Perawan Tua Meet Brondong Tajir

Perawan Tua Meet Brondong Tajir
You're Mine!


__ADS_3

Deg


Jantung Ken bergemuruh ketika mendengar pria yang di dekat Salwa memanggil dengan sebutan 'Sayang'.


Siapa dia?


Ada hubungan apa dia dengan Salwa?


Dan masih banyak berbagai pertanyaan lainnya yang ada di kepala Ken. Tapi, Ken berusaha menahan semua itu.


"Tidak. Aku tidak mengenalnya." Jawab Salwa terdengar begitu jelas di telinga Ken.


Dada Ken seperti di hantam batu besar ketika mendengar jawaban dari Salwa dan tenggorokannya terasa tercekat.


Apa karena 10 tahun berlalu, Salwa sudah melupakannya? Atau dia sudah tidak mengingat wajahnya?


Apa karena ia hanya ingin membalas rasa sakit hatinya dulu?


"Salwa? Kau tidak mengingatku? Aku Kenzie." Ucap Ken dengan sedikit emosi dan bercampur sedih.


"Maaf, saya memang sama sekali tidak mengenal anda dan sepertinya anda salah orang." Jawab Salwa dengan sangat Sopan dan tenang.


Pria yang di dekat Salwa pun menatap keduanya bergantian.


"Mungkin benar apa yang di katakan gadisku ini jika anda salah orang." Ucap Pria berseragam loreng tersebut.


Apa gadisku?!

__ADS_1


"Salwa? Aku memang pernah menyakitmu tapi jangan membalasku seperti ini." Ucap Ken, kepada Salwa.


"Apa anda tidak dengar jika gadisku ini tidak mengenal anda!" Ucap Pria berseram loreng itu.


"Aku tidak bertanya kepada kau! Tapi, aku bertanya pada Salwa!"


Sedangkan Salwa masih duduk dengan tenang di kursi sana.


"10 tahun aku menunggumu! Tapi apa yang aku dapatkan? Kau malah berjalan dengan pria lain!" Ucap Ken dengan berapi-api.


Karena suara Ken sedikit keras, membuat seluruh pengunjung Kafe memperhatikannya.


"Dan kau! Siapa kau berani menyentuh tangan Salwa!" Ken menunjuk Pria berseragam loreng itu dan menatap penuh permusuhan.


Pria berseragam loreng tersebut manatap balik Ken tapi dengan senyuman yang penuh arti.


"Aku berhak menyentuhnya karena dia adalah calon istriku!"


Deg


"Stop!!!" Teriak Salwa. "Dengarkan aku Tuan, aku memang tidak mengenalmu!" Ucap Salwa dengan tegas.


Karena situasi sudah semakin memanas, akhirnya Kailan menghampiri saudaranya.


"Bang." Kai, menepuk pundak Ken. Lalu Kai membawa paksa Ken menjauh dari sana.


"Ini tidak bisa dibiarkan, Kai." Sentak Ken, ketika ia diseret paksa Kai menuju ruangan kerjanya.

__ADS_1


Kenapa rasanya sesakit ini? Dan ingin sekali dirinya menjerit.


"Bang, sudahlah mungkin dia bukan jodohmu! Saatnya move on. Lagian jika dibandingkan dengan dirimu memang lebih baik pria loreng itu yang lebih tampan,gagah dan juga brewoknya itu sangat keren. Aku yang pria saja mengakui ketampanan pria itu." Ucap Kai, tanpa sadar membuat Ken semakin kepanasan.


"Kau itu sengaja,Ya!" Kesal Ken kepada adiknya.


"Aku berbicara sesuai dengan apa yang aku lihat." Jawan Kai cuek.


"Kai!!!!" Teriak Ken.


Bugh


"Anj*ing!!" Umpat Kai, ketika ia mendapat bogem mentah dari sang kakak.


"Rasakan!" Ucap Ken, lalu pergi meninggalkan Kai.


Saat sampai di depan Kafe tersebut ia melihat Salwa yang tengah berdiri sendirian. Sepertinya gadis itu tengah menunggu pria yang tadi.


"Kau hanya milikku!" Gumam Ken, lalu menghampiri Salwa.


"Kau!!" Pekik Salwa ketika melihat Ken ada di depannya.


Tanpa banyak kata, Ken membawa paksa Salwa menuju mobilnya.


"Kau gila!! Lepaskan aku!" Pekik Salwa dan berontak, ketika ia di paksa masuk kedalam mobil Ken.


"Ya! Aku memang gila!" Sentak Ken, dan menatap tajam Salwa.

__ADS_1


"You're Mine!!"


Dukung terus othor ya gaes😘😘


__ADS_2