Perawan Tua Meet Brondong Tajir

Perawan Tua Meet Brondong Tajir
Siap meluncur !


__ADS_3

Aldo memasuki rumahnya sudah larut malam,karena pekerjaannya hari ini sangatlah banyak dan membuatnya harus lembur.


Aldo memasuki kamar yang terlihat gelap karena ia belum menyalakan lampu,kemudian ia meletakkan tas kerjaanya diatas sofa dan melepaskan Pakaian kerjanya yang melekat di tubuhnya.


"Hah" Aldo menghela nafas panjang,ketika mengingat istrinya tidak ingin berdekatan dengannnya. Biasanya selarut apapun ia pulang,Anita tetap menyambutnya dan memberikan senyuman manisnya.


Saat akan melangkahkan kakinya menuju kamar mandi,tiba-tiba ada seseorang yang memeluknya dari belakang. Karena kondisi kamarnya gelap,membuat Aldo terkejut dan juga tidak dapat melihat orang itu.


"Sayang" Suara lembut itu memanggilnya,terdengar sangat merdu di telinganya.


Ya. Aldo tahu suara siapa itu !


Aldo melepas belitan tangan itu,kemudian membalikkan badannya.


Tak


Byar


Aldo menyalakan saklar lampu yang kebetulan tidak jauh dari jangkauannya.


"Sayang ? Kok kamu bisa di sini ? Terus Kenzie ?" Tanya Aldo pada Anita.


"He he he ,aku pakai masker nih" Anita menunjukan masker yang melekat di wajahnya.


"Kenzie sama mbak nya" Ucap Anita manja.


"Peluk" Anita merentangkan kedua tangannya. Dan seperti mendapat Angin segar,Aldo pun tak menyiakannya ia sudah sangat merindukan istrinya itu.


Aldo menciumi kening Anita berulang kali,bahkan pelukan kedua nya itu sangat erat.

__ADS_1


"Kangen aku tuh" Rengek Anita.


"Kalau kangen kenapa kamu menjauh ?"


"Maaf,karena aku benar-benar mual saat di dekatmu,ini saja aku pakai masker lapis 3"Jelas Anita.


"Parah juga ya" Gumam Aldo.


"Makanya,kamu jangan marah" Ucap Anita,melerai pelukannya.


"Siapa yang marah ?" Aldo mengernyit heran.


"Tadi pagi,kamu tidak berpamitan kepadaku" Rajuk nya.


"Oh, he he . Aku tidak marah,tadi pagi aku ada meeting penting sama Papa Ferdi jadinya tidak sempat berpamitan pada kamu," Ucap Aldo,kemudian menjelaskan tentang ia menjadi pimpiman baru di perusahaan Ferdian.


"Iya,By. Ayo sekarang mandi" Ucap Anita.


"Tidak ! Aku akan memandikan mu,ini kan sudah malam" Ucap Anita kemudian menarik tangan Aldo menuju kamar mandi.


Setelah selesai mandi dna berpakaian.


Anita dan Aldo sudah merebahkan diri diatas tempat tidur dengan posisi Aldo memeluk Anita dari samping.


"Apa enggak engap itu maskernya tidak di lepas?" Tanya Aldo,karena Anita masih memakai maskernya yang berlapis tiga itu.


"Tidak,By. Nanti aku mual jika aku lepas" Ucap Anita,lali menelusupkan wajahnya di dada bidang Aldo.


"Maaf Ya" Aldo merasa bersalah. "Lebih baik kamu ke kamar Kenzie saja,aku tidak tega melihatmu tersiksa seperti itu" Ucap Aldo,sambil mengelus kepala Anita dengan sayang.

__ADS_1


"Jadi kamu tidak suka kalau aku berada didekatmu ?" Tanya Anita,yang sudah mulai berkaca-kaca.


"Astaga,salah lagi" Aldo mengusap wajahnya kasar.


"Bukan begitu sayang-"


"Ih,kamu nyebelin !! Aku tuh begini demi kamu,pengen peluk kamu tapi kamu malah ngusir aku,hiks hiks kamu jahat hiks" Anita sudah terisak sambil memukuli dada Aldo.


"Maaf,maafkan aku" ucap Aldo kemudian memeluk istrinya dengan erat.


"Sudah jangan nangis,nanti anak kita yang disini ikut sedih" Ucap Aldo sambil mengusap perut Anita yang masih rata.


"Aku sayang kamu,sayang. Aku salah,maafkan aku ya" Ucap Aldo,mengalah.


"Iya tidak,By. Tapi jangan bikin aku sedih lagi" Ucap Anita manja.


"Iya Sayang. Sudah ayo tidur".


"Tidak mau !" Jawab Anita. "Ayo kita main kuda-kudaan"


"Hah ?"


"Ih,kamu mah hah heh hoh. Ayo kita main kuda-kudaan, kita kan sudah hampir sebulan tidak menyatu". Ucap Anita,malu-malu.


"Siap meluncur !!!" Ucap Aldo semangat dan segera melucuti pakaiannya,begitu pula Anita segera melepas Pakaiaannya dan juga maskernya.


Aldo segera menindih tubuh istrinya yang sudah polos itu,kemudian memberikan sentuhan-sentuhan yang memabukkan di setiap inci kulit istrinya.


"Ahh,By"

__ADS_1


Yah gantung 🀭🀭 Jangan traveling lho πŸ˜†


Tambahin dong vote dan hadiahnya, jangan lupa like dam kometarnya juga😘😘😘


__ADS_2