Perawan Tua Meet Brondong Tajir

Perawan Tua Meet Brondong Tajir
Sebenarnya !


__ADS_3

Sejak selesai pemeriksaan kandunganya,Anita menjadi pendiam.


"Yank,kamu kenapa sih? Mikirin apa?" Tanya Aldo,mengusap rambut panjang Anita yang tengah tergerai. Sebenarnya Aldo tahu apa yang tengah di pikirkan istrinya tapi ia memilih diam.


"Em. Enggak kok,By" Elak Anita. Kemudian Anita beranjak dari duduk nya dan menuju kamar mandi untuk buang air kecil,semenjak kehamilannya semakin membesar ia menjadi beser dan itu terkadang membuatnya sedikit lelah karena harus bolak balik ke kamar mandi.


Aldo hanya bisa menghela nafasnya kasar saat Anita menuju ke kamar mandi. Aldo pikir,Anita menghindari dirinya.


"Apa aku terlalu egois ?" gumam Anita yang masih duduk closet. Bukan karena ia tidak ingin disentuh oleh suaminya tapi di dalam hatinya masih tersisa rasa kesal terhadap suaminya itu. Walaupun Aldo sudah berkata jujur dan tidak ada wanita selain dirinya,entah kenapa Anita belum bisa percaya sepenuhnya dengan Aldo.


Mungkin Anita masih trauma dan takut jika tersakiti lagi.


Sesosok Anita berwujud malaikat tiba-tiba muncul di belakang nya,kemudian berbisik.


Hei !! Bukan kah diantara kalian sudah ada Junior hasil buah cinta dari kalian ? Lalu apa yang harus di takutkan lagi ?.


Jangan menguji kesabaran suamimu dengan cara tidak memberikan hak nya.


Ntar kalau suami mu nikung baru tahu rasa kamu dan nangis kejer sambil guling-guling.


Ha ha ha ha ha


Sosok itu menertawakan dirinya membuat Anita menutup kedua telingannya dan menggelengkan kepala seraya berteriak TIDAK.


Dok


Dok

__ADS_1


Dok


"Sayang,buka pintunya." Seru Aldo,khawatir saat mendengar Anita berteriak dari dalam kamar mandi. Apalagi pintu kamar mandi di kunci dari dalam membuat Aldo bertambah khawatir.


"Sayang,kamu gak apa-apa kan? Buka pintunya !! "


Baru saja Aldo mengambil ancang-ancang untuk mendobrak pintu,pintu sudah terbuka lebih dulu dari dalam.


"Sayang,kamu kenapa?" Tanya Aldo khawatir seraya memeluk Anita erat. Anita menggeleng sebagai jawaban.


"Lalu kenapa teriak? Hem" masih mendekap istrinya erat.


"Sesak,By" Kemudian Aldo mengurai pelukannya.


"Ta tadi ada kecoa" Bohong Anita.


"Udah gak apa-apa,kamu disini saja" Anita menahan tangan Aldo.


"Tapi kecoa itukan jorok Yank dan bisa membawa penyakit".


Aduh,kasian sekali kecoa nya di jadiin kambing hitam.๐Ÿ˜†


"Kecoanya udah lewat,jadi gak usah dipikirin" Ucap Anita,kemudian menarik tangan Aldo menuju ke tepian tempat tidur.


Aldo melihat gelagat Anita sedikit Aneh.


"By,em sebenarnya-".

__ADS_1


"Sebenarnya apa ?".


"Sebenarnya aku belum sepenuhnya percaya sama kamu" Cicit Anita,menundukkan wajahnya. Membuat Aldo menghela nafasnya kasar.


"Sayang lihat aku" Aldo mendongakan wajah Anita dengan lembut.


"Harus dengan cara apa agar kamu percaya sama aku? Hem " Aldo menatap Anita sendu.


Anita diam bahkan kini ia tak berani menatap mata Aldo yang tengah menatapnya.


"Apakah aku harus menyelami samudra ? Atau aku harus terjun ke jurang agar kamu percaya lagi sama aku? Sayang,lihat aku. Aku sangat sangat mencintaimu,demi nyawaku sendiri aku bersumpah jika aku tidak akan mengulangi hal yang sama" Ucap Aldo sendu,menatap lembut kedua manik mata istrinya.


"Demi nyawa mu dan anak istrimu" Ucap Anita,kemudian memeluk Aldo dan menenggelamkan wajahnya di dada bidang Aldo yang selalu membuatnya nyaman.


"Jadi apakah kamu sudah memaafkan aku dan mempercayai aku?".


Anita mengangguk " Iya,tapi jika kamu berhianat,aku akan pergi dari hidup mu selamanya" Ancam Anita.


"Tidak,tidak akan pernah lagi karena aku sangat mencintaimu dan anak kita".


"Jadi apa si ular sawah sudah boleh masuk kesarang nya?"


Anita melotot saat mendengar ucapan suaminya.


Jangan lupa like,komentar dan vote biar Author semangat nulisnya.


Mampir juga ke lapak Doni dan citra ya

__ADS_1



__ADS_2