
Jika di kamar utama di kediaman Sanjaya sedang terjadi adegan uh ah uh,lain halnya di tempat lain tepatnya di markas Ferdi yang sedang mengintograsi Bram.
Bram di tangkap tepat saat Anita dan Aldo berbelanja keperluan bayinya di butik. Bram diam-diam mengikuti pasangan itu untuk mencelakakan Anita. Tidak ada perlawanan sama sekali dari Bram karena dengan dirinya ditangkap mungkin nanti tidak akan ada yang terluka ataupun yang tersakiti.
"Katakan siapa yang menyuruh mu?" Sentak Ferdi. Duduk tegak di hadapan Bram yang tengah di ikat di kursi.
"Masih tidak mau menjawab? Oke aku akan menyelamatkanmu jika kau mau mengatakan siapa orang itu" Tawar Ferdi,karena Bram memilih tetap bungkam.
Mendengar Tawaran Ferdi,Bram tertarik dan semoga keputusannya ini tepat.
"Bastian,Bastian Smit" Ucap Bram.
"Hah ! Sudah ku duga " Gumam Ferdi. Rivalnya itu pasti ingin membalaskan dendamnya karena kematian putranya.
"Kenapa kau mau menjadi pesuruhnya ? Saya tahu jika kau adalah seorang pengusaha muda dan kenapa kau begitu bodoh !" Cibir Ferdi tepat sasaran hingga ke relung Hati Bram.
"Saya terpaksa " Jawab Bram,kemudian menjelaskan semua kejadian yang dia alami dan juga anaknya yang dalam bahaya.
"Skenario Tuhan bukan untuk dibaca dan diterka, tapi hanya untuk dimainkan oleh kita sebagai pemeran utamanya.
Apapun yang terjadi di dalam hidup mu yakinlah bahwa semuanya adalah kehendak dan rencana Tuhan untuk kebahagiaanmu." Ucap Ferdi kepada pria yang ada duduk dihadapannya.
__ADS_1
Ferdi menghembuskan nafasnya kasar seraya memejamkan matanya kemudian ia kembali menatap pria itu.
"Semoga setelah ini kau benar-benar bertobat. Aku akan melepaskanmu tapi dengan syarat" Ucap Ferdi menyeringai licik.
"Syarat ?" Entah kenapa Bram menjadi merinding saat melihat Ferdi menyeringai.
"Hem. Berkerja samalah,maka kau akan selamat dari ku".
Glek
Bram menelan ludahnya kasar,ternyata Ferdi lebih kejam dari Bastian.
"Kenapa? Apa kau takut? " Tanya Ferdi sambil mengambil pisau kecilnya yang di berikan Oleh Leon.
Seketika wajah Bram langsung memucat,dia tau kekejaman Black devil seperti apa.
"Aku kasih tahu,aku adalah pimpinan Black devil dan dia adalah penerusku" Ucap Ferdi sambil menunjuk Leon yang berdiri tak jauh darinya.
"Jadi karena kamu sudah masuk ke kandang singa maka kau akan sulit untuk keluar !"
"Ta tapi tadi anda bilang akan membebaskan ku "
__ADS_1
"Stttttt,tapi dengan syarat bukan ? " Ucap Ferdi menyeringai sangat menakutkan bagi siapa saja yang melihatnya.
"Syarat pertama kau harus menjadi penghianat untuk Bastian,bekerja sama lah dengan ku jika ingin selamat,aku akan menjamin keselamatan anak mu dan Syarat kedua kau harus berkenalan dengan pisau ku yang imut ini" Ucap Ferdi semakin mendekat sambil memegang pisau kesayangannya. Pisau berukuran kecil itu sangatlah tajam bahkan bisa menguliti lawannya dengan mudah.
Tubuh Bram gemetar ketakutan bahkan ia rasanya ingin ngompol saat itu juga.
"Tenang saja rasanya tidak sakit seperti di gigit semut he he he " Ferdi sudah lama tidak bermain-main dengan pisaunya. Ferdi berdiri tepat di belakang Bram.
"Ini hanya pelajaran kecil untuk mu he he he" Ferdi terkekeh kecil.
Leon yang melihat pun hanya menggelengkan kepalanya karena tingkah konyol Ferdi. Bisa tertawa disaat lawannya sudah sangat ketakutan.
Bram semakin memucat dan nafasnya tercekat saat pisau itu mulai menembus kulit bahunya.
Dan
Jleb
"Arghhhhhhhhhhhhhhh".
Aku tutup mata🙈.
__ADS_1
Jangan lupa dukungannya ya readersku tersayang 😘