Perawan Tua Meet Brondong Tajir

Perawan Tua Meet Brondong Tajir
Gelisah


__ADS_3

Jangan lupa like agar author makin semangat berkarya.


Follow IG me @Thalindalena


SELAMAT MEMBACA


Aldo menarik selimut untuk menutupi tubuh polos mereka lalu merengkuh istrinya yang sudah terlelap karena kelelahan habis olah raga ranjang yang sangat mengenakan dan menggetarkan jiwa raga.


Aldo mengecup bibir seksih itu telihat sedikit membengkak karena ulahnya.


"Salamat tidur sayang"


Cup


Kecupan terakhir ia labuhkan dikening sang istri,lalu ia segera beranjak dan berjalan kekamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dari peluh dan sisa percintaan mereka.


Setelah selesai berpakaian ia segera keluar dari kamarnya.


"Mah. Aku nitip Anita"Ucap Aldo mendekati sang mama yang sedang membaca majalah.


"Al, mama rasa kamu gak usah pergi deh. perasaan mama jadi gak enak gini" Ucap Rosma cemas dengan anak semata wayangnya.


"Mah. Mana mungkin!. Aldo harus memastikan sendiri Kafe dan hotel itu" Ucap Aldo Kekeh.


"Tapi Al-"


"Mah Aldo gak perlu khawatir. Aldo bisa jaga diri"


"Apa kamu udah pamit sama Anita?"


"Belum, Aldo gak mau lihat Anita sedih melihat kepergian Aldo".


"Tapi Anita akan lebih sedih jika kamu gak pamitan dulu" Ucap Rosma.


"Lalu Anita dimana?


"Tidur mah"


"Hah tidur? di pagi hari?" ucap Rosma sambil melihat jam di pergelangan tangannya.


"Biasa kelelahan. hehee. "Aldo nyengir kuda dan membuat Rosma geleng-geleng kepala.


"Kamu itu mirip banget sama papa kamu" Ucap Rosma.

__ADS_1


"Ya udah mah,Al berangkat dulu udah di tunggu Doni didepan" Ucap Aldo pamit mencium tangan sang mama.


"Iya hati-hati dijalan" Rosma mengantar Aldo hingga ke depan rumah.


Setelah melihat mobil yang ditumpangi Aldo melesat,Rosma kembali kedalam rumah.


--โ€-------------


Diperjalan Aldo dan Doni membahas proyek yang sedang dijalankan. Tanpa disadari mereka,ada sebuah mobil yang mengikuti mereka dari belakang.


"Gw mah salut sama lo bro" Ucap Doni.


"Ya apapun akan gw berikan demi istri gw. Termasuk nyawa gw".


"Widihh,Kok gw ngeri ya dengar kalimat terakhir lo itu"


"Harusnya lo gak usah turu tangan langsung gini"


"Ya tapi gw pengen yang sempurna untuk Anita,maka dari itu gw pengen turun langsung"


"Dasar bucin,Eh gimana rasanya ajeb-ajeb" Tanya Doni menyeringai.


"Wuihhhh, rasanya manteb Bro apa lagi Anita masih tersegel" Ucap Aldo bangga.


"Iya dong,emang nya lo celap celup yang udah longgar" ledek Aldo terbahak lalu mendapat umpatan dari Doni.


Obrolan absurd mereka berlanjut dan mereka menyetir bergantian.


Balik kerumah besar Sanjaya. Anita menangis sendu saat mengetahui suaminya pergi tanpa pamit. Hingga Rosma kualahan menghadapinya.


"Aduh,menantu mama yang cantiknya kayak cinta laura,udah dong jangan nangis" Rosma bingung membujuk Anita untuk berhenti menangis.


"Mah,Mas Aldo udah gak sayang lagi sama Anitta ,hua huaaa" Anita semakin terisak,entah kenapa tiba-tiba dirinya menjadi cengeng.


"Gak gitu,tadi Aldo bilang kalau mau pamit sama kamu tapinya Aldo gak tega bangunin kamu" Bohong Rosma.


"Udah ya jangan nangis,Kan Aldo cari uang yang banyak buat kamu,sayang" Mendengar kata uang Anita berhenti menangis lalu teringat tadi malam saat suaminya memberi empat buah ATM untuknya.


Flashback on


"Ini buat aku semua.By?" Tanya Anita saat Aldo menyodorkan Empat ATM.


"Iya sayang"Jawab Aldo.

__ADS_1


"Lalu apa ini ada isinya semua?" Anita memastikan


"Kau meragukan kekayaan suami mu ini?Hem?"


"Bukan gitu,tapi- ya sudahlah,makasih sayang" Ucap Anita berbinar lalu menciumi seluruh wajah suaminya


"Berterimakasih lah dengan benar" menaik turunkan Alisnya.


"Hiss mesummm" Anita memukul manja lengan Aldo.


"Pergunakanlah uang itu dengan baik ya, dan yang ini adalah tabungan untuk anak kita nanti" pesan Aldo menunjuk salah satu ATM tersebut.


"Iya By. Makasih" Anita terharu Aldo begitu perhatian padanya dan memikirkan anak-anaknya kelak.


Flashback off


Anita menatap empat ATM itu,kenapa perasaan ini semakin tidak enak?Seolah sesuatu yang buruk akan terjadi.


Ya allah lindungi suami hamba,dimana pun ia berada. Doa Anita dalam hati.


Anita mengambil ponselnya lalu menghubungi suaminya tapi nihil sudah berkali-kali mencoba menelpon tidak ada jawaban.


"By kamu kemana sih?" Perasaan Anita semakin gelisah.


ย 


"Ya,ikuti terus mobilnya jangan sampai lengah" Ucap pria tersebut.


"Baik,bos" Tut panggilan terputus.


"Kita lihat siapa disini yang akan menang. Aku tak sabar melihat kehancuran mu Aldo sanjaya"


Ha ha ha ha


Pria tersebut tertawa mengerikan. Tanpa ia sadari ada mata indah yang mengintipnya.


"Aku harus berbuat sesuatu" Ucap wanita itu lalu segera pergi dari sana sebelum ketahuan dengan membawa bukti video rekaman yang ia dapatkan.


Terimakasih sudah nunggu up dari othor readers.


Terus dukung author ya readers dengan cara like,komentar dan vote ya.


Love you all๐Ÿ’—๐Ÿ’—.

__ADS_1


__ADS_2