
"Ck ! Sindir terus," Seru Aldo dengan kesal. Sedangkan ketiga pria itu tergelak bersama.
"Sudah-sudah," Ucap Ferdi,mulai mode serius.
"Begini Al. Papa sebenarnya juga tidak tega dengan dirimu tapi semua ini sudah ku pertimbangkan berulang kali," Ferdi menghela nafasnya sejenak.
"Kau tahu papa mertuamu ini sudah tua dan sudah waktunya pensiun. Papa ingin menikmati masa tua papa bersama istri dan adikmu yang baru lahir itu," Ucap Ferdi.
Ya,Diana sudah melahirkan seorang putra beberapa hari yang lalu melalui operasi Caesar.
"Papa harap kamu bisa memimpin perusahaan papa sementara waktu,sampai adikmu dewasa nanti," Mohon Ferdi.
"Are You Crazy ? Kenapa harus aku ?" Aldo menatap 3 pria itu bergantian.
"Gw,harus kembali ke nagara asal dan membawa Citra dan Malvin. Karena perusahaan bokap gw juga butuh pemimpin," Jelas Doni.
Aldo menghela nafasnya saat mendengar penjelasan Doni.
"Leon ?" Aldo menatap tajam Leon.
"Hufft,Aku harus mengurus perusahaan yang ada di Negara A," Ucap Leon datar.
Dan juga memimpin Black Devil. Lanjut Leon dalam hati.
Aldo menghela nafasnya kembali,ia tahu perusahaan ayah mertuanya itu beranak pinak dan ada di mana-mana.
"Maafkan kami,seharusnya kami juga ikut andil dalam mengurus perusahaan papa yang ada di Negara ini," Ucap Doni.
"Leon kan bisa membagi waktu jika hanya mengurus perusahaan di negara A. Kau tidak kasihan padaku ? Aku harus mengurus perusahaan ku sendiri,Cabang perusahaan Ferdian dan belum lagi usahaku sendiri yang berupa Kafe dan Hotel yang sudah banyak cabangnya," Keluh Aldo.
__ADS_1
"Sombong," Umpat Doni.
"Hei ! Itu memang kenyataan nya," Sahut Aldo penuh percaya diri.
"Cih !" Leon berdecih,menanggapi ucapan Aldo itu.
"Sudah aku putuskan jika kau lah yang akan memimpin Perusahaan Ferdian," Jelas Ferdi.
"Tapi -"
"Aku akan memberikan 30% Saham untuk mu dan aku juga sudah menyiapkan orang kepercayaan untuk membantumu,kau hanya tinggal memantaunya saja" Ucap Ferdi.
"Deal !" Aldo mengulurkan tangannya. "Kenapa tidak bilang sejak tadi," Aldo tersenyum senang.
"Dasar mata duitan !" Cibir Doni.
Ferdi menyambut tangan Aldo dengan mantap.
"Oke semuanya sudah jelas dan besok kau harus datang ke kantor pusat untuk memperkenalkan dirimu sebagai CEO baru," Jelas Ferdi dan di angguki oleh Aldo.
♡♡♡♡♡
Sementara itu di kediaman Sanjaya. Anita sedang merenungi kesedihannya.
"Apa aku keterlaluan dengan mas Aldo ?" Tanya Anita pada Rosma.
"Tidak sayang,semua yang kamu alami itu karena hormon kehamilanmu," Jawab Rosma,sambil mengelus rambut Anita dengan lembut.
"Tapi kenapa mas Aldo pergi tidak pamit ? Itu artinya mas Aldo marah padaku,hiks," Anita mulai menangis sambil mendekap Kenzie yang ada di pangkuannya.
__ADS_1
"Sudah jangan menangis ya,Aldo mungkin sedang sibuk."
"Tapi,tidak biasanya dia berangkat sepagi itu ?" Anita terus terisak,membuat Kenzie yang ada di pangkuannya pun ikut menangis.
"Tuh,kan Kenzie ikut menangis. Sudah jangan menangis sayang," Lerai Rosma,kemudian mengambil Kenzie dari pangkuan Anita.
"Maaf," Anita mengusap air matanya.
"Ayo masuk,mataharinya sudah mulai menyengat," Ucap Rosma,beranjak dari duduknya.
Karena saat ini mereka sedang berjemur di halaman belakang.
"Iya,Mah," Anita melangkah gontai memasuki rumah nya.
"Kenapa Mah?" Tanya Sanjaya,saat melihat menantu nya terlihat murung.
"Biasa Pah,hormon ibu hamil kan suka naik turun," Ucap Rosma dan diangguki Sanjaya.
"Aku jadi kasihan dengan Aldo," Ucap Sanjaya.
"Eh,untuk apa kasihan ? Biarkan saja anak nakal itu merasakan penderitaannya,anggap saja ini pelajaran untuknya karena saat Anita hamil muda dulu,dia menyakiti hati istrinya hingga Kenzie kehilangan saudara kembarnya " Jelas Rosma.
"Tidak boleh dendam begitu,Mah."
"Lagian aku masih kesal dengan anakmu itu," Kesal Rosma.
Sedangkan Sanjaya hanya bisa menghela nafasnya kasar.
Jangan lupa like,vote dan hadiahnya 🤗🤗
__ADS_1