
"Kemungkinan Nyonya kecil sedang hamil".
"Ohh hamill eh APAA ???".
"Iya Tuan,sepertinya begitu. Tuan harus secepatnya membawa Nyonya kecil ke dokter" Ucap Bi Yam.
"Baik Bi,terimakasih. Aku akan sangat senang dan bahagia jika istriku benar hamil" Bram tersenyum bahagia,kemudian ia segera kembali kekamarnya.
"Mas ih ! Geli !" Encus menggeliat saat merasakan tangan Bram mengusap perutnya berulang kali.
"Sayang,kapan kamu terakhir datang bulan ?" Tanya Bram,sambil terus mengusap perut istrinya.
"Hem ?" Encus perlahan membuka matanya. "Aku tidak ingat mas. Tapi yang aku ingat,mas tidak pernah absen untuk bercocok tanam," Ucap Encus,lalu menutup matanya lagi.
Bram terdiam dan memikirkan ucapan istrinya.
"Iya,kamu benar sayang,he he he, Besok kita kedokter ya" Ucap Bram.
"Mas,aku sudah mendingan kok" Tolak Encus.
"Enggak ada penolakan sayang,kamu harus secepatnya di periksa" Paksa Bram,ia ingin memastikan jika istrinya benar hamil.
"Iya" lirih Encus.
Esok harinya.
__ADS_1
"Mas,aku mual nyium bau obat-obatan disini" Keluh Encus sambil memijit pelipisnya.
"Ya maaf,sini peluk mas biar gak mual" Bram menarik Encus dalam pelukannya.
Dan benar saja Encus sudah tidak merasa mual,malah ia merasa sangat tenang saat mencium Aroma maskulin suaminya.
Ya,saat ini mereka berada di rumah sakit tepatnya di poly kandungan dan Encus tidak mengetahui hal itu. Yang gadis itu tahu,dirinya akan memeriksakan diri kedokter umum.
Kelakuan Encus membuat orang di sekitar sana menggelengkan kepalanya,bagaimana tidak Encus dengan tidak tahu malu duduk dipangkuan Bram dan sambil menelesupkan wajahnya di dada bidang Bram.
"Tuan,anak gadisnya manja sekali. Istri anda kemana ?" Ucap seorang wanita yang akan memeriksakan kandungannya juga.
"Maaf ini istri saya" Jawab Bram.
"Wah,tua-tua keladi" Ucap Wanita spontan kemudian menutup segera mulutnya. Bram hanya bisa tersenyum kecut menanggapinya.
"Sayang,sudah ! Malu dilihat orang" Bram mengingatkan.
Sedangkan wanita itu tersenyum canggung sambil mengelus perutnya yang sudah besar.
"Kok kamu jadi bar-bar begini sih ?" Tanya Bram.
"Tidak ! Aku hanya membela suami ku yang tampan ini" Ucap Encus sambil mengerucutkan bibirnya kesal,dan itu membuat Bram tidak tahan untuk mengecup bibir istrinya itu. Tapi niatnya ia urungkan karena ia sedang di area umum.
30 menit menunggu akhirnya kini giliran Encus yang memeriksakan diri.
__ADS_1
"Maaf pak,ada keluhan apa dengan putrinya " Tanya Dokter saat Bram dan Encus sudah duduk.di hadapan Dokter.
"Saya istrinya Dokter" Balas Encus ketus.
"Oh,maaf Nyonya" Dokter itu tidak enak hati.
"Tidak apa-apa dokter,karena jarak usia istri dengan saya 20 tahun" Ucap Bram,membuat Dokter dan suster yang ada disana sedikit terkejut.
"Ah,baiklah. Sekali lagi saya minta maaf tuan. Dan sekarang apa keluhannnya Nyonya ?".
"Keluhan ?" Beo Encus.
"Begini Dok,istri saya sudah telat datang bulan mungkin sudah ada 1 bulan" Jawab Bram.
"Baik,saya mengerti" Ucap Dokter itu,lalu mengarahkan Encus untuk merebahkan diri di brankar sana.
"Eh,saya mau diapain Dok ?" Tanya Encus panik,saat dokter wanita itu menyibakkan tuniknya keatas.
"Sayang tenang,Dokter hanya memeriksa kamu" Bram menggenggam tangan Encus.
"Rileks nyonya,agar tidak terlalu tegang" Dokter itu tersenyum,lalu memberikan gel dingin diatas perut Encus dan mengambil alat dan menggerakkan di perut atas Encus.
"Wah,lihat ada makhluk kecil di perut anda nyonya" Ucap Dokter itu.
"Apa ???" Pekik Encus.
__ADS_1
Lah kok malah kaget dia ? π
Jangan lupa like,vote dan hadiahnya πΉπΉπ