Perawan Tua Meet Brondong Tajir

Perawan Tua Meet Brondong Tajir
Kejujuran Bram


__ADS_3

Encus menatap wanita cantik yang ada di hadapannya. Ada rasa iri dihatinya saat melihat wanita cantik yang bernama Siska itu.


Seperti apa yang dikatakan Bram,jika ia akan membawa istri kecilnya untuk menemui ibra di Kalimantan.


"Aku pikir kau tidak akan datang ?" Tanya Siska setelah menyuruh keduanya masuk dan duduk diatas Sofa.


"Mana mungkin aku tidak datang karena aku sudah sangat merindukan Ibra" Ucap Bram sambil tersenyum lembut menatap Siska. Keduanya tidak ada rasa canggung lagi karena mereka sudah berbaikan dan melupakan masa lalu yang menyakitkan itu.


"Ibra mana ?" Tanya Bram.


"Lagi jalan-jalan sore sama ayah nya. Eh,ini siapa ?" Tanya Siska.


"Ini istriku namanya Susi" Ucap Bram,memperkenalkan istrinya.


"What ! kau gila Bram ! Ini masih kecil lho" Siska terlihat syok.


"Kamu umur berapa ?".


"17 tahun Mbak" Jawab Encus.


"Astaga Bram,kau ini pedofil ya !". Siska mengolok Bram.


"Hei !"

__ADS_1


"Dengarkan aku Susi,jika dia menyakitimu maka beritahu aku dan aku akan menghajarnya" Ucap Siska menatap Bram Sinis.


"Iya ,mbak" Jawab Encus singkat.


"Aku sudah berubah,Ya !" Kesal Bram karena merasa di sudutkan.


Tak berselang lama Reza baru pulang dengan menggendong Ibra dengan satu tangannya.


"Woiss ada tamu dari jauh ternyata" Reza bersalaman dengan Bram dan Juga Encus.


"Ibra sini ikut Papa" Bram lalu mengambil alih Ibra dan memangkunya. Bram menguyel-uyel wajah Ibra membuatnya meronta karena kegelian.


Setelah bertemu dan bermain puas dengan Ibra,Bram mengajak Encus untuk kembali kehotel yang sudah di pesan.


"Iya mas" Encus mengusap lengan Bram yang melingkar di perutnya.


"Aku ingin berterus terang pada mu tentang masa lalu ku" Ucap Bram sambil mengecup pucuk kepala Encus.


"Masa lalu ?" Encus berbalik dan menatap wajah suaminya.


"Iya" Lirih Bram. "Aku mohon setelah kamu mengetahui semua,jangan tinggalkan aku" Pinta Bram,menatap Encus dengan sendu.


Kemudian Bram menceritakan masa lalu kelamnya dan Encus mendengarkan dengan serius. Bram juga menceritakan hubungannya dengan Siska dari awal hingga akhir dan hadirnya sosok Ibra.

__ADS_1


"Aku adalah pria menjijikan dan penuh dengan dosa," Bram menitikan air matanya.


Encus diam dan terpaku saat mendengar semua penuturan suaminya.


"Aku hanya berharap setelah ini aku mohon jangan tinggalkan aku,aku sangat mencintai mu sayang" Bram kemudian berlutut di kaki Encus.


"Mas,jangan begini,ayo berdiri mas," Bram menggeleng lalu Encus membantu Bram berdiri.


"Mas,dengarkan aku" Encus menangkup wajah Bram dengan kedua telapak tangannya. "Setiap orang pasti punya masa lalu ,baik atau buruk dan allah pasti mengampuni semua umatnya" Encus menatap kedua bola mata itu dengan begitu dalam.


"Aku mencintai mu apa adanya tanpa melihat latar belakangmu atau masa lalumu,aku tidak akan pernah pergi meninggalkanmu kecuali maut yang memisahkan kita." Bram langsung memeluk Encus begitu erat.


"Aku hanyalah sebuah kerikil yang jatuh kedalam kubangan lumpur dan aku sangat beruntung mendapatkan sebuah berlian seperti dirimu,Sayang" Lirih Bram.


"Terimakasih telah menerimaku apa adanya" Bram tidak menyangka jika Encus sangat mencintai dirinya.


"Saat aku menyerahkan kesucianku untukmu disitulah aku abdikan seluruh hidupku untuk mu,mas jangan pernah kecewakan aku,apa lagi mengulangi kesalahan yang sama" Pinta Encus,terisak dalam dekapan Suaminya.


Bram dan Encus saling berpelukan menyalurkan cinta,kasih sayang dan kehangatan disaksikan oleh bulan serta bintang-bintang yang bertebaran indah atas awan.


Bagaimana ? Sedih gak?


Jangan lupa dukungannya ya seyeng ๐Ÿ˜˜

__ADS_1


__ADS_2