Perawan Tua Meet Brondong Tajir

Perawan Tua Meet Brondong Tajir
Rencana papa Ferdi


__ADS_3

Aldo dibuat frustasi karena tingkah istrinya yang tengah hamil muda.


Bagaimana tidak ? Anita meminta di buatkan ayam bakar di tengah malam,tapi setelah ayam bakarnya sudah jadi Anita malah menolak ayam bakar itu.


"Aku sudah tidak ingin,lagian lama !" ketus Anita,lalu menarik selimutnya dan memeluk Kenzie yang tertidur lelap di sampingnya.


Ya,Anita masih enggan untuk tidur dengan suaminya itu,karena ia sangat mual saat berada di dekat Aldo.


Aldo hanya menghela nafas kasar,sambil memandangi ayam bakar di atas piring yang masih panas itu.


"Hufft,sabar-sabar" Gumam Aldo,lalu segera keluar dari kamar putranya.


"Mubazir" Ucap Aldo,saat sudah duduk di ruang makan lalu segera memakan ayam bakar itu.


Setelah selesai memakan ayam bakar itu dengan perasan nelangsa,Aldo kembali ke kamarnya dan merebahkan dirinya diatas tempat tidur sendirian.


Aldo mengusap bantal yang di sering di gunakan istrinya dan menciun bantal itu berulangkali,aroma strobery yang sudah sangat ia rindukan beberapa hari ini.


Tak berselang lama Aldo sudah terlelap sambil memeluk bantal istrinya.


Pagi hari telah tiba di kediaman keluarga Sanjaya.


Tepat Jam 6 pagi Aldo sudah siap dengan pakaian kerjanya.

__ADS_1


"Tuan ? Pagi sekali ?" Tanya Mei.


"Iya,karena ada metting penting dengan papa Ferdi pagi ini" Ucap Aldo,terus berlalu melewati Mei yang tengah menyapu di dekat tangga.


"Hah,sial sekali papa mertua itu ! Kenapa harus mengadakan metting sepagi ini" Gerutu Aldo,karena tadi subuh Ferdi baru menghubunginya.


Aldo segera memasuki mobilnya dan menancap gas menuju Cabang perusahaan Ferdian yang di pimpin oleh nya.


Bahkan ia tidak berpamitan kepada istri dan anaknya yang masih tertidur di kamar sebelah.


Setelah menempuh perjalanan 30 menir,akhirnya Aldo sampai di cabang perusahaan Ferdian,Aldo segera memasuki ruang meetting dan ternyata disana sudah Ada 3 pria yang sudah menunggunya.


"Terlambat 5 menit" Ucap Leon dengan datar.


"Aku ngantuk sekali" Keluh Doni,sambil memijat pangkal hidungnya.


"Jangan bilang kau begadang terus,untuk membuat adik untuk Malvin" Sindiran keras dari Ferdi untuk Aldo.


Sedangkan yang disindir hanya memutar kedua bola matanya malas.


"Adik ? Punya satu aja sudah repot" Keluh Doni,karena putranya itu setiap malam selalu rewel dan tidak mau di sentuh oleh Babysitternya ataupun Mommy nya,putranya itu hanya mau dengan dirinya saja.


"Kau beruntung Bro,Istrimu masih mau berdekatan dengan mu" Kali Ini Aldo yang mengeluh.

__ADS_1


Ketiga pria itu saling pandang kemudian mereka tertawa terbahak-bahak.


"Sial !" Umpat Aldo.


"Aku sumpahkan kalian mengalami hal yang sama seperti ku" Seru Aldo,sambil membuka berkas yang di berikan oleh Ferdi.


"Apa ini ? Apa papa ingin membunuhku secara perlahan ?!" Seru Aldo saat membaca berkas yang sudah ada di tangannya.


"Hei hei hei,Calm Down. Bro" Doni mengusap pundak Aldo pelan.


"Enyah kau !" Aldo menepis tangan Doni dengan kasar dari pundak nya.


"Sensitif sekali sih ? Aku yakin jika dia sudah lama tidak mengeluarkan Racun nya" Sindir Ferdi.


"Pah !" Aldo mendengus kesal.


"Ah,ya Tuhan. Jadi tebakan papa benar ? Kasian" Ledek Doni tergelak.


"Yang aku dengar,Anita tidak mau berdekatan dengan nya" Ucap Leon menyunggingkan senyum tipis.


"Ck ! Sindir teruss" Seru Aldo dengan kesal. Sedangkan ketiga pria itu tergelak bersama.


Jangan lupa vote,hadiah dan like nya 😘😘🌹🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2