Perawan Tua Meet Brondong Tajir

Perawan Tua Meet Brondong Tajir
Manusia berbulu


__ADS_3

Bram dan Encus kini telah kembali ke Surabaya. Mereka berada di Kalimantan hanya 2 hari saja,karena Encus harus bersekolah.


"Mas,sepertinya aku mau Home schooling saja" Ucap Encus,yang sedang duduk sambil bersandar di dada bidang Bram yang tengah bertelanjang Dada,karena Bram baru selesai berenang dan hanya menggunakan boxer warna putih.


"Lho kenapa ? Bukankah kau ingin menunggu hamil dulu ?" Bram mengecup pucuk kepala Encus yang berbalut hijab. Mereka kini tengah berada di Gazebo yang ada di dekat kolam renang.


"Sepertinya harus dipercepat mas,aku takut kalau menunggu hamil dulu nanti malah menjadi masalah disekolah" Jawab Encus,dirinya sudah memikirkan dengan matang keputusannya itu,walaupun ia harus berjauhan dengan teman-temannya.


"Baiklah,nanti asisten ku akan mengurusnya" Jawab Bram,lalu mengusapkan brewoknya di pipi Encus.


"Mas ! Geli ih" Encus menggeliat membuat Bram semakin gencar untuk mengusili istri kecilnya.


Pipi putih Encus kini terlihat memerah karena ulah Bram.


"He he he,jangan ngambek dong" Ucap Bram,saat melihat istrinya cemberut dan menatapnya tajam.


"Habisnya mas,ngeselin banget".


"Ya deh,maaf" Bram lalu merengkuh tubuh Encus dalam dekapannya.


"Mas kenapa sih ? Tubuh mas di penuhi bulu ?" Tanya Encus sambil memainkan bulu-bulu kasar yang tumbuh di dada bidang Bram.



Anggap aja lagi di gazebo🤭🤭


"Kenapa ? Kamu tidak suka ?" Tanya Bram balik.


"Bukan gitu tapi heran aja sih" Encus bersemu merah karena ia membayangkan sesuatu di balik boxer itu yang di dalamnya ada semak belukar dan ada ular cobra sebagai penunggunya.


"Nakal ya sekarang mikirnya udah mesum" Bram mencubit gemas Encus,dan di balas Encus dengan mencubit kuaci yang ada di pucuk dada Bram.


"Sayang hentikan,lihat aku merinding" Bram memperlihatkan tangannya dan terlihat jelas jika bulu-bulu di tangan Bram semuanya berdiri.


"Habisnya,mas itu ngeselin banget" Encus mengusap pipinya.


"Ya deh maaf lagi,he he he" Bram mengambil tangan Encus dan meletakkannya di bawah sana yang sudah menegang.


"Mas !!! Ih mesum banget " Encus mengibaskan tangannya dan mengusapkan telapak tangannya di celananya.


"Heleh sok nolak ! Kalau dibuka juga kamu kesemsem sama ular cobraku" Ledek Bram dan membuat Encus semakin merah wajahnya.


"Mass !!!"


"Ngamar yuk !" Bram dengan cepat menggendong tubuh istrinya menuju kamar utama.


"Astaga mas !" Encus terkejut lalu spontan melingkarkan tangannya di leher Bram.


Bi Yam menggelengkan kepalanya saat melihat tingkah Tuannya.


"Pengantin baru,bawaanya ngamar terus" Gumam Bi Yam sambil membersihkan meja yang ada di ruang tengah.

__ADS_1


"Maklum lah Bi,pengantin baru bawaanya pengen nancep terus,apa lagi nyonya kecil kan masih muda,hi hi hi" Sahut salah satu pelayan yang membantu Bi Yam membersihkan ruang tengah.


"Husss,anak kecil kayak tahu aja urusan begituan" Omel Bi Yam.


"Ih,Bibi. Ya tahu dong kan tiap hari pelayan yang lain pada ngegosipin Tuan besar dan Nyonya kecil" Jawabnya.


Bi Yam hanya menggelengkan kepalanya,heran dengan anak muda jaman sekarang.


Sedangkan Bram dan Encus sudah mulai pemanasan,dan adegan selanjutnya kalian bayangin sendiri ya. 🤣


â™§â™§â™§â™§â™§


Aldo dan Anita tengah memeriksakan kandungan di Rumah Sakit.


"Semuanya baik dan normal. Janinnya juga kuat dan jika dilihat kandungannya sudah berusia 6 minggu Tuan,Nyonya" Ucap Dokter wanita. "Dan saya akan memberikan vitamin ya,nanti ditebus di apotek" Dokter itu menyerahkan resep dokter kepada Aldo.


"Apa ada yang ingin di tanyakan ?" Tanya Dokter itu.


"Apakah boleh bercocok tanam,Dok?" Tanya Aldo dan langsung mendapat cubitan dari Anita.


"Bikin malu" Bisik Anita.


"Tidak apa-apa Nyonya,hal ini sangat wajar" Ucap Dokter itu tersenyum. "Boleh asal dilakukan dengan pelan dan hati-hati" Jawab Dokter itu,membuat Aldo tersenyum senang.


Setelah memeriksakan kandungannya pasangan suami istri itu kembali kerumah tapi saat di tengah perjalanan Anita meminta Aldo untul menepikan mobilnya.


"Ada apa sih,sayang?"


"Muda tapi tua ? Sebenarnya kamu mau yang mana ?" Tanya Aldo heran.


"Ya pokonya itu ! Kelapa muda tapi tua" Jawab Anita.


"Iya sayang" Aldo segera turun dari mobilnya,sebelum istrinya merajuk,dan ia pun menghampiri penjual.Es Kelapa itu.


"Waduh Den,yang kelapa Tuanya tidak ada,adanya kelapa muda" Ucap bapak itu,saat mendengar permintaan Aldo.


"Masa tidak ada sih pak,ini buat istri saya sedang mengidam" Aldo sudah terlihat lesu.


"Nah,begini saja. Saya ada kelapa tua dirumah tapi harus ngambil dulu cuma sebentar kok, rumah saya ada di belakang sini" Ucap bapak itu.


"Baiklah pak,saya tunggu ya" Jawab Aldo,lalu kembali kemobil,karena cuaca cukup terik.


"Enggak dapat ya ?" Anita terlihat kecewa,saat Aldo memasuki mobil lagi.


"Ada tapi bapak penjualnya mau ambil kelapa tuanya di rumah dulu" Jawab Aldo.


"Lho kok tua sih ? kan aku maunya yang muda !" Kesal Anita.


"Kan kata kamu Muda tapi Tua" jawab Aldo,mendengus kesal.


"Maksud aku yang mengkal !"

__ADS_1


"Mangga kali" Gerutu Aldo.


"By !!!" Teriak Anita.


"Ya aku tanyain lagi, tuh si bapaknya udah datang" Ucap Aldo,lalu turun dari mobil.


"Aku ikut" Anita mengikuti suaminya sedikit berlari.


"Pelan-pelan jalannya !" Aldo memperingati.


"Iya maaf" Anita memelankan langkahnya.


Aldo bertanya lagi pada bapak penjual es kelapa itu dengan perasaan bersalah.


"Saya maunya yang ada dagingnya yang tidak terlalu keras dan juga tidak terlalu lembek" Ucap Anita.


"Yank ! Yang ada aja sih,kan kasihan bapaknya harus membuka satu per satu buah kelapanya" Kesal Aldo.


"Ta tapi aku maunya yang seperti itu" lirih Anita sudah terisak.


"Den tidak apa-apa,namanya juga lagi ngidam,aden sebagai suami harus bersabar" Ucap Bapak itu,sambil mengupas kulit kelapa bagian atasnya.


"Nah,ini dapat. Silahkan di minum neng" Ucap Bapak itu memberikan satu buah kelapa sesuai dengan keinginan ibu hamil.


"Terimakasih pak" Ucap Anita tersenyum senang,sambil menerima buah kelapa itu.


Anita langsung duduk di kursi yang sudah disediakan disana lalu segera menyedot air kelapa dengan sedotan yang diberikan oleh bapak penjual es kelapa.


"Pak,ada sendok gak ?" Tanya Anita.


"Ada neng,ini silahkan" Bapak itu menyerahkan sendok kepada Anita.


Aldo sampai menggelengkan kepalanya.


"Enak ya ? Bagi dikit dong" Aldo duduk di samping Anita dan menyedot air kepala itu.


"Ih,sana ! ini punya ku" Kesal Anita,mendorong tubuh Aldo.


"Pelit !". Gerutu Aldo,lalu memesan kelapa uda kepada bapak itu.


"Gimana udah puas ?" Tanya Aldo pada Anita,saat sudah di dalam mobil.


"Puas he he hee,makasih ya By" Anita memeluk lengan kekar Aldo.


"Harus bayar nanti malam" Ucap Aldo,menyeringai licik.


"Huh !! Gak jadi makasih!" Anita menjauhkan diri dari suaminya,membuat Aldo terkekeh pelan,lalu menjalankan mobilnya.


"Makasih ya Den,besok kesini lagi" Teriak bapak penjual es kelapa itu sambil memegang beberapa lembar uang ratusan ribu di tangannya.


Jangan lupa like,komentar dan hadiahnya ya😘😘🌹🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2