Perawan Tua Meet Brondong Tajir

Perawan Tua Meet Brondong Tajir
Anak kurang ajar


__ADS_3

Anita dan Aldo sedang diliputi kebahagiaan karena tinggal dua bulan lagi buah hati mereka akan lahir. Sebisa mungkin Aldo memberikan yang terbaik untuk anak pertama mereka.


Seperti saat ini Aldo sibuk menghias kamar bayi mereka seindah mungkin,sedangkan Anita sedang melipati baju-baju bayi yang terlihat lucu.


"By,lihat deh lucu banget ya,aku enggak sabar memakaikan baju-baju ini ke bayi kita" Ucap Anita sambil memperlihat kan beberapa jumper bayi.


"Iya sayang,sabar. Tinggal nunggu beberapa bulan lagi" Balas Aldo,menghampiri Anita yang tengah duduk di tepi tempat tidur berukuran sedang itu.


"Jangan terlalu lelah,Yank. Lebih baik Encus yang membereskannya". Susi atau yang biasa di panggil Encus adalah babysitter yang sudah dipersiapkan oleh Aldo untuk calon buah hatinya.


Menurut orang sikap Aldo sangat berlebihan tapi disisi lain Aldo ingin lebih mengenal Encus dan melihat kinerja Encus,karena ia ingin yang terbaik untuk anak dan istrinya.


Anita sebenarnya keberatan dengan keputusan Aldo yang menyewa jasa Babysitter tapi karena semua keluarga mendukung keputusan Aldo,jadinya Anita hanya bisa pasrah dengan keputusan Suaminya yang mutlak.


"Tidak apa-apa Yank,lagian jika nanti aku lelah kan ada kamu yang mijitin" Ucap Anita manja sambil menoel dagu Aldo.


"Pijat plus-pus ya ?" Ucap Aldo dengan menaik turunkan Alisnya.


"Dasar Mesum !"


"Aku mesum cuma sama kamu,Yank. Lagian kamu juga suka kan? Di mesumin sama aku?" Goda Aldo.


"Ishh,dasar" Anita mencebikkan bibirnya antara kesal dan malu,tapi ia juga tak mengelak karena yang diucapkan Aldo adalah benar.

__ADS_1


Aldo tergelak saat meliihat ekspresi lucu dan menggemaskan wajah istrinya.


"Aku mencintai mu" Ucap Aldo,mantap Anita dengan penuh cinta dan kasih sayang.


"Dan aku lebih lebih mencintaimu,By" Balas Anita,kemudian bibir mereka saling bertaut menyalurkan rasa Cinta dan kasih sayang tiada batasnya.


Encus yang ingin membantu majikannya membereskan kamar bayi itu pun kembali lagi lantai bawah dengan wajah yang bersemu merah.


"Kamu kenapa Encus?" Tanya Rosma saat berpasan dengan Encus di tangga.


"Saya tidak apa-apa,Nyonya" Jawab Encus menunduk malu bahkan wajah meronanya masih terlihat jelas.


Rosma meyipitkan matanya,melihat Encus yang sepertinya habis melihat sesuatu.


"Iya,nyonya. Permisi Nyonya saya ingin membantu Mei di dapur" Pamit Encus.


"Bukankah,tadi aku menyuruhmu untuk membantu Anita memberekan kamar cucu ku?"


"Ah,itu nyonya anu" Wajah Encus semakin memerah,karena tadi melihat adegan live didepan matanya.


Melihat ekspresi dan gelagat Encus,Rosma pun mengerti.


"Ya sudah sana,bantu Mei" Ucap Rosma mengibaskan kan tangannya bertanda menyuruh Encus segera pergi.

__ADS_1


"Ah,dasar anak kurang ajar,menodai mata suci anak dibawah umur saja" gerutu Rosma dan melanjutkan langkahnya menuju kamar Cucunya dan sekaligus ingin melihat Kelakuan Anaknya yang tidak tau tempat itu.


"Ehem" Rosma berdehem di ambang pintu kamar cucunya yang tidak tertutup


Deheman Rosma mengagetkan keduanya yang asik bercumbu,tapi bukan Aldo namanya jika punya rasa malu.


"By,ada mama" Ucap Anita mengingatkan Aldo yang tengah asik dengan buah ceri favoritnya. Karena Anita duduk di tepi tempat tidur menghadap pintu jadi ia bisa melihat kedatangan Rosma,sedangkan Aldo berhadapan dengan Anita dan membelakangi pintu


"Biarkan saja". Ucap Aldo masih asik dengan kegiatannya


"By" Rengek Anita dan dengan terpaksa ia memukul kuat punggung Aldo.


"Awww,sakit kamu kasar sekali sih ? Kenapa udah gak sabar ya?. Ucap Aldo seraya melepaskan mainan favoritnya.


"Sabar apa hem ?" Kesal Rosma menarik telinga Aldo. "Kalian kalau mau 'itu' pintunya ditutup" Semakin mengencangkan tarikannya.


"Aduh aduh Mah,sakit. Sayang tolong aku" Mencari perlindungan dari sang istri.


Jangan lupa dukungannya ya readers ku sayang.


Mampir juga di novel Author yang lain


-Cinta tulus sang cassanova

__ADS_1


-My **** Old Man


__ADS_2