
"Maafkan aku yang sudah membentakmu,maaf aku tidak bisa mengendalikan emosiku" Ucap Aldo merasa bersalah,kemudian ia memeluk Anita yang tengah berbaring dia atas tempat tidur dengan posisi membelakanginya dan menciumi kepalanya.
"Tidak,aku yang seharusnya minta maaf karena aku terlalu kekanakan" Ucap Anita,kemudian membalikan badannya menghadap Aldo.
"Jangan menangis lagi,hati ku sakit jika melihat kamu menangis" Ucap Aldo,seraya menghapus air air mata Anita dengan ibu jarinya.
Anita tersenyum kemudian mengenggam tangan Aldo dan menciumi tangan Aldo "Aku hanya ingin selalu di dekatmu,By" Lirih Anita.
"Baiklah ayo kita kembali ke Negara kita" Ucap Aldo tersenyum dan mengecup kening Anita lama begitu dalam dan lembut.
Ia pun tak ingin berjauhan dengan sang istri,apa lagi Anita tengah hamil besar dan ia ingin menjadi suami siaga dan beberapa bulan lagi Anita akan melahirkan buah cinta mereka.
Dengan terpaksa Aldo membawa Anita kembali, walau di dalam hatinya ada suatu hal lain yang ia takutkan saat mereka sudah berada di Indonesia.
π·π·π·π·
Jam 8 malam Anita dan Aldo beserta Ferdi dan Leon sampai di bandara Halim,mereka sudah disambut oleh Rosma,Sanjaya,Diana juga Amel dan panji.
"Ibu" Teriak Anita, saat melihat Diana kemudian memeluk Ibunya penuh haru.
__ADS_1
Begitu juga Aldo memeluk kedua orang tuannya.
"Sayang,bagaimana perjalanannya. Apakah kamu terkena Jetlag ?" Tanya Diana.
"Semua berjalan lancar,Bu"Jawab Anita,tersenyum.
"Lalu bagaimana keadaan cucu mama?" Rosma menimpali dan menatap perut Anita yang sudah membuncit dengan mata yang sudah berembun. Anita mengalihkan pandangannya kepada Rosma.
"Mama" Lirih Anita. "Maafin Anita,sudah mengecewakan mama".Ucap Anita disela pelukannya. Jujur Anita sedikit malu terhadap kedua mertuanya.
"Tidak,apa-apa Nak,semua sudah berlalu dan kini kita sudah berkumpul kembali bukan? " Sela Sanjaya,seraya mengusak pucuk kepala Anita.
"Kamu gak kangen sama aku?" Seru Amel cemberut.
"Kangen dong,kangen banget malah". Ucap Anita dan beralih memeluk sahabatnya.
"Mas Panji" Panggil Anita. Panji yang sedang berbincang dengan Aldo dan Leon pun menoleh dan ingin memeluk Anita.
"Eittss,enak aja main peluk-peluk,bini gue tuh !" Celetuk Aldo kesal sambil menarik kerah Panji dari belakang.
__ADS_1
Semua yang mendengar celetukan Aldo pun tergelak.
Setelah selesai acara temu kangen mereka menuju Rumah Utama Sanjaya.
Setelah sampai Aldo menggendong Anita ala bridal style karena di perjalan sampai rumah ibu hamil itu tertidur pulas,hingga ia direbahkan ditempat tidur pun masih terlihat sangat pulas.
"Tidur yang nyenyak ya,Sayang" Ucap Aldo mengecup kening dan bibir Anita kemudian beralih mengecup perut Anita yang sudah membuncit dan menyelimuti Anita sebatas dada,sebelum keluar kamar Aldo menyalakan AC agar sang istri tercinta semakin nyaman dalam tidurnya.
"Al,bagaimana keamanan rumah ini?" Tanya Ferdi pada Aldo yang sudah duduk bergabung di ruang tamu. Ferdi sudah tahu perihal Bram yang sudah bebas dari Penjara.
"Aldo sudah memperketat penjagaan,Pah dan juga Aldo sudah memasang cctv disetiap sudut rumah ini. Papa tidak perlu khawatir" Ucap Aldo.
"Apa perlu papa menambahkan penjaga dirumah ini,agar lebih aman?". Ucap Ferdi.
"Terserah papa aja" Jawab Aldo,karena menolak keinginan papa mertuanya juga tidak mungkin.
"Baik,lah. Papa akan mengirim para penjaga dan juga Bodyguard untuk mengawal mu dan juga Anita" Ucap Ferdi.
"Iya aku setuju,Fer" Ucap Sanjaya yang sejak tadi hanya menyimak. Walau Sanjaya sudah mengutus bodyguard bayangan untuk Aldo dan Anita tapi ia juga menghargai Ferdi yang juga ingin melindungi Anak dan menantunya.
__ADS_1
"Ayo kita makan malam dulu setelah itu baru dilanjutkan ngobrol nya nanti" Ucap Rosma yang baru datang dari arah dapur,sedangkan Diana sibuk menata makan malam di atas meja makan dan di bantu oleh beberapa pelayan.