Perawan Tua Meet Brondong Tajir

Perawan Tua Meet Brondong Tajir
Hukuman Aldo


__ADS_3

Jangan lupa kasih like untuk author yang manis imut kayak marmut biar makin semangat🀭🀭


Follow IG me @Thalindalena


Happy Reading


Pagi telah pergi. Mentari tak bersinar lagi


Ntah sampai kapan ku mengingat tentang dirimu.


Lagu dari Virza-Tentang rindu mengalun indah dari ponsel Anita. Seolah lagu itu begitu mewakili perasaannya.


Anita berdiri di balkon kamarnya,ia menatap langit yang cerah di pagi ini tapi tak secerah hati nya.


Dan waktu kan menjawab,Pertemuan ku dan dirimu.


Hingga sampai kini akuΒ masih disini.


Tak terasa sudah empat bulan ia berada di Negara ini. Kehamilannya pun sudah menginjak usia lima bulan membuat perut wanita itu kian membesar.


Dalam benak nya apakah suaminya tidak pernah mencarinya? Dan apakah suaminya itu tidak merindukannya atau merindukan buah hatinya?.


Banyak pertanyaan lainnya yang selalu di pikirannya tapi ia terlalu gengsi untuk menanyakan keadaan Aldo pada Ferdi dan Diana yang selalu mengunjunginya dua minggu sekali.


By,Aku sangat merindukanmu


Maafkan aku terlalu egois karena pergi meninggalkamu.


Tapi rasa sakit yang ia rasakan masih tersisa di hatinya. Hati bagaikan kaca sekalinya pecah tidak akan bisa kembali seperti semula. Bukan kah begitu? Wanita jika disakiti itu sulit untuk melupakan? Apa lagi masalah hati !


"Nona" Panggil Luna masuk kedalam kamar Anita sebelumnya ia sudah mengetuk pintu.


"Hem?" Jawab Anita dengan deheman saat Luna sudah ada di dekatnya.


"Waktunya untuk mengecek kandungan Anda" Ucap Luna.


Dirumah besardan mewah itu Ferdi sudah menyiapkan segala kebutuhan Anita.


Anita diperlakukan bagaikan putri raja oleh para pelayan disana.


Bahkan Alat untuk USG kehamilannya beserta dokter dan perawat yang stay 24 jam pun sudah di persiapkan sejak awal Anita berada disana.


Seberapa kaya sih Papa sambungnya itu?


Jika kalian ingin tahu ! Nantikan lapak Doni dan Citra ya.🀭🀭

__ADS_1


"Selamat siang Dokter" Sapa Anita saat sudah sampai salah satu kamar yang berada dilantai bawah dan di ikuti oleh Luna di belakangnya. Tepatnya kamar yang sudah disulap seperti Ruangan USG layaknya di rumah sakit.


"Siang juga Nona"Jawab Dokter wanita itu ramah. "Sudah siap untuk bertemu junior?" Anita mengangguk Antusias.


"Mari nona" Ucap Perawat membantu Anita berbaring di tempat tidur itu. kemudian Perawat itu menaikan pakaian yang ia kenakan hingga sebatas dada tapi sebelumnya perawat itu menutupi kaki hingga sebatas pinggang dengan selimut lalu perawat itu mengoleskan Gel dingin ke perut Anita.


"Ah, ini dia. Wah aktif sekali ya" Ucap Dokter saat sudah menggerakan Alat itu perut Anita.


Anita menatap layar monitor itu penuh haru,ia terharu karena bayi yang dikandungnya tumbuh dengan sehat. Rasa bersalah kini menyeruak dihatinya karena memisahkan anaknya dengan sang ayah. Bukan kah Ini adalah momen yang sangat membahagiakan untuk Para calon orang tua.


"Apakah Anda ingin melihat dia laki-laki atau perempuan,Nona.?" Tanya Dokter dengan tangan yang masih menggerakan Alat tersebut.


"Tidak Dokter,biarkan itu menjadi kejutan untukku" Ucap Anita seraya menghapus Air matanya.


🌷🌷🌷🌷


Ditempat lain Aldo sedang berkutat dengan setumpuk berkas yang harus ia periksa dan ia tanda tangani.


Rasanya kepala ingin pecah saja harus mengurus perusahaan dan juga memikirkan Istrinya yang jauh disana.


Jika bukan karena persyaratan mertuanya yang berkuasa itu,mungkin ia sudah memboyong istrinya pulang ketanah Air, tapi karena ancaman dari Mertua dan Papa nya sendiri ia harus terjebak dan harus menahan rindu dengan Istri dan Anak nya yang masih di dalam kandungan.


Aldo membayangkan pasti perut istrinya itu sekarang sudah membesar dan pasti sangat menggemaskan.


Setelah kepergian sebulan kepergian Anita ,Aldo resmi menjabat CEO di perusahaanya sendiri.


"Om,aku mohon beritahu dimana Anita?" Tanya Aldo saat sudah sampai di rumah Ferdi kala itu.


"Panggil yang sopan ayah mertuamu ini" Sentak Ferdi.


" Iya maaf,Pa" Ucap Aldo.


"Fer kasih tau saja"Ucap Diana merasa kasian pada menantunya itu.


"Big No"Tegas nya. Membuat Diana kesal dan meninggalkan kedua pria berbeda generasi itu di ruang tamu.


"Karena kamu sudah menyakiti putriku jadi kau harus mendapatkan hukuman" Ucap Ferdi santai tapi memberi tatapan mematikan untuk Aldo.


"Hukuman?" Aldo menelas salivanya kasar saat mendengar kata 'hukuman' Karena ia tahu jika Ferdi adalah orang yang sangat sadis.


Kemudian Ferdi melempar beberapa berkas di atas meja tepatnya di hadapan Aldo.


"Apa ini?"


"Buka dan pelajari !"

__ADS_1


"What ??? are you crazy ??" Pekik Aldo saat sudah membaca berkas tersebut. Ferdi hanya tersenyum sinis.


"Ini mana bisa !! Perusahaan ini sudah di ujung tanduk" seru Aldo.


"Dan itu adalah tugasmu Boy, untuk mengembalikan Perusahaan tersebut pada kajayaanya" Ucap Ferdi santai.


"Satu bulan ! Aku beri waktu satu bulan untuk mu jika berhasil aku akan memberi tahu Anita berada" Lanjut Ferdi dengan penuh penekanan.


Aldo ingin rasanya mencekik leher Ferdi saat itu juga,tapi ia masih sayang nyawa.


"Oh my God" Aldo mengusap wajahnya kasar.


Demi Anita,istrinya orang yang paling dicintainya. Aldo menerima hukumanya itu.


Setelah bekerja keras satu bulan untuk memperbaiki cabang perusahaan ayah mertuanya itu yang hampir bangkrut karena adanya penyelewengan Dana bernilai triliyunan dari salah satu pimpinan perusahaan itu.


Tapi setelah berhasil Aldo malah dituntut untuk menduduki kursi CEO perusahan itu oleh Ferdi begitu juga Sanjaya melimpahkan kedudukan CEO nya untuk Aldo.


Kata pepatah sudah tertimpa tangga ditambah kejatuhan Durian Runtuh.πŸ˜†


Mau tak mau Aldo memegang dua perusahaan sekaligus dan juga beberapa Usahanya sendiri seperti Kafe dan juga Hotel tapi beruntung Doni masih bisa membantu walau hanya menghandle Kafe dan Hotel.


Flasback Off.


Aldo menghelas nafas nya kasar ketika pekerjaanya selesai. Ia mengambil ponselnya dan mengusap layar ponselnya itu menampilkan foto Anita yang tengah tersenyum manis.


"Sayang tunggu aku disana" Gumam Aldo kemudian meletakan ponsel itu kembali ke meja kerjanya. Karena kesibukannya ia tidak mempunyai waktu hanya untuk berlibur. Paling hanya hari minggu, itu pun tubuhnya sudah terasa sangat remuk.



Kemudian Aldo mengambil sebatang rokok dan menyulutnya dengan korek api. Ia menyenderkan tubuhnya di kursi kebesarannya sambil menikmati rokok yang tengah ia sesap.


Ia merokok jika saat pikirannya kacau seperti saat ini. Ia harus memikirkan cara untuk kabur dari pekerjaannya? Tapi apakah bisa mengingat mata-mata Ferdi ada begitu banyak dan tersebar di berbagai tempat.


"Nikmati saja karena itu adalah hukumanmu juga" Ucap Ferdi tak berperasaan kala itu saat memberi setumpuk pekerjaan untuk Aldo dan harus selesai dengan waktu yang sudah ditentukan.


Hukuman Aldo sangat menguntung kan buat papa Ferdi.


Author : Kasian Babang Aldo. Sini peluk Author biar makin semangat,Author tau pasti Babang butuh bahu untuk bersandarkan?πŸ€—πŸ€—πŸ€—


Aldo: 🀬🀬🀬


Author: 😜😜😜😜


Aldo: Jahat lo thor, tertawa di atas penderitaanku.

__ADS_1


Author: Bodo AmatπŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜œπŸ˜œπŸ˜œπŸ˜œπŸ˜œ


Jangan lupa likenya ya seyeng😘😘😘


__ADS_2