Kedua orangtuanya sedang ada arisan bersama Arya dan Lia, jadi hanya dia dan Leon saja dirumah.

__ADS_1


Tidak butuh waktu lama. Aluna sudah lengkap dengan pakaiannya. Dia keluar dari kamar sambil menghampiri Rayyan yang menunggu dari tadi.


"Ayo Kak".


"Iya".


Mereka berdua berjalan menuju taman belakang rumah Aluna.


Mereka berdua duduk ditaman. Taman ini adalah tempat mereka bermain waktu kecil. Saat Aluna berumur lima tahun, Rayyan berumur sepuluh tahun. Mereka cukup dekat karena memang dari kecil mereka sudah bertentangga.


"Ada apa Kakak ngajak aku kesini?". Tanya Aluna


"Na". Rayyan menarik nafas dalam. Dia memiringkan badannya agar menghadap Aluna "Kakak.....".


"Kakak kenapa?". Tanya Aluna penasaran


"Kakak suka sama kamu".


Aluna membulatkan matanya sempurna mendengar ucapan Rayyan.


"Maksud Kakak?". Aluna masih belum mengerti


"Kakak cinta sama kamu Lun. Sejak kecil. Belasan tahun Kakak nahan perasaan ini". Ucap Rayyan "Kakak gak sanggup lagi nahan semuanya. Kakak ingin kamu tahu bahwa Kakak cinta sama kamu Lun. Kakak cemburu liat kamu sama Al. Kakak gak bisa liat kamu sama dia". Ungkap Rayyan


Alvaro masuk kedalam kamarnya. Pria itu berkali-kali menghembuskan nafasnya secara kasar.


"Arggghh". Alvaro mengusar wajahnya.


"Aku gak bisa gini terus. Aku gak bisa jauhin Aluna. Aku gak bisa. Aku takut jika Aluna suka sama cowok lain". Alvaro frustasi dengan pikiran nya sendiri.


"Aku harus temui Aluna. Aku harus jelasin sama dia".


Alvaro mengambil kembali kunci mobilnya. Bahkan dia masih memakai pakaian kantornya. Dia hanya melepas jasnya dan mengulung kemejanya sampai siku.

__ADS_1


Alvaro melajukan mobilnya. Dan menuju rumah Aluna.


Sampai dirumah Aluna. Alvaro turun dengan tergesa-gesa.


Langkah-langkah nya terhenti ketika melihat dua orang yang begitu Alvaro kenal tengah duduk dibangku taman.


Penasaran, Alvaro mendekati kedua orang itu.


"Kakak cinta sama kamu Lun. Sejak kecil. Belasan tahun Kakak nahan perasaan ini". Ucap Rayyan "Kakak gak sanggup lagi nahan semuanya. Kakak ingin kamu tahu bahwa Kakak cinta sama kamu Lun. Kakak cemburu liat kamu sama Al. Kakak gak bisa liat kamu sama dia". Ungkap Rayyan.


Alvaro yang mendengar terdiam. Dadanya sesak. Alvaro melangkah berbalik.


"Maaf Kak. Maaf. Tapi aku mencintai Kak Al Kak, aku gak bisa bohong sama perasaan aku sendiri. Aku anggep Kakak seperti Kakak ku sendiri".


Langkah Alvaro terhenti mendengar ucapan Aluna. Benarkah Aluna mencintainya? Benarkah gadis penyewa itu jatuh cinta padanya?


Alvaro kembali berbalik. Dia ingin mendengarkan kelanjutan ucapan kedua orang itu.


"Na". Rasanya lidah Rayyan terasa kelu. Ini yang dia takutkan dari dulu.


"Maaf Kak. Aku gak bisa balas perasaan Kakak. Hati aku udah milik Kak Al. Maaf". Ucap Aluna menunduk merasa bersalah pada Rayyan.


Rayyan memejamkan matanya berusaha menahan gejolak dalam dadanya. Kenapa sesakit ini ditolak? Biasanya dialah yang menolak wanita tapi kali ini dia yang ditolak.


"Gak apa-apa Na. Kakak paham sama perasaan kamu. Tapi izinkan Kakak untuk mencintai kamu, meski kamu sama sekali gak cinta sama Kakak". Lirih Rayyan terdengar sendu. Tangan Alvaro terkepal, tapi dia berusaha menahan emosi nya.


"Kak, jangan. Bukan aku melarang Kakak buat cinta sama aku. Tapi itu gak benar. Sebaiknya Kakak lupain aku dan cari cinta yang lain. Alya itu sayang sama Kakak, aku yakin dia cewek yang pantes bersanding sama Kakak". Ucap Aluna. Alvaro terkejut mendengar nama adiknya yang disebut.


"Na".


"Kak, sekali lagi aku minta maaf. Aku udah punya orang yang harus aku jaga hati nya. Kakak berhak bahagia tanpa aku". Ucap Aluna.


Rayyan menunduk berusaha menahan tangisnya. Sebelum mengungkapkan perasaannya dia sudah mengumpulkan sejuta kekuatan dalam hatinya. Namun tetap saja dia rapuh ketika mendengar penolakkan gadis itu.

__ADS_1


Inilah yang Rayyan takutkan dari dulu. Dan apa yang dia takutkan terjadi. Aluna menolaknya dan hatinya sakit luar biasa.


Bersambung......


__ADS_2