Perawan Tua Meet Brondong Tajir

Perawan Tua Meet Brondong Tajir
Dijodohkan ?


__ADS_3

Kenzie mengemudikan mobilnya menuju kediaman Bramantyo dengan rasa yang penasaran dan juga rasa bersalah kepada gadis bernama Salwa.


"Assallamu'allaikum Om Bram." Ucap Salam Kenzie kepada Bram yang tengah duduk di ruang tamu sambil membaca koran.


"Wa'allaikumus salam" Jawab Bram. "Ada apa ini ? Tumben kau keluar dari rumah dan meninggalkan buku-bukumu itu." Ucap Bram terkekeh.


"Duduklah." Ucap Bram lagi.


Kenzie tersenyum canggung kemudian mendudukan diri tepat bersebrangan dengan Bram.


"Em." Kenzie berdehem sambil mengendarkan pandangannya di setiap sudut rumah itu sebelum bertanya lebih jauh.


"Kau mencari tantemu ?" Tanya Bram.


Bram terlihat tenang dan santai. Tidak seperti di pikiran Kenzie.


"Ah,iya. Tante kemana ya Om ?" Tanya Kenzie pada akhirnya. Karena ia begitu gugup ketika melihat sorot mata Bram yang kian menajam.


"Tantemu sedang berada di kampung halamannya." Jawab Bram.


"Lalu Salwa?"


"Salwa ? Untuk apa kau mencari Salwa." Tanya Bram lagi.


"Aku hanya ingin—"


"Meminta maaf ?" Potong Bram dengan cepat.


"Om aku tidak ber—" Kenzie memejamkan matanya karena ia tidak di beri kesempatan untuk berbicara.

__ADS_1


"Kau pikir kau sudah hebat ?!! Hem ? Jika kau bukan anak dari Aldo Sanjaya mungkin aku sudah menghajarmu ! Bahkan aku bisa membunuh mu ! Tapi sayangnya aku tidak bisa karena aku masih menghargai kedua orang tuamu !" Sentak Bram dan menatap tajam Kenzie.


Hati Bram sangat sakit ketika melihat putrinya pulang sekolah menangis histeris dan penyebabnya adalah pria remaja yang ada di hadapannya ini.


"Maaf Om,aku waktu itu hanya emosi,dan aku ingin memperbaiki semuanya. Dan aku sangat berharap bisa bertemu dengan Salwa." Ucap Kenzie dengan nada memohon dan merendah.


"Pulang lah ! Salwa sudah tidak ada di sini."


"Om,Please." Mohon Ken. Tapi Bram tidak menggubris kemudian ia memanggil bodyguardnya untuk mengusir Kenzie.


"Om !!" teriak Ken,ketika dirinya diseret bodyguard.


"Satu lagi Ken,perjodohanmu dan Salwa akan Om batalkan !" Ucap Bram dengan tegas.


"A apa ?" Kenzie tergugu ketika mendengar ucapan Bram.


Di jodohkan ? Batin Kenzie terkejut.


"Baik,Tuan." Kedua Bodyguardnya itu menganggukan kepalanya.


"Lepasin Gw !!" Sentak Kenzie saat dirinya diseret oleh kedua Bodyguard tersebut. "Gw bisa keluar sendiri."


Kemudian Kenzie segera memasuki mobilnya dan memacu kendaraannya menuju rumahnya.


Tidak berselang lama ia sampai di rumahnya dan ternyata keluarganya sudah berkumpul disana.


"Ada apa ini ?" Tanya Kenzie ketika semua orang menatapnya dengan penuh kebencian.


Plak

__ADS_1


"Papa." Lirih Kenzie ketika dirinya di tampar Oleh Aldo.


Semua orang disana memalingkan wajahnya,terutama Anita yang sebenarnya tidak tega jika melihat anaknya di tampar oleh ayahnya sendiri.


"Anak kurang ajar kamu ! Apa papa pernah mengajarimu untuk tidak menghormati wanita ?!" Bentak Aldo dengan keras.


"Pa,sudah." Lerai Kailan,ia sangat tidak tega jika melihat kakak nya di perlakukan seperti itu.


"Mulai sekarang dan detik ini hapus impian mu untuk menjadi seorang dokter !" Ucap Aldo dengan tegas.


"Papa tidak bisa gitu dong." Kenzie tidak terima.


"Kau tidak bisa membantah ucapan papa kamu,Ken." Kali ini Anita yang berbicara.


"Ma !" Kenzie memohon kepada ibunya berharap jika sang ibu membelanya.


Anita menggeleng lemah, "Anggap ini semua hukumanmu karena telah menyakiti calon mantu mama tidak tepatnya mantan calon mantu mama." Ucap Anita terisak.


"Hati mama juga sakit,Ken. Apa lagi mama juga seorang wanita." Lanjut Anita lagi.


"Mama merasa gagal mendidikmu." Ucap Anita terisak. "Sekarang terima hukuman yang di berikan oleh papamu."


"Mulai besok belajar mengurus perusahaan." Ucap Aldo dengan tegas,kemudian meninggalkan ruang tamu dan di ikuti oleh Anita.


"Sabar ya Bang." Ucap Kailan,sambil menepuk pundak Kenzie.


"Gw harus apa sekarang ?"


Jedotin pala lo ketembok sana😤😤😤

__ADS_1


Kesel sama Ken !


Dukung terus karya Othor ya 🥰🥰


__ADS_2