Perawan Tua Meet Brondong Tajir

Perawan Tua Meet Brondong Tajir
Mau Minta Sangu


__ADS_3

Jangan lupa like agar author makin semangat berkarya.


Follow IG me @Thalindalena


SELAMAT MEMBACA


Hari demi hari terlewati,tak terasa sudah satu minggu Anita dan Aldo berada dirumah baru mereka dan kini saatnya mereka kembali kerumah utama. Anita sedikit bernafas lega akhirnya ia kembali tinggal bersama mertuanya bukan karena tak suka tinggal berdua dengan suaminya akan tetapi suaminya itu selalu menggempurnya setiap saat dan tak tau tempat,membuat badan Anita terasa remuk. Setidaknya Jika dirumah mertuanya masih ada batasan.


Seperti pagi ini Anita terbangun dari tidurnya dengan keadaan toples begitu juga suaminya. Aldo sama sekali tidak mengijinkan Anita memakai sehelai benang pun jika berada di dalam kamar.


Anita menggeliat berusaha lepas dari rengkuhan Aldo. Setelah berjuang keras akhirnya dirinya terlepas juga.


"Huffff,Badanku rasanya sakit semua. Sepertinya aku membutuhkan tukang pijat". Gerutu Anita lalu beranjak dari tempat tidur dengan melilitkan selimut ke tubuhnya. "Aduhh. Pinggangku kayaknya Encok" Anita berjalan tertatih menuju kamar mandi sambil memegang pinggangnya.


Setelah sampai dikamar mandi Anita kembali menggerutu dan berdecak kesal karena tubuhnya sudah seperti macan tutul karena ulah suaminya itu. Lalu ia segera mengisi bathup dengan air hangat,sepertinya berendam sebentar bisa membuat tubuhnya lebih rilex.


Anita begitu menikmati acara berendamnya sambil memejamkan matanya. Tiba-tiba ia terkejut saat ada sentuhan lembut di pangkal pahanya.


"By. Ngapain? Sana keluar dulu gantian mandinya" Anita terkejut melihat Aldo sudah duduk dipinggiran Bathup dengan keadaan yang polos apa lagi pedangnya sudah siap untuk bertempur. Anita menelan ludahnya kasar saat melihat pemandangan itu.


"Mau mandi bareng,Yank" Jawab Aldo menyeringai. membuat Anita bergidik.


"Ya tapi gantian"


"Bareng aja biar lebih cepat"


"Cuma mandi aja gak lebih,janji"


"Iya sayang"


Dan mulai lah mereka mandi bersama dan Aldo menepati janjinya hanya mandi saja.


Aldo juga merasakan kasian pada istrinya yang terlihat kelelahan,apa lagi lingkaran hitam sudah terlihat di bawah mata Anita karena kurang istirahat.


Setelah mandi mereka menuju ruang makan untuk sarapan bersama dan disana sudah ada Sanjaya dan Rosma.


"Pagi mah,pah " Sapa Aldo dan Anita bersamaan.


"Pagi juga sayang" Jawab Rosma dan Sanjaya hanya mengangguk.


Lalu mereka sarapan bersama dengan tenang. Berhubung hari ini adalah minggu jadi setelah selesai sarapan mereka berkumpul diruang keluarga untuk sekedar ngopi dan ngeteh sambil ngobrol.


"Oh ya Al. Kamu kapan mau gantiin papah diperusahaan?"Tanya Sanjaya.

__ADS_1


"Iya sayang,sekarang kan kamu udah menikah,jadi mama rasa sudah waktunya kamu terjun ke Perusahaan" Rosma ikut menimpali sedangkan Anita diam menyimak pembicaraan mereka.


"Aldo belum siap Pah,Mah"


"Sampai kapan?" Yang ditanya Hanya mengangkat kedua bahunya.


"Jangan egois dong,ingat papah sudah tua dan waktunya pensiun"Ucap Sanjaya.


"Nanti Aldo pikirkan lagi tapi untuk tahun ini Aldo belum bisa. Masih ada proyek yang harus Aldo kerjakan" Jawab Aldo membuat Sanjaya hanya bisa menghela nafas.


"Ya sudah. Tahun depan kamu siap tidak siap harus siap" Tegas Sanjaya.


"Dan untuk Anita bagaimana? mau lanjut kerja atau tidak. Masalahnya Cuti mu tinggal satu minggu lagi" Tanya Sanjaya pada menantunya.


"Kalau Anita sih pengennya kerja,Pah. Tapi kalau Mas Aldo mengijinkan"Jawab Anita melirik suaminya yang tengah menatapnya. Anita sepakat memanggil Aldo dengan panggilan 'Mas' jika di depan keluarga.


"Kalau aku maunya kamu dirumah,Yank. Mengurus keperluan ku dan anak-anak kita nanti" Ucap Aldo menatap Anita lembut. Blushhh pipi Anita merona.


"Baiklah kalau begitu. Anita secepatnya akan mengirim surat pengunduran diri. Pah" Ucap Anita mantap. Karena ia ingin menjadi istri yanga baik maka ia menuruti Aldo.


"Nah sekarang kita bahas nih tetang Resepsi kalian" Lanjut Rosma.


"Apa gak terlalu terburu-buru Mah?" Tanya Aldo.


"Dan mama yakin sebentar lagi akan hadir Aldo junior" Ucap Rosma tersenyum menatap menantunya, membuat Anita tersenyum malu. "Jadi repsesi kalian diadakan satu bulan lagi,titik no debat".


" Tapi Mah-"


"Kamu gak usah khawatir Al. Semua biar mama yang urus" potong Rosma, seolah tau arah pembicaraan sang anak.


Dan akhirnya mereka setuju jika resepsi pernikahan akan diadakan sebulan lagi.


Setelah perdebatan masalah resepsi,mereka kembali melakukan aktifitas masing-masing. Seperti Aldo saat ini yang sedang di ruang kerjanya. Mata tajam itu dengan cermat layar laptopnya dan senyum menyungging di bibirnya.


Ternyata benar dugaanku,dia hanyalah seorang bajingan. Batin Aldo tersenyum puas. Lalu ia mengambil ponselnya untuk menghubungi seseorang.


"Bagaimana hasilnya?"Tanya orang disebrang sana.


"Good job. Ini merupakan senjata untuk membuatnya mati kutu" balas Aldo.


"Jangan lupa bonus untukku dua kali lipat" ucapnya lagi dari sebrang sana.


"Cih,mata duitan" Aldo mendecih kesal dengan sahabatnya itu.

__ADS_1


"Ya ya ya itu lah aku. ha haha ha" Suara tawa itu menggelegar memekakan telinga Aldo lalu dengan cepat ia menutup ponselnya.


Ceklek


Anita masuk keruang kerja Aldo setelah mengetuk pintu.


"By,aku bawakan cemilan dan jus jeruk untukmu" Ucap Anita membawa nampan ditangannya. Aldo menyambut dengan senyuman dan mengayunkan tangannya tanda untuk Anita segera mendekat.


Anita pun mendekat dan langsung duduk dipangkuan Aldo. Tapi sebelum itu Aldo dengan cepat menutup laptop nya yang masih menyala,sebelum anita menyadarinya.


" Kenapa?" Tanya Anita saat Aldo meletakkan kepalanya di pundaknya dan tangan melingkar di pinggangnya.


"Sebelum resepsi pernikahan kita, pekerjaanku harus cepat selesai dan ada proyek pembangun Kafe dan Hotel yang ada di luar kota" Jelas Aldo tak bersemangat.


"Lalu,kenapa. lesu sekali" Tanya Anita mengecup pipi suaminya.


"Pembangunnya sudah berjalan 80% jadi aku harus memantau langsung jalannya proyek tersebut hingga tahap akhir ,dan aku harus kesana paling lama 2 minggu" Jelas Aldo lagi lalu mengeratkan pekukannya di pinggang sang istri. Karena ia ingin membuat kejutan untuk istrinya dengan menghadiahkan Kafe dan hotel tersebut saat resepsi nanti. Walaupun ia sudah menghadiahkan Rumah mewah yang harganya sampai milyaran tapi menurutnya itu belum cukup. Istrinya adalah anugrah terindah dari tuhan dan cahaya hidup nya.


"Jadi kamu mau pergi meninggalkan aku?" Ucap Anita sendu bahkan matanya sudah berkaca-kaca.


"Hanya 2 minggu sayang" Aldo mengecup kedua mata Anita yang sudah mengeluarkan air mata dan terakhir mencium Bibir seksih yang selalu membuatnya candu dan selalu membuatnya khilaf.


Entahlah Anita sangat begitu berat melepas suaminya pergi. Mungkin karena ini pertama kali Aldo pergi jauh darinya dengan waktu yang cukup lama, menurutnya. Tapi tiba-tiba perasaan tidak enak menghinggapi hatinya?. Anita segera menepis perasaan itu.


"By. Apakah pekerjaanmu itu tidak bisa diwakilkan?" Anita mengerucutkan bibirnya menatap sang suami. Dan Aldo menjawab dengan gelengan,membuat Anita semakin sedih dan menelusupkan wajahnya di dada Aldo.


Lalu Aldo mengangkat tubuh Anita keluar dari ruang kerjanya


"By,turunkan Aku" Rengek Anita.


"Tidak mau"


"Hei,kamu mau apa?" Pekik Anita saat tubuhnya diletakkan diatas tempat tidur mereka dan sudah dibawah kukungan sang suami.


"Mau minta sangu".


Hai. Readers kesayangan ku sambil nunggu up nya karya aku ini,boleh donk lihat juga karya aku di lapak sebelah yang baru rilis.☺☺


Terimakasih sudah nunggu up dari othor readers.


Terus dukung author ya readers dengan cara like,komentar dan vote ya.


Love you all💗💗.

__ADS_1


__ADS_2