
Jangan lupa like agar author makin semangat berkarya.
Follow IG me @Thalindalena
SELAMAT MEMBACA
Bugh
Bugh
Bugh
Aldo sudah tak berdaya bahkan keadaanya sangat mengenaskan berulang kali ia mencoba kabur dan melawan tapi selalu gagal karena penjagaan di gudang tua itu begitu ketat.
"Mau kabur lagi?" Tanya pria yang baru memukulinya. Bahkan kini kedua tangan Aldo diikat dengan rantai di tiang dengan keadaan berdiri.
Aldo meringis kedua sudut bibirnya pecah kemudian ia tertawa sinis.
"Cih. Ternyata kau hanyalah seorang pengecut" Cibir Aldo.
"Apa katamu!! Sepertinya aku harus segera melenyapkan mu ya!!"
"Coba saja" Tantang Aldo. " Mau sampai mati pun istriku tidak akan mau kembali pada bajingan sepertimu" Teriak Aldo lantang.
Bugh
Satu pukulan lagi mendarat di perut Aldo. Tapi Aldo mencoba untuk bertahan pada kesadarannya, walaupun kepalanya sudah pusing dan matanya berkunang-kunang. Ia mengingat senyum Istrinya yang sangat manis menyejukkan jiwa sebagai semangatnya.
"Kau hanya lah seorang bajingan. Kau pikir aku tidak tau kebusukan mu itu!! Sarkas Aldo kemudian tersenyum devil,nafasnya terengah-engah.
"Apa maksudmu?" Tekan Bram.
"Cih. Kau hanya lah manusia biadab. kau menjual gadis dibawah umur bahkan kau juga menyelundupkan obat-obatan terlarang dan satu lagi kau suka bermain ******" Ucap Aldo tenang tapi penuh dengan penekanan membuat wajah Bram yang terlihat garang kini berubah Pias,bagaimana bisa hal yang selama ini ia tutupi,bisa terbongkar??. Tidak ini tidak bisa dibiarkan. batin Bram.
Krek
__ADS_1
Bram menodongkan senjata api ke kepala Aldo.
"Bersiap lah Ajal mu sudah di depan mata dan Anita akan kembali kepada ku hahahaaaa"
Mendengar nama Istrinya disebut Aldo geram. Lalu ia menggunakan kesempatan saat Bram tengah tertawa.
Bugh
Bugh
Aldo menendang dada Bram hingga senjata api yang dipegang nya itu terlepas ,tangannya memegang rantai yang mengikatnya untuk menopang badannya lalu memutar tubuhnya dan menendang Bram lagi dan lagi. Bram terhuyung kebelakang kemudian bangkit lagi dan ingin menyerang Aldo tapi belum sampai memukul ia kalah telak karena Aldo lebih dulu menendangnya dan Aldo menendangnya berkali-kali hingga ia merasa kalah.
"Pengawal" Teriaknya Bram
"Iya tuan" Para pengawal berjumlah sepuluh orang dan berbadan besar dan kekar datang berlari membantu Tuannya yang terluka karena serangan Aldo.
"Awasi dan siksa dia" Ucap Bram geram lalu mengusap bibir nya yang berdarah kemudian pergi meninggalkan gudang tua itu. Kemudian para pengawal itu menyiksa Aldo kembali hingga tak sadarkan diri.
"Belum saatnya dia mati. Aku masih ingin bermain dengannya karena sudah menyentuh Anitaku" Geramnya lalu melajukan mobilnya menuju ke kota.
Sanjaya menatap pria bertubuh kekar dan gagah itu tapi juga tampan dan memiliki kulit eksotis. lalu tatapannya beralih menatap Anita seolah minta penjelasan,siapa dia?
"Kenalkan pah,dia mas panji suami Amel,teman Anita juga" Alis Sanjaya mengernyit,benarkah?.
"Mas panji bakalan bantu kita buat nemuin Mas Aldo,Pah"Jelas Anita lagi dan Sanjaya menganggukkan kepala sebagai tanda mengerti.
"Maaf Om. Saya boleh tahu bagaimana Aldo bisa hilang?"
"Aldo Diculik saat akan menuju kota B untuk meninjau proyeknya,tapi setelah dilacak lokasi terakhir dijalan xx dan kami sudah kesana dan ternyata benar mobil Aldo ada disana, menabrak sebuah pohon dan bagian depannya ringsek,saat kami menanyakan pada warga sekitar apakah ada korban jiwa dan ternyata warga hanya menemukan Doni asistennya dan sekarang Doni dibawa kerumah sakit terdekat dan mengalami koma karena benturan di kepalanya cukup parah. Dan para penculik itu hanya menginginkan Aldo,entah apa motifnya tapi saya mohon sama Nak Panji untuk membantu kami"Jelas Sanjaya dengan tatapan memohon. Sanjaya sudah mengerahkan anak buahnya sebanyak mungkin bahkan ia meminta bantuan pada Ferdi tapi tetap tak membuahkan hasil, yang menculik Aldo cukup cerdik dan berbahaya. hingga kini Aldo belum diketahui keberadaanya.
"Baik Om saya akan membantu semampu saya dan saya akan mengkoordinasi tim saya"Ucap panji memegang tangan Sanjaya seolaah menyalurkan kekuatan pada pria paruh baya itu yang terlihat sangat cemas.
Setelah itu Panji pergi menemui timnya dengan membawa informasi yang ia dapat dari Sanjaya tak butuh waktu lama setelah di amati dengan teliti akhirnya mereka menemukan titik dimana Aldo berada.
"Aku mau ikut Pah!!" Kekeh Anita saat tau Aldo sudah ditemukan.
__ADS_1
"Ini sangat berbahaya buat kamu. apa lagi keadaan mu tengah mengandung" Ucap Sanjaya membujuk begitu juga Rosma tapi tetap Anita kekeh dengan pendiriannya. Sanjaya dan Rosma sangat khawatir dengan menantunya tapi Anita lebih khawatir dengan Aldo.
"Dek,dengar kata mas. Boleh ikut tapi kamu harus tetap didalam mobil. Mengerti!!" Tegas Panji lalu Anita pun meng iyakan. Dan mereka pun mulai memasuki mobil kecuali Rosma karena beliau harus menemani Doni dirumah sakit. Mereka berangkat dengan dua mobil. Satu mobil diisi Sanjaya,Panji dan Anita sedangkan satu mobil lagi diisi oleh dua rekan Panji yang mengikuti dari belakang.
Dua jam perjalanan dengan melewati hutan, jalanan berlumpur dan bebatuan terjal. akhirnya mereka sampai di lokasi dimana Aldo disekap.
Panji memberhentikan Mobilnya tak jauh dari gudang tua itu. Ia mengamati situasi dan mengatur strategi untuk bisa masuk kedalam dan melumpuhkan lawannya.
"Di pintu utama ada dua orang penjaga bersenjata api dan di dalamnya masih ada lagi beberapa penjaga"Jelas Rekan Panji saat sudah turun dari atas pohon.
"Oke,sepertinya lawan kita tidak main-main,maka gunakan ini" Ucap Panji mengambil sebuah tiga buah senjata api jenis Subsonic yang saat memuntahkan amunisi tidak mengeluarkan suara.
Kemudian menyerahkannya pada dua rekan nya itu.
Dan mereka tahu apa yang harus mereka lakukan selanjutnya,karena mereka sudah terlatih begitu juga Panji. Kini mereka mulai bergerak perlahan lalu di ikuti Sanjaya dari belakang.
"Aku ikut" Lalu mendapat tatapan tajam dari Panji dan Sanjaya.
"Diam disini dan kunci mobilnya dari dalam" Tegas Panji tak mau dibantah karena ia tak ingin terjadi sesuatu pada temannya yang sudah dianggap adiknya itu. Anita menurut tapi ia akan memikirkan cara untuk masuk kedalam gudang tersebut karena ia sangat khawatir dengan keadaan suaminya.
Panji memberi kode pada rekannya untuk berhati-hati. Perlahan Panji mendekat pada pintu utama yang dijaga oleh dua orang itu tak butuh waktu lama Panji dapat melumpuhkan Dua orang penjaga itu dengan mematahkan lehernya.
"Ayo masuk dan berpencar,aku yakin didalam masih ada lebih dari Lima orang" bisik Panji dan diangguki oleh ketiganya.
Mereka berpencar dan berjalan dengan hati-hati tanpa menimbulkan suara. Dan mereka melumpuhkan satu persatu penjaga yang ada disana dengan begitu mudah. Karena sudah terlatih dan bisa membaca pergerakan lawan itu bukanlah hal yang sulit untuk Panji dan Tim nya.
Anita tak meyia-nyiakan kesempatan saat melihat penjaga didepan sudah dilumpuhkan ia pun segera keluar dari mobil dan menuju kedalam gudang tua itu. Saat sudah didalam beberapa penjaga yang sudah tergeletak tak sadar kan diri.
Ia terus berjalan dengan sangat hati-hati menyusuri gudang tua itu yang cukup luas,hingga ia sampai di depan sebuah ruangan yang ada cahaya remang dari dalam ruangan itu. ia memberanikan diri masuk kedalam.
Saat sudah sampai didalam ia membelalakan matanya dan menutup mulutnya syok melihat suaminya begitu mengenaskan. Ia tak mampu membendung air matanya lagi. Rasa bahagia bercampur dengan rasa pedih yang ia rasakan. Bahagia karena bisa menemukan suami nya dan pedih karena melihat keadaan suaminya yang begitu menyayat hati.
"By-" lirihnya nafasnya tercekat ditenggorokan kemudian menghampiri Aldo yang sudah tak berdaya.
Terimakasih sudah nunggu up dari othor readers.
__ADS_1
Terus dukung author ya readers dengan cara like,komentar dan vote ya.