
Jangan lupa like agar author makin semangat berkarya.
Follow IG me @Thalindalena
SELAMAT MEMBACA
Aldo menerjabkan matanya,tangannya terasa kebas seperti ada benda yang menindihnya dan benar saja ternyata istrinya lah pelakunya. Tangan kekar itu membelai wajah cantik itu dengan lembut,soalah tidurnya terusik Anita menggeliat bukannya bangun malah semakin menelusupkan wajahnya di dada bidang Aldo,mencari kenyamanan disana. tingkah Anita membuat suaminya terkekeh pelan.
"Bangun putri tidur" Bisik Aldo di telinga istrinya. Tapi Anita tak kunjung bangun,membuat Aldo melancarkan aksinya dengan menciumi seluruh wajah istrinya.
"Ishh,minggir aku masih ngantuk" Ucap Anita mendorong wajah Aldo.
"Ck,ayolah sayang. Ini jam udah mau lewat magrib. ayo bangun lalu kita sholat berjamaah" Ucap Aldo pelan. Mendengar kata Sholat berjamaah Anita langsung terbangun mengucek matanya.
Sungguh imut sekali jika Anita sedang bangun tidur seperti ini. Tak tahan dengan godaan,Aldo langsung saja menyambar bibi manis istri nya itu.
"Empptttt----, Hah hah hah"Anita mengambil nafas sebanyak-banyaknya saat ciuman itu terlepas.
"Kebiasaan deh,kalau mau cium itu bilang dulu!" Bibir Anita mengerucut membuat Aldo semakin gemas.
"Udah Al. Ih gak ada habis nya kalau nurutin kamu" Mendorong wajah suaminya yang akan menyerangnya lagi.
"Habisnya kamu itu bikin nagih" Ucap Aldo genit mengerlikan sebelah matanya. Membuat Anita bersemu merah. Astaga!! Sejak kapan dia pandai menggombal? . Batin Anita. Lalu Anita beranjak dari tempat tidur dan berjalan kekamar mandi.
__ADS_1
"Mau kemana?"
"Mandi lah. Kan mau sholat" Jawab Anita.
"Oh iya ya. Bareng ya!" Ucap Aldo menaik turunkan alisnya.
"Ya udah ayo"
"Yess,Asikkkk" Lalu Aldo menyusul istrinya untuk mandi bersama.
Disisi lain Siska yang tengah membujuk Bram untuk makan di salah satu Kafe Family yang lagi Hits belakangan ini.
"Ayo,Bram ini bukan keinginanku tapi ini keinginan anakmu"Ucap Siska tak menyerah membujuk lelaki di hadapannya ini.
"Ayolah Bram. Aku mohon" Siska mengatupkan kedua tangannya di depan dada lalu ia mengelus perutnya yang sudah terlihat menonjol. Tapi Bram enggan untuk menjawab membuat Siska mendesah frustasi.
"Baiklah sayang. Ayo kita pergi sendiri. Memang papamu tidak sayang sama kamu"
Duk
"Iya kamu benar sayang" Ucap Siska pada janin yang berada di dalam perutnya yang merespon dengan tendangan.
__ADS_1
" Kau ini memang benar-benar tidak waras ya" Sahut Bram saat melihat Siska berbicara sendiri.
" Aku berbicara dengan anakku tahu!!"
" Siapa yang kau sebut anakmu? itu adalah anakku bukan anakmu!!!" Ucapan Bram membuat hati Siska mencelos. Bram akui Siska belakangan ini sudah berubah menjadi lebih baik,lemah lembut dan penyayang tapi menurut Bram,Siska hanya akting semata untuk menarik perhatiannya.
"Ya kau benar! Dia anakmu"lirihnya sendu dan menteskan air mata.
"Bukankah setiap orang berhak untuk berubah menjadi lebih baik? Dan bukankah setiap orang pernah melakukan kesalahan? Aku tahu kesalahan ku fatal tapi apakah aku tak berhak untuk berubah atau mendapatkan maaf darimu? Kau tau aku sangat mencintaimu bahkan lebih dari dirinya! Tapi kenapa? kau seolah menutup matamu? Jika pergi dari hidupmu jalan yang terbaik akan aku lakukan tapi sayangnya aku tidak bisa karena aku terlalu mencintaimu! walau jiwa dan raga ini tersakiti" ucap Siska menumpahkan isi hatinya.
"Hem Bulshit. Drama Quenn!!!. Kau pikir aku percaya dengan kata-kata mu? Sekali sampah akan tetap menjadi sampah!" Sarkas Bram dengan tatapan yang tajam membuat hati Siska semakin nyeri.
"Ya teruslah menyakitiku maka cintaku pada mu akan bertambah semakin besar" Ucap Siska menatap Bram dengan deraian air mata.
"Omong kosong apa yang kau ucapkan? Hah? Kau pikir aku percaya dengan manusia picik seperti dirimu? Berhentilah membual sialan!!!" Bram berucap dengan berapi-api.
"Ya aku memang sampah. Dan lihatlah Si sampah ini akan membuatmu bertekuk lutut" Ucap Siska.
"Ha ha ha. Itu tidak akan pernah terjadi. CAMKAN itu *****" Ucap Bram penuh penekanan lalu meninggalkan Siska.
Penghinaan dan cacian adalah makanan sehari-hari Siska. Tapi wanita itu tak menyerah untuk mendapatkan hati Bram. Kini Ia benar-benar sudah bertobat bahkan kini ia belajar Sholat dan mengaji dan juga memperdalam agama islam. Ya Siska adalah Non Muslim. tanpa sepengetahuan Bram, ia sudah berpindah ke agama islam.
Terimakasih sudah nunggu up dari othor readers.
__ADS_1
Terus dukung author ya readers dengan cara like,komentar dan vote ya.
Love you all💗💗.