Perawan Tua Meet Brondong Tajir

Perawan Tua Meet Brondong Tajir
Dua ronde satu malam !


__ADS_3

Hari semakin siang,tapi pasangan berlebel pengantin baru itu masih bergelung di dalam selimut tebalnya. Tidak ada pergerakan sama sekali,mereka saling berpelukan dan berbagi kehangatan dengan keadaan yang masih polos.


"Eugghhh" Anita mulai menggeliat dan menerjabkan kedua matanya,perlahan Anita menyingkirkan tangan Aldo yang melingkar di perutnya.


"Haahh Jam 1 siang !" Pekik Anita saat melihat jam dinding di kamar hotel itu.


"Apa sih Yank ? " Aldo berdecak kesal karena suara Anita mengganggu tidur nyenyaknya.


"Lihat jam By, udah jam 1 siang pasti Kenzie nyariin kita dan juga perutku lapar banget" Ucap Anita,karena dari semalam ia hanya makan sedikit dan setelah usai pesta pernikahannya ia tidak sempat makan lagi karena sudah di gempur suaminya duluan hingga menjelang pagi.


"Astaga" Aldo baru teringat anaknya, lalu ia mengusap wajahnya. "Kamu mandi dulu gih, Nanti aku pesankan makan siang" Ucap Aldo,lalu mengambil ponselnya untuk menghubungi kedua orang tuanya.


"Iya deh" Anita langsung beranjak dari tempat tidur sebelum suaminya pikiran. Anita berjalan kekamar mandi dengan keadaan polos.


Glek


Aldo menelan ludah nya kasar karena tingkah istrinya.


"Ya udah Mah. Nanti sore kita pulang kok".


Tut


Aldo segera menutup telponnya karena bagian bawahnya sudah menegang dan minta di puaskan.


Aldo membuka pintu kamar mandi dengan perlahan dan berjalan pelan menghampiri sang istri yang tengah berdiri di bawah guyuran shower dengan posisi membelakanginya.


Greb


Aldo memeluk Anita dari belakang dan itu membuat Anita sangat terkejut.


"By " Rengek Anita karena tangan suaminya sudah berkeliaran di seluruh tubuhnya.


"Satu ronde lagi ya,udah tegang nih" Bisik Aldo sensual sambil menempelkan senjatanya ke bokong Anita lalu menggesek-gesek kannya.


"Ya udah tapi jangan lama-lama,perutku udah laper banget" Anita tak sanggup menolak kenikmatan yang di berikan oleh suaminya.


Mendengar persetujuan sang Istri,Aldo pun segera menjalankan aksinya. Secepat kilat Aldo menundukan tubuh sang istri dan menyodoknya dari belakang.


Sempit,sesak,berdenyut itulah yang dirasakan Aldo saat senjatanya tertanam sempurna di dalam inti sang istri. Dibawah guyuran Shower mereka bercinta,menciptakan sensasi yang sangat luar biasa. ******* demi ******* pun menggema di kamar mandi itu,membuat percintaan mereka semakin panas dan menggelora.


"Argggghhhh" Aldo menghentakan hingga ke titik terdalam,saat ia mencapai pelapasan sambil mencengkram kedua bulatan sintal milik istrinya.


"Ah,By" Anita pun sama yang sudah mencapai pelepasan entah sudah berapa kali.

__ADS_1


"I Love U" bisik Aldo sambil mengecupi punggung mulus milik istrinya,bahkan Senjatanya pun masih tertanam sempurna di dalam sana.


"I Love U, To" balas Anita sambil sedikit menegakkan badannya.


Aldo segera mencabut senjata yang sudah mulai mengecil lalu membalikan badan Anita,kemudian ia mengambil sabun dan memandikan istri cantiknya itu.


Setelah mandi dan berpakaian,Aldo dan Anita kini mengisi perutnya dengan berbagai macam makanan.


"Sore ini kita kembali kerumah,tadi aku sudah menelpon mama dan mereka sudah kembali tadi pagi" Jelas Aldo dan di angguki Anita sambil memejamkan matanya.


"Ya,tapi agak sorean aja ya. Kaki ku gemetar" Ucap Anita dan Aldo terkekeh mendengarnya.


"Ish,bisa enggak kalau durasinya di kurangi" Keluh Anita.


"Bukankah kau juga menyukainya ?" Aldo melirik Anita yang bersandar di sofa.


"E enggak" Anita tergugup.


"Ciee nggak mau ngaku" Aldo meledek istrinya.


"Ish Apaan sih! " Anita mendorong wajah Aldo yang ada di depan wajahnya.


"Aku punya sesuatu buat kamu" Ucap Aldo,lalu mengambil sesuatu dari dalam kopernya.


"Buka Aja" ucap Aldo tersenyum. Karena penasaran Anita pun segera membukanya dengan hati-hati.


"By ini -" Anita melihat dua sertifikat tanda kepemilikan Hotel berbintang lima dan restoran mewah atas nama dirinya.


"Itu hadiah dari aku,sebenarnya aku sudah lama mau ngasih itu"Ucap Aldo.


"By terimakasih" Anita langsung berhambur memeluk suaminya dan menciumi seluruh permukaan wajah suami tampannya.


"Kau pantas mendapatkannya sayang" Ucap Aldo sambil tersenyum lembut dan menatap sang istri yang ada di pangkuannya.


"Tapi semua itu tidak cukup dengan terimakasih" Ucap Aldo.


"Ih,dasar perhitungan sekali. Terus kau maunya dibayar pakai apa?" Tanya Anita dengan sinis.


"Dua Ronde setiap malam nya". Ucap Aldo menyeringai.


"Hih,Bisa-bisa gempor aku ! Tapi karena aku sedang bahagia,aku akan menurutinya" Ucap Anita tapi dengan nada kesal.


"Eh,tapi bagaimana aku mengelolanya ?" Tanya Anita.

__ADS_1


"Semua sudah aku atur ada orang kepercayaanku yang sudah mengurusnya dan kau tinggal terima beres dan menikmati keuntungannya" Jawab Aldo.


"Benar kah?". Aldo mengangguk sambil tersenyum.


"Terimakasih,muah muah muah" Sekali lagi Anita menciumi seluruh wajah Aldo.


"Kau bahagia sekali ya? " Anita mengangguk. "Sepertinya setiap hari aku harus memberimu banyak hadiah mewah" Ucap Aldo terkekeh.


"Ya dan aku akan menerimanya dengan senang hati" Balas Anita ,membuat keduanya terkekeh.


Tidak terasa hari sudah sore,Anita dan Aldo pun segera pulang kerumah,karena mereka sudah merindukan Baby Ken.


"Encus,Baby Ken biar aku aja yang gendong" Ucap Anita.


"Jangan Mbak,lagian mbak Anita kan baru sampai" Ucap Encus tidak enak hati. Aldo dan Anita memang menyuruh Encus memanggilnya dengan sebutan 'Mbak dan Mas'.


"Sudah tidak apa-apa,lagian kamu harus belajar kan" Ucap Anita.


Setelah mendapatkan tawaran dari Rosma beberapa waktu lalu,Encus memutuskan melanjutkan pendidikannya di SMA terbaik di kota itu dengan di biayai oleh Rosma dan Sanjaya.


Tentu semua itu sudah mendapat persetujuan dari kedua orang tua Encus. Bahkan Kedua orang tua Encus mengucapkan beribu terimakasih terhadap Rosma dan Sanjaya yang bersedia membiayai pendidikan putrinya.


"Tapi kan-"


"Sudah sini,aku kangen banget sama anak ganteng ini" Ucap Anita lalu menggendong Baby Ken dan membawanya menuju kamarnya.


Encus hanya bisa pasrah,padahal ia merasa tidak enak hati terhadap majikannya itu. Mereka sudah sangat baik kepadanya.


"Encus,belajar yang rajin" Rosma datang dari arah dapur sambil mebawa segelas susu dan memberikannya kepada Encus.


"Eh, Iya Oma. Tapi tidak perlu repot-repot,nanti Encus bikin sendiri" Ucap Encus merasa tidak enak,walau begitu ia menerima segelas susu itu.


"Jangan sungkan sama Oma. Kamu sudah saya anggap seperti putri saya sendiri" Ucap Rosma sambil mengelus kepala Encus yang berbalut Hijab.


"Oma-" Mata Encus mulai berkaca-kaca,majikannya itu sungguh mulia hatinya. Entah dengan apa kelak ia dapat membalas kebaikan majikannya itu.


"Hei,malah nangis sih ? Kami disini tidak pernah membeda-bedakan status seseorang" Ucap Rosma. Dan benar adanya jika Keluarga Sanjaya selalu baik terhadap siapapun bahkan kepada para pelayan dirumahnya pun sudah di anggap keluarganya sendiri.


Aldo gak ada lelahnya,tancap gas terusss 🀣🀣


Karena Aldo dan Anita sudah bahagia,jadi besok mulai nulis cerita Encus dan tetap di selingi cerita Aldo dan Anita.


Jangan lupa hadiahnya ya😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2