Perawan Tua Meet Brondong Tajir

Perawan Tua Meet Brondong Tajir
Hari yang di nanti


__ADS_3

Hari yang ditunggu-tunggu telah tiba dimana Aldo dan Anita melangsungkan Resepsi pernikahan mereka di Ballroom hotel mewah milik Aldo sendiri. Resepsi pernikahan di langsukan pada malam hari tepatnya jam 7 malam hingga selesai.


Anita terlihat begitu cantik dengan gaun pengantin berwarna putih gading,begitu Pula Aldo terlihat sangat tampan dengan balutan Tuxedo berwarna hitam. Pesta pernikahannya dilangsungkan dengan sangat megah dan luar biasa, tamu Undangannya pun dari kalangan atas semua.


Sedangkan baby Ken yang berada di gendongan Encus juga tak kalah tampan dari sang papa. Baby Ken juga memakai Tuxedo berwarna hitam senada dengan milik sang Papa,malahan Baby Ken menjadi sorotan para tamu undangan karena kelucuan dan ketampanannya.


Satu persatu tamu undangan mengucapkan selamat kepada Aldo dan Anita yang berdiri diatas pelaminan.


"Kenapa Banyak sekali sih tamu undangannya" keluh Aldo,karena sudah tidak sabar untuk segera menyerang sang istri.


"Sabar,By" Bisik Anita,sambil tersenyum dan menjabat tangan tamu yang mengucapkan selamat.


"Aku kesal sekali pada papa dan papa mertua karena mengundang banyak orang" Kesal Aldo.


Karena Sanjaya dan Ferdi orang yang berpengaruh di kota tersebut dan juga negaranya,maka tak khayal jika kedua hot opa itu mengundang banyak tamu undangan yang berjumlah 100 ribu undangan.


Biasanya jika di pelaminan,pengantin wanita lah yang banyak mengeluh tapi kini berbeda karena sang pengantin pria lah yang selalu mengeluh.


"Aduh kaki ku pegal sekali" Sambil menekuk salah satu kakinya ke belakang.


"Astaga ! Jangan bikin malu kenapa !" Anita memperingatkan.


"Wajar jika aku mengeluh,karena kita sudah berdiri hampir tiga Jam" keluh Aldo. Sedangkan Anita menatap jengah suaminya.


Baru segitu sudah mengeluh ! Apa kabar kedua kaki Anita yang memakai Hells setinggi lima belas senti meter,tapi Anita terlihat biasa-biasa saja.


"Diam ! Dan perlihatkan senyum manis mu itu !" Ketus Anita,sambil memasang senyum manisnya untuk para tamu undangan yang tak ada habisnya mengucapkan selamat kepadanya.


Mendengar istrinya sudah kesal,Aldo pun mengalah dan terpaksa tersenyum.


Disisi lain Encus sedang kesusahan karena Baby Ken sedikit rewel dan tidak ingin diam di dalam gendongannya. Mungkin Baby Ken marah karena sejak tadi banyak tamu undangan yang mengunyel-unyel pipi Baby Ken yang Cubby itu.


Encus berusaha menangkan Baby Ken,tapi bukannya tenang Baby Ken malah mulai menangis.


"Ken,jangan rewel ya sayang. Aduh gimana ini ya ?" Encus kebingungan karena tidak berhasil menenangkan baby Ken,meminta bantuan kedua oma dan opa nya juga tidak mungkin karena mereka tengah sibuk menyambut para tamu undangan.


"Sepertinya kau kesulitan ? Sini biar Baby Ken aku gendong" Ucap Seorang pria yang sejak tadi memperhatikannya merasa kasian pada Encus.

__ADS_1


"Tidak perlu Tuan,nanti malah merepotkan Anda" Jawab Encus,merasa tidak enak.


"Tidak apa-apa" Jawab Pria itu,lalu mengambil alih Ken ke dalam dekapannya,lalu Bram duduk disalah kursi yang masih kosong dan di ikuti oleh Encus.


"Terimakasih Tuan--".


"Bram" Jawab Bram. Ya pria itu adalah Bram.


"Ah,iya Tuan Bram. Aku baru mengingatnya" Ucap Encus,karena pernah merasa bertemu dengan Bram saat di rumah sakit waktu Anita akan melahirkan Baby Ken.


Bram tersenyum tipis sambil menepuk-nepuk punggung Baby Ken agar lebih tenang dan benar saja Baby Ken langsung tenang dan mulai memejamkan matanya.


"Wah ternyata Anda sangat pandai menenangkan anak kecil ya Tuan" Puji Encus. Tapi Bram hanya tersenyum kecil menanggapinya.


Encus melihat kearah pelaminan dimana kedua majikannya masih menyambut para tamu yang berdatangan untuk mengucapkan selamat.


Sedangkan Bram mencuri-curi pandang kearah Encus yang hari ini terlihat beda,Memakai gamis berwarna pink dan pasminah berwarna senada yang menutupi Aurat kepalanya,terlihat cantik dan sederhana.


Mikir apa kamu Bram !. Batin Bram,lalu menggelengkan kepalanya dan mengalihkan pandangannya.


"Tuan, sepertinya Baby Ken sudah pulas,mari sini saya akan membawanya ke kamar hotel" Ucap Encus,saat melihat Baby Ken sudah pulas di gendongan Bram.


"Ah,baiklah" Ucap Encus,dengan terpaksa menurutinya.


Kembali ke pasangan pengantin yang tengah berbahagia diatas pelaminan,pesta pernikahan yang berlangsung hampir 5 jam pun sudah selesai dan berjalan dengan lancar.


Setelah pesta pernihakannya selesai,Aldo dengan tidak sabar menarik tangan sang istri tapi Anita segera menahannya.


"Sebentar,aku sejak tadi tidak melihat Kenzie?" Anita menahan tengan Aldo,membuat pria satu anak itu menghela nafasnya kasar.


"Ken,sudah bersama Encus. Percayalah" Ucap Aldo,.


"Ishh,kau itu selalu saja begitu !" Ketus Anita.


"Benar yang di katakan Aldo,Baby Ken sudah berada di kamarnya bersama Encus" Ucap Diana yang menghampirinya bersama Ferdi. Perut Diana sudah terlihat membesar karena kehamilannya sudah memasuki bulan ke 4.


"Segera beristirahatlah dan manjakan suamimu itu" Ucap Ferdi terkesan meledek Aldo.

__ADS_1


"Papa dan ibu juga istirahat" Ucap Anit,sambil mengelus lembut perut Ibunya.


"Sayang ayo!" Aldo sudah tidak sabar langsung menggendong Sang istri ala Bridal Style,lalu membawa sang istri menuju lift menuju kamar pribadi Aldo yang ada di lantai paling atas di hotel tersebut.


Ferdi dan Diana menggelengkan kepalanya saat melihat tingkah menantunya yang sudah tidak sabaran.


Ferdi melirik sang istri kemudian tersenyum licik.


"Aaa.. Fer apa yang kau lakukan ! Turunkan aku" protes Diana saat tubuhnya sudah diangkat suamimya.


"Tidak akan ! Ayo kita habiskan malam ini" Ferdi menyeringai licik dan membawa Sang istri ke kamar yang sudah di sediakan oleh Aldo.


🌷🌷🌷🌷🌷


Sedangkan Aldo dan Anita sudah sampai di kamar pengantinnya yang di hias sedemikian rupa seperti kamar pengantin pada umumnya.


"Aku sudah tahan untuk melahapmu " Ucap Aldo dan melemparkan sang istri ke atas arena bertempur mereka.


"Sayang,apa tidak sebaiknya kita mandi dulu?" Anita sangat gugup,apalagi saat melihat sorot mata Aldo yang sudah memancarkan api gairah yang membara.


"Tidak ! Aku sudah bersabar menunggu jadi bersiap lah !" Tegas Aldo lalu menindih tubuh sang istri dan mellumat bibir seksih Anita yang sudah menjadi candunya.


"Emmppphhh Ahh" Anita mendesah tak karuan saat tangan Aldo menggerayangi tubuhnya yang masih berbalut gau pengantin.


Aldo melepaskan pagutannya dan dengan cepat ia melucuti semua kain yang melekat ditubuh sang istri dan juga pakainnya sendiri l,hingga polos tanpa sehelai benang pun.


Mata Aldo menatap tubuh polos sang istri sesaat sebelum ia memulai aksinya.


"Kau sangat indah sayang,apa lagi ini" Aldo menunjuk kedua bukit Anita yang sangat menantang,kemudian Aldo melahap buah ceri yang ada di pucuk bukit itu.


"Ahhh" Anita mendesah,hingga membusungkan dadanya saat buah cerinya di hisap dan dimainkan dengan lidah Aldo yang lihai itu.


"Dan ini" Ucap Aldo di sela aktifitasnya mengusap halus permukaan inti sang istri.


"Ssttttt Ah".


Ya di gantungπŸ€ͺπŸ€ͺπŸ€ͺ

__ADS_1


Maafin OthornyaπŸ™πŸ™πŸ˜‚πŸ˜‚


Hadiahnya seikhlasnya aja 🌹🌹🌹😘😘😘


__ADS_2