
Aldo segera menindih tubuh istrinya yang sudah polos itu,kemudian memberikan sentuhan-sentuhan yang memabukkan di setiap inci kulit istrinya.
"Ahh,By," Lenguh Anita ketika Aldo mencicipi buah ceri nya dengan rakus dan bergantian.
Kemudian Aldo berganti mencium bibir Anita dan mellumatnya rakus.
"Sayang,apa kau sadar sesuatu?" Tanya,Aldo setelah melepas tautan bibirnya.
"Tidak," Jawab Anita.
"Kau tidak mual," Ucap Aldo,kemudian mencium bibir Anita sekilas.
"Ah,iya benar sekali,padahal aku tidak memakai masker," Ucap Anita baru tersadar.
"Ayo lanjut lagi," Ucap Aldo,lalu menyerang Anita beringas.
Kemudian terjadilah pertarungan sengit di atas tempat tidur itu,yang menghasilkan suara dessahan dan decapan hingga pagi menjelang.
Aldo malam ini seperti harimau kelaparan,ia mencicipi tubuh istrinya dengan sangat rakus.
"Terimakasih,sayang," Ucap Aldo,setelah selesai percintaan mereka,kemudian ia mengecup seluruh wajah istrinya.
"Sama-sama,by," Balas Anita,yang sudah terkulai lemas.
♤♤♤♤♤
Disisi lain,Bram dan Encus pun sama baru saja usai melakukan penyatuan yang panas.
Tubuh Encus sudah terkulai lemas dengan keadaan terlentang,tapi Bram masih asik dengan pucuk bukit kembar milik Istrinya yang semakin bulat dan besar. Apa lagi tombak saktinya masih tertaancap sempurna di bawah sana.
__ADS_1
"Eughh,mass Sshhhh," Encus mulai terpancing lagi,kala Bram terus menyusuu seperti bayi yang kehausan.
"Mau lagi ? Apa kau merasakannya,Tombak sakti ku mulai mengembang lagi," Bram mulai memaju mundurkan pinggulnya perlahan.
"Ahh,Masss. Emmm." Racau Encus sambil meremat rambut Bram.
Melihat Istrinya sudah mulai On lagi,Bram pun mulai mempercepat gerakan pinggulnya.
"Ah sayang." Desaah Bram,ketika merasakan tombak saktinya terasa diurut di bawah sana.
Milik istrinya benar-benar luar biasa dan membuatnya ketagihan.
Mungkin karena masih ABG jadi masih legit.😆
Pergulatan itu berlanjut hanya sebentar saja,karena Bram merasa kasihan pada istrinya yang sudah kelelahan.
"Terimakasih Encus ku."
"Aku terlalu kasar ya ?" tanya Bram,karena ia melihat wajah Encus pucat.
"Tidak,mas. Hanya saja perut bagian bawah ku sedikit Kram," Ucap Encus. Dan membuat Bram panik.
"Maaf,maafkan papa sayang karena terlalu sering mengunjungimu," Ucap Bram,di depan perut Encus dan mengelus lembut perut Istrinya itu.
"Apa masih sakit ?" Tanya Bram,sambil mengecupi perit Encus berulang kali.
"Sudah mendingan mas. Mungkin anak kita ngambek sama Mas," Ucap Encus terkekeh.
Memang benar rasa kram di perutnya berangsung menghilang saat Bram mengelus dan menciumi perutnya.
__ADS_1
"Huh,masih sebiji jagung saja sudah pintar protes ya," Ucap Bram dengan gemas,sambil mengunyel-unyel perut Encus.
"Mas geli ha ha ha haa," Encus tertawa terbahak.
"Kamu mau anak perempuan atau laki-laki,Sayang ?" Tanya Bram,menghentikan aksinya kemudian memeluk Encus.
"Laki-laki atau perempuan sama saja mas,yang penting sehat dan tidak kekurangan apapun," Jawab Encus tersenyum.
"Kamu benar sayang. Pinter banget sih ? Istri siapa nih ?" Goda Bram.
"Istrinya mas Brewok yang paling tampan dong,he he he."
"Memang aku brewokan banget ya ?" Tanya Bram,sambil mengusap Brewoknya.
"Dih ! Enggak nyadar kamu mas ? " Tanya Encus.
"Menurutku sih biasa saja,"
"Iya,menurut mas biasa saja,tapi menurutku luar biasa," Ucap Encus,kemudian mencium bibir Bram sekilas
"Nakal ya sekarang," Bram terkekeh.
"Kan nakalnya sama mas aja,He he he he,"
Terimakasih yang sudah selalu setia mengikuti alur cerita Novel Otor yang pertama ini.
Sebenarnya Novel ini sudah tamat dari Bab 113 dan kelanjutan kisah Encus dan Bram adalah Season kedua nya.
Jadi jika tidak suka,bisa langsung tinggalkan saja dan saya harap jangan berkomentar buruk yang dapat menurunkan Rating.🙏
__ADS_1
Terimakasih dan Mohon maaf jika ada salah kata. 🙏🙏