
2 Bulan kemudian
Tepat jam 3 pagi di kediaman Sanjaya terjadi kericuhan bercampur dengan kepanikan kala Anita merasakan kontraksi di perutnya.
Wajah Aldo jelas terlihat sangat pucat saat melihat istrinya merintih kesakitan. Bukannya menenangkan Aldo malah mondar mandir tak jelas.
"Aldo kamu tuh ngapain mondar-mandir enggak jelas kayak gitu!" Tegur Sanjaya,kesal karena melihat putranya seperti orang bodoh.
"A aku en ngak tahu harus gimana pah" Aldo berucap terbata,jelas sekali jika lelaki itu dilanda cemas dan kepanikan,saat melihat istrinya meringis kesakitan.
Rosma menggelengkan kepalanya sembari mengusap perut dan punggung menantunya.
"Harusnya kamu tuh,nenangin istri kamu ! ".
"Apa sakitnya sudah terasa sering,Nak" Rosma terus mengusap perut menantunya tanpa memperdulikan Ayah dan anak itu.
"Belum" Anita menggeleng sambil menggit bibir bawahnya kala rasa sakit itu kembali mendera.
"Sakit" rintih Anita,air matanya menggenang di pelupuk matanya.
__ADS_1
Kini ia merasakan betapa besarnya perjuangan seorang ibu untuk melahirkan buah hatinya. Dalam hati ia merasa bersalah kepada ibunya karena dulu sering membantah perkataan sang ibu.
"Lihat istri kamu,sedang kesakitan kamu malah bengong kayak gitu ! Bikinnya emang enak tapi pas istri sudah kesakitan kamu enggak peduli padahal kamu ikut andil dan membuat istrimu mengandung." Kekesalan Sanjaya memuncak saat melihat betapa bodohnya putranya itu,untuk mendekat keistrinya saja engggan alasannya karena tak tega melihat istrinya kesakitan. Suami macam apa itu !.
Ucapan Sanjaya begitu menohok dihati Aldo,tidak seharusnya ia menjadi pengecut seperti ini,Ia juga ikut andil dalam hal ini,apa lagi Istrinya akan melahirkan buah cinta mereka.
Dengan keberanian Aldo mendekati Anita dan menggantikan Rosma yang tadinya mengelus perut Anita.
"Sayang maafin aku ya,Aku memang lelaki yang payah " Ucap Aldo serak,dengan tangan yang bergetar ia mulai mengusap perut istrinya dengan lembut.
"Kamu,menyebalkan mas ! Awas saja kamu !" Nafas Anita memburu antara merasa kesakitan dan juga meras kesal dengan suaminya.
"Sayang sakit" Aldo sampai memiringkan kepalanya mengikuti arah jambakan Anita.
"Sakit kamu bilang ! Aku lebih merasakan sakit berlipat-lipat,Huh huh huh" Anita menjabak rambut Aldo,saat kontraksi itu datang kembali,perutnya terasa mengencang,seolah bayi dalam kandungannya ingin segera keluar.
"Sebaiknya kita cepat bawa kerumah sakit" Titah Sanjaya.
"Encus,bawa perlengkapan bayi dan juga Anita yang sudah disiapkan" Ucap Rosma diambang pintu dimana Encus dan pelayan lainnya menunggu dengan cemas dan khawatir.
__ADS_1
"Baik,Nyonya" Encus lalu menjalankan titah dari Nyonya besar tak berselang lama Encus keluar dari kamar bayi dan membawa dua tas besar yang berisi perlengkapan bayi dan juga pakaian ganti Anita.
Tak berselang lama Aldo keluar kamar sambil menggendong Anita lalu menuju mobil yang sudah di siapkan oleh supir.
"Biar saya saja yang nyetir" Cegah Sanjaya pada supirnya.
Anita dan Aldo duduk jok belakang sedangkan Rosma duduk di samping pengemudi. Sedang kan Encus ikut mobil yang lain bersama Mei.
"Mas,Sakit" Anita mencengkrang tangan Aldo hingga membuat Aldo meringis kesakitan,walaupun kuku Anita tidak ada yang panjang tapi cengkraman itu seperti cubitan yang rasanya lima kali lipat lebih sakit.
"Sayang kamu ngompol?" Tanya Aldo saat melihat jok yang di duduki Anita basah.
"Aku enggak tahu,Mas dan aku enggak merasakan apa-apa". Jawab Anita lemas.
"Air ketubannya sudah pecah "Rosma memekik.
"Pah,cepatan gas poll dong,masa nyetir mobilnya kayak keong,Anita sudah pecah ketuban". Rosma kesal Karena Suaminya menyetir sangat lamban padalah Sanjaya sudah mengemudikan mobil dengan kecepatan diatas rata-rata.
Kezeellll sama kelakuan Aldo,author pengen jitak kepalanya😤😤😤
__ADS_1
Jangan lupa,like,komentar,vote dan bunganya.😘😘