Perawan Tua Meet Brondong Tajir

Perawan Tua Meet Brondong Tajir
Sepahit Kopi


__ADS_3

Jangan lupa like agar author makin semangat berkarya.


Follow IG me @Thalindalena


SELAMAT MEMBACA


Sore menjelang matahari perlahan meredupkan sinar nya. Anita baru tiba di mansion keluarga Sanjaya,saat memasuki bangunan megah itu suasana begitu sepi hanya terlihat beberapa pelayan yang sedang mengerjakan tugasnya. Tadi setelah bertemu dengan Amel,Anita memutuskan untuk singgah kerumah ibunya. Disana ibunya sudah telihat lebih baik dan besok akan berangkat ke Jogja.


Kaki jenjang putih dan mulus itu menapaki satu persatu anak tangga menuju kamarnya.


CEKLEK


Anita memembuka pintu dan pandangannya tertuju pada sosok yang terbaring diatas tempat tidur. Perlahan ia mendekatinya menatap lekat wajah pulas suaminya yang tampan. Dengkuran halus terdengar ditelinganya menandakan bahwa suaminya masih terlelap dalam tidurnya. Perlahan tangannya mengusap halus wajah suaminya itu, sejenak ia teringat ucapan Amel yang terus terngiang dikepalanya "Untuk saat ini Aldo masih bisa menahan tapi gak tau hari berikutnya bagaimana kan?? Bisa aja Aldo jajan diluar sana. Emang kamu mau?". Membayangkannya saja membuat dadanya terasa sesak. Walaupun pernikahan mereka mendadak dan tidak dilandasi cinta dari pihak Anita. Tapi Anita ingin menjaga pernikahan mereka hingga maut memisahkan. Kini ia tak menyangka dirinya dinikahi oleh pewaris tunggal keluarga Sanjaya. Hidupnya berubah drastis ,yang awalnya Upik abu kini menjadi Cinderella.


Inikah yang nama nya takdir ?? Saat ia patah hati dan tersakiti oleh seorang lelaki dan membuat hatinya seolah mati suri bahkan ia tak percaya dengan yang namanya cinta lagi dan disaat itu juga ia dipertemukan dengan Aldo yang tulus mencintai dirinya dan menerima segala kekurangannya. Inikah jawaban dari doa-doa yang selama ini ia panjatkan kepada sang Illahi?. Jawabannya adalah iya. Tuhan tidak memberi apa yang kita minta. Tapi tuhan memberi apa yang kita butuhkan. Ya benar yang dibutuhkan Anita adalah cinta dan kasih sayang tulus dan ia sudah mendapatkannya dari suaminya Aldo Sanjaya.

__ADS_1


Puas memandangi wajah tampan suaminya perlahan Anita beringsut naik keatas tempat tidur dan berbaring di samping Aldo bahkan Anita kini memeluk Aldo dari samping. Dan tak lama ia pun ikut terlelap menyelami mimpi bersama dengan Aldo.


************


Disisi lain di langit yang sama tapi tempat berbeda. Bram mengusap foto wallpaper di ponselnya. Ia menatap foto itu dengan penuh cinta.


"Sudah saatnya aku menemuimu sayang. Dan aku yakin kamu akan kembali lagi padaku" Ucapnya sambil bersender di kursi ruang kerjanya. Ia memejamkan matanya lalu mengecup foto itu dengan penuh kasih. Ingatannya berputar mengingat momen bahagia bersama Anita,wanita yang telah mengusai seluruh hati dan jiwa raganya.


Bram selama ini menahan diri untuk menemui Anita. Karena ia tahu jika ia menemui Anita tak kan membuah kan hasil yang ada Anita semakin menjauh dari nya dan semakin membencinya. Hampir 4 bulan ia menahan diri dan kini saatnya ia merebut hati Anita kembali. Ia sangat yakin jika Anita akan kembali kepadanya karena ia yakin jika Anita masih sangat mencintai dirinya. Huhh pede sekali kau mas Bram.


Ceklek


"CK. Siapa yang menyuruh mu masuk??" Ketus Bram tanpa melihat siapa yang datang.


"Maaf. Aku sudah berulang kali mengetuk pintu tapi tidak ada jawaban. Dan ini aku membuatkan kopi pahit untuk mu" Ucap Siska sambil meletakkan secangkir kopi dihadapan Bram. Tanpa sengaja ia melihat ponsel Bram di meja dengan keadaan layar ponsel nya menyala jadi jelas ia melihat foto siapa disana. Hati nya sangat sakit. Ia mengepalkan kedua tanganya. Sebisa mungkin ia menahan emosinya.

__ADS_1


"Kau tahu kenapa sekarang aku menyukai kopi pahit?" Tanya Bram membuat Siska mendongakkan kepalanya. Posisinya Saat ini sedang berdiri di di hadapan Bram tapi masih terhalang meja.


"Karena hanya kepahitan yang saat ini aku rasakan. Tidak ada rasa manis lagi yang ku rasakan" Lanjut Bram mengucapkannya dengan datar tapi penuh dengan makna. Membuat Hati Siska mencelos tapi ia segera menyingkirkan rasa itu. Bram hanya miliknya.


"Masih Ada aku" Ucap Siska memberanikan diri.


"HEH. Bangun dari tidurmu, jangan bermimpi terlalu tinggi. Jika nanti jatuh kau akan terluka" Desis Bram penuh penekanan.


"Lalu apa bedanya dengan sekarang?? Aku selalu tersakiti oleh mu. Bahkan saat ini aku mengandung anakmu dengan teganya kau membayangkan wanita lain" Ucap Siska semakin berani membuat Bram mengetatkan Rahangnya geram dengan ucapan Siska.


"Harusnya kau tau posisimu!!! Lahirkan anak itu setelah itu pergilah dari hidupku dan anakku. Nikamati fasilitas Mewah ini sebelum kau kehilangan semuanya. Dan Satu lagi kau harus tau batasan mu" Ucap Bram pelan tapi penuh dengan penekanan membuat Hati Siska terasa dicabik-cabik. Setelah itu Bram meninggalkan Siska yang masih diruangan sana.


Tubuh Siska luruh kelantai dan air matanya mengalir deras dipipinya. "Kenapa? Kau tak pernah melihatku yang begitu mencintai mu! Bahkan cintaku kepada mu lebih besar darinya" Ucap Siska dengan dirinya sendiri.


Terimakasih sudah nunggu up dari othor readers.

__ADS_1


Terus dukung author ya readers dengan cara like,komentar dan vote ya


Love you all๐Ÿ’—๐Ÿ’—


__ADS_2