
Anita sudah tidak bisa berkata apapun saat pakaiannya dilucuti oleh suaminya.
"By,jelaskan kenapa kau begitu emosi" Tanya Anita sambil menggigit bibirnya kala Aldo mulai memasukan senjatanya.
Entah ini hanya alasan Aldo atau bagaimana,jika suaminya emosi dirinya lah yang menjadi pelampiasan nya.
"Ahhh,By. Jawab dulu !" Rengek Anita saat Aldo mulai menghujam di bawah sana.
"Diamlah Sayang,kau merusak kesenanganku" Kemudian Aldo menyerang bibir istrinya dengan rakus.
"Ahhh,pelan-pelan kasihan baby kita" Anita sedikit menahan perut Aldo saat hujaman itu terlalu cepat dan kasar.
"Maaf" Kemudian mencium perut Anita yang buncit itu lalu bibir nya perlahan naik keatas dan menyesap benda kenyal kesukaanya,bibir dan tangannya tak mau diam saling bergantian meremat dan mengecap benda kesukaannya itu.
"Ah,By" desah Anita sambil menggelengkan kepalanya kekanan dan kekiri saat rintik-rintik kenikmatan itu sudah menguasai tubuhnya. Aldo sangat lihai mempermainkan tubuhnya.
"Ya,begitu panggil nama ku sayang,kau sungguh seksi dan menggairahkan" Aldo semakin menghujam istrinya dengan pelan dan masuk hingga ke bagian yang terdalam.
"Ah,Aldo".
"Yeah,sebut terus namaku dengan suaramu yang seksi itu,Sayang" Aldo semakin menggila bahkan kini ia merubah posisi bercintanya menjadi ***** ***** dan menghujam Sang istri dari belakang.
__ADS_1
Anita dibuat kualahan jika suaminya sedang emosi,dan pastinya tenaga sang suami bertambah dua kali lipat untuk menggempurnya dan membuatnya lemas tak berdaya.
"Ah Aldo aku sampai Argggghh" Anita menggeram saat ia sampai puncak pertamanya.
"Tunggulah sebentar lagi sayang" melihat sang istri sudah lemas,Aldo membalikannya menjadi terlentang dan menghujamnya lagi dan lagi hingga ia mencapai puncak.
"Uhhhh" Aldo menggeram tertahan saat ia mencapai puncaknya. Kemudian ia mencabut senjatanya lalu merebahkan dirinya disamping sang istri.
"Terimakasih Sayang" Aldo kemudian mengecup dan merengkuh tubuh sang istri.
"Jangan lagi,By . Aku benar-benar sudah lemas" Protes Anita sambil mengatur nafasnya,saat Aldo memainkan buah ceri kesukaanya.
"Ssshhh Ah" Anita mendesah saat bibir dan tangan Aldo bermain liar di bagian intinya.
"By,kamu curang,aku benar-benar lelah".
"Benarkah? Tapi kenyataanya tubuhmu berkata lain?" Aldo menyeringai,kemudian ia membuka kaki sang istri dengan lebar,selebar pinggangnya dan mulai menghujamnya kembali dan Ronde kedua pun terjadi,mereka bermain seakan tidak punya rasa lelah,hingga mereka sampai puncak kenikmatan.
Kenyataanya Anita menolak tapi tubuhnya berkhianat,begitu juga Aldo selalu tidak puas jika melakukannya hanya sekali.
Mungkin ini resiko menikah dengan pria yang jauh lebih muda,apalagi Aldo mempunyai hasrat yang sangat tinggi dan juga kuat bermain sampai berjam-jam. Anita sebagai Istri akan selalu melayani dan tidak pernah mengeluh,ia selalu memuaskan sang suami.
__ADS_1
"Terimakasih sayang,terimakasih sudah hadir dalam hidupku dan terimakasih sudah mau mengandung anakku. Maafkan kesalahanku yang dulu yang pernah membuatmu kecewa." Bisik Aldo tepat di depan wajah sang istri yang masih berusaha mengatur nafasnya,bahkan penyatuan mereka masih tertanam sempurna.
Anita perlahan membuka matanya dan menatap wajah suaminya yang tampan.
"Aku yang seharusnya berterimakasih karena kau menerimaku apa adanya padahal umur kita terpaut sangat jauh dan kau juga datang menyembuhkan luka hatiku dan memberikanku kebahagiaan yang tak terkira" Bisik Anita. "Jika harus memilih, antara napas dan cinta. Maka aku memilih nafas terakhir untuk mengatakan, Aku sangat mencintaimu". Ungkap Anita.
Walaupun dirinya pernah disakiti hingga ia harus kehilangan calon bayinya,tapi ia dengan mudah memaafkan,karena cintanya begitu besar untuk Aldo.
"Aku lebih mencintaimu sayang" Aldo kemudian kembali memanggut bibir sang istri dengan lembut menyalurkan rasa cinta yang membuncah di dalam dirinya.
Cinta merupakan perasaan terindah yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Sekilas jatuh cinta dan mencintai dengan tulus tak memiliki perbedaan.
Bisa saja ketika seseorang jatuh cinta, dengan sekejap bisa berpaling pada orang lain yang lebih mengesankan.
Namun mereka yang mencintai dengan tulus akan menerima pasangannya dengan sepenuh hati dan tak akan pernah berpaling. Cinta sejati itu memandang kelemahan lalu menjadikanya kelebihan untuk saling mencintai.
"Hari ini, kemarin, dan seterusnya, aku akan selalu bahagia dan berterima kasih kepadamu. Kamu adalah sumber kebahagiaanku." Aldo Sanjaya.
"Dan Aku diberkati karena memilikimu di sisiku dan aku tidak pernah bisa membayangkan memiliki orang lain dalam hidupku. Aku membutuhkanmu bersamaku, selalu dan selamanya." Anita Maheswari.
Jangan lupa dukungannya dan juga mampir ke novel othor yang lainnya😘😘.
__ADS_1