
Tiga bulan kemudian
"Huek...Huekk..Huek.." Sudah tiga hari Encus selalu merasa mual dan muntah di pagi hari ataupun setelah ada makanan yang masuk kedalam perutnya.
"Sayang ? Muntah lagi ?" Bram yang baru pulang kerja dan memasuki kamarnya mendengar istrinya muntah di kamar mandi.
"Mas,tolong bawa aku ketempat tidur. Badanku lemas dan kepala ku pusing" Lirih Encus saat selesai membasuh wajahnya.
"Kamu sepertinya sakit parah,lebih baik kita kedokter" Bram menggendong Encus dan merebahkannya diatas tempat tidur.
"Aku hanya masuk angin mas" Jawab Encus,sambil memejamkan matanya.
"Tapi kamu udah tiga hari seperti ini" Bram mengusap kepala Encus dengan lembut dan wajahnya terlihat sangat cemas.
"Aku enggak apa-apa kok," Bram menghela nafas,karena istrinya sangat sulit dibujuk untuk kedokter.
"Kalau besok masih seperti ini,kamu harus tetap ke dokter. Aku khawatir sekali dengan keadaanmu" Bram menggenggam tangan Encus yang terasa sangat dingin.
"Baiklah" Pasrah Encus,karena ia tidak ingin membuat suaminya bertambah cemas.
"Aku akan menyuruh Bi Yam membuatkan teh hangat dan juga bubur" Bram ingin beranjak dari duduknya tapu segera di tarik Encus.
"Mas,disini aja" Ucapnya manja sambil menepuk ruang kosong di sampingnya.
"Tapi aku belum mandi,lihat tubuhku bau keringat" Bram menolak halus.
"Mas,wangi aku suka. Sini" Encus menarik paksa Bram dan mau tak mau akhirnya Bram merebahkan dirinya di samping istrinya dengan pakaian kerja yang masih melekat ditubuhnya.
"Mas buka bajunya dong" Encus mendusel-dusel dada Bram.
"Aku bau sayang" Tolak Bram,membuat Encus cemberut.
"Baik. Aku buka sendiri" Encus membuka tiga kancing kemeja Bram.
__ADS_1
"Sayang,jangan mancing deh" Bram meremang saat Encus mengendus dadanya.
"Wangi mas,aku jadi tidak mual lagi" Encus mendongak dan menatap Bram.
"Aneh" Gumam Bram.
"Jangan mandi ya mas,bau badan mas enak banget,hi hi hi".
"Sayang,enggak mungkin jika aku tidak mandi. Apa lagi saat ini badanku lengket".
"Hih,mas tapi aku suka sama bau badan mas yang ini" Rengek Encus,entah kenapa ia sangat suka dengan wangi Suaminya yang sangat maskulin,apa lagi jika sudah berkeringat seperti ini,menambah bau- bau sedap yang membuat Encus suka.
"Kamu kok makin aneh sih ?" Heran Bram.
"Aneh ? enggak ah aku biasa saja" Ucap Encus sambil memeluk Bram dan menenggelamkan wajahnya di dada Bram yang berbulu itu.
"Sayang aku gerah banget ini " Bram merasa dirinya sangat lengket ditambah aksi Encus membuat kepala atas bawah sana pusing.
"Nanti kalau mas mandi bau badan mas hilang" rengek Encus manja.
"Ya udah sana mandi !" Usir Encus,lalu membelakangi Bram.
"Huh" Bram membuang nafas kasar,karena sifat istrinya belakangan ini sangat aneh.
Tak mau ambil pusing Bram pun beranjak dan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
Setelah mandi dan berpakaian Bram melihat istrinya ternyata sudah tertidur pulas,kemudian ia menuju lantai bawah untuk makan malam.
"Malam Tuan" sapa Bi Yam,saat melihat tuannya duduk di ruang makan.
"Hem" Jawab Bram tak bersemangat.
Bi Yam dengan cekatan mengambilkan nasi dan lauk untuk Bram.
__ADS_1
"Bi ?".
"Ya Tuan ?" Jawab Bi yam,yang masih berdiri di samping Bram.
"Apakah istriku belakangan ini aneh ?" Tanya Bram,sambil menyendokan nasi kedalam mulutnya.
"Bibi tidak tahu pasti Tuan. Tapi belakangan ini Nyonya kecil emosinya naik turun,apa lagi juga suka minta aneh-aneh" Jawab Bi Yam.
"Minta Aneh bagaimana?" Tanya Bram.
"Tadi pagi pas tuan berangkat kerja,nyonya kecil tiba-tiba menangis histeris dan minta baju kotor tuan,dengan terpaksa saya mengambilkannya dan ketika baju kotor tuan sudah di tangan Nyonya kecil,dia begitu bahagia dan tidak menangis lagi bahkan Nyonya kecil menciumi baju Tuan itu yang bau keringat" Jelas Bi Yam panjang lebar.
"Aneh banget" gumam Bram.
"Tapi Tuan,ini bibi mohon maaf jika bertanya sedikit pribadi" Ucap Bi Yam sedikit ragu untuk menanyakan.
"Tanyakan saja,Bi" Ucap Bram sambil memakan makan malamnya.
"Em,Tuan kapan terakhir berkunjung eh maksud saya hubungan itu?"
"Uhuk uhuk" Bram tersedak saat mendengar pertanyaan Bi Yam.
"Maaf,Tuan" Bi Yam mengambilkan segelas Air untuk Bram.
"Bi ! Pertanyaan yang lain " Ucap Bram,sambil mengelap bibirnya dengan tisue.
"Tapi ini berhubungan dengan keanehan nyonya kecil" Jawab Bi Yam.
"Maksudnya ?".
"Kemungkinan Nyonya kecil sedang hamil".
"Ohh hamill eh APAA ???".
__ADS_1
Encus Hamil nggak ya ?
Jangan lupa like,vote dan hadiahnya ya๐๐น๐น