Perawan Tua Meet Brondong Tajir

Perawan Tua Meet Brondong Tajir
Dia imut sekali


__ADS_3

Mata Encus membulat saat melihat siapa yang di tunjuk oleh Vanya.


"Tuan Brewok !!" Encus melihat Seorang pria yang sangat di kenalnya sedang memasuki Restoran dengan gaya casualnya hanya dengan memakai kemeja warna hitam bergaris putih dan celana panjang berwarna putih.



Anggap aja begini 🤭🤭🤭


"Kau mengenalnya?" Tanya Vanya.


"Iya dia teman sekaligus rekan bisnis majikan aku" Jawab Encus,terus memperhatikan pria tersebut.


Merasa di perhatikan, pria tersebut pun mengendarkan pandangannya menelusuri setiap sudut restoran tersebut dan benar saja ternyata ada dua gadis remaja masih lengkap dengan seragam putih abu-abu sedang memperhatikannya.


Pria tersebut tersenyum dan menghampiri dua gadis itu yang duduk tak jauh dari meja kasir.


"Encus" Sapanya dengan senyuman dibibirnya dan tanpa segan langsung duduk di depan kedua gadis tersebut.


"Tuan Bram" balas Encus tersenyum lembut.


"Eh,iya kenalkan ini temanku" Encus menyenggol bahu Vanya yang tak berkedip menatap Bram.


"I iya saya Vanya" Kemudian mengulurkan tangannya dan di sambut Bram.

__ADS_1


"Kalau Modelan begini,aku juga mau kali hi hi hi ,Tajir,ganteng dan mapan lagi" Bisik Vanya dan mendapat pelototan dari Encus.


"Tuan Bram,mau makan siang disini ?" Tanya Encus basa basi dan di angguki oleh Bram.


"Tidak apa-apa kan jika saya ikut bergabung disini?" Tanya Bram,sambil menatap wajah cantik Encus.


"Tentu,tentu saja boleh kok Om" Jawab Vanya cepat.


"Van" Kesal Encus tapi hanya dengan menggerakan bibirnya saja,tapi Vanya cuek menanggapinya.


Setelah mendapat persetujuan Bram pun merasa senang dan segera memesan makanannya. Tak berselang lama makanan sudah di sajikan di atas meja dan mereka mulai memakannya.


"Terimakasih Tuan sudah mentraktir kami" Encus tidak enak hati. Mereka keluar dari Restoran tersebut bersamaan.


"Iya Om,makasih ya" Vanya menimpali sambil menampilkan senyum manisnya.


"Iya sama-sama" Jawab Bram,sambil melirik Encus.


Kenapa dia imut sekali sih ? Batin Bram Gemas. Saat melihat Encus dengan seragam putih abu-abu.


Vanya yang melihat gelagat Bram pun mengerti jika pria matang tersebut manaruh hati pada temannya.


"Eh,Encus sorry ya kayaknya aku enggak bisa nganterin kamu pulang deh,soalnya tadi Mamih aku telpon suruh jemput di Mall Xxx". Vanya memberi alasan.

__ADS_1


"Eh,kapan Mamih kamu telpon ? Bukankah disekolah enggak boleh bawa hp" Tanya Encus heran, membuat Vanya gelagapan.


"Em itu aku- Om Bram tolong anterin teman kau ya" Ucap Vanya,lalu segera belari menuju tempat parkir.


"Ih Vanya !!!" Teriak Encus.


"Ayo,aku antar pulang" Ucap Bram berjalan mendahului menuju mobilnya yang terparkir tak jauh dari sana.


"Encuss !!" Panggil Bram,yang sudah membuka pintu mobilnya.


"Ah,iya" Encus terperanjat saat Bram meneriakinya,dan mau tak mau akhirnya gadis manis itu masuk kedalam mobil Bram.


"Maaf Tuan jadi merepotkan" ucap Encus,sambil meremat kedua tangannya. Entah kenapa ia selalu gugup saat berdekatan dengan Tuan Brewok itu.


"Tidak apa-apa"Jawab Bram singkat,tanpa menoleh.


"Tuan,kenapa laju mobilnya lambat sekali?" Tanya Encus,merasa heran karena Bram mengemudikan mobilnya seperti keong.


"Mobilku belum di servis jadi kalau melaju kencang takut mesinnya pada rontok" Ucap Bram,memberi alasan yang tidak masuk akal. Padahal ia melambatkan laju mobilnya agar bisa berlama-lama bersama Encus.


Bodoh ! Harusnya kamu memberi alasan yang lebih masuk akal. Bram memaki dirinya sendiri.


Memang ada ya ? mesin mobil bisa rontok ? . Tanya Encus dalam hati.

__ADS_1


Mulai tumbuh benih-benih cinta nih 🤭🤭


Jangan lupa like,Komentar dan hadiahnya 🌹😘😘😘


__ADS_2