
"Aku kenyang sekali mas," Keluh Encus,sambil menyenderkan punggungnya di sandaran tempat tidur.
"Kamu makan seperti orang kesurupan," Ucap Bram,sambil mengelus perut Encus yang sudah besar.
Bagaimana tidak seperti orang kesurupan ? Setelah Pulang dari rumah Aldo,Encus mengajak Bram untuk makan bakso di dekat sekolahnya dulu. Dan lebih parahnya Encus menghabiskan tiga mangkok bakso telor.
"Enak saja ! Ini karena baby kita yang selalu lapar," Ucap Encus sebal dengan suaminya.
"Iya deh iya," Ucap Bram,masih mengelus perut Istrinya.
Dug
Dug
"Eh,anak papa kok belum bobo ? Kenapa kangen ya sama papa ? Atau pengen di jenguk papa?" Ucap Bram konyol di dekat perut istrinya,ketika Bram merasakan pergerakan anak nya di dalam perut Encus.
"Masss !!! Mana ada seperti itu !" Encus menarik rambut Bram saking kesalnya.
"He he hee. Ya mana tahu kan,lagian kita kan udah lama enggak kikuk-kikuk," Ucap Bram,tersenyum geli.
"Itu sih mau nya Mas ! Bukan mau nya Dedek," Encus mengerucutkan bibirnya.
"Iya deh,maaf," Ucap Bram,sambil memeluk Encus.
"Memangnya mas ingin ya ? Maaf ya," Ucap Encus,merasa bersalah.
__ADS_1
Karena sudah sebulan lebih ia tidak memberikan jatah kepada Bram. Bukan karena tidak mau tapi karena setiap selesai melakukan hubungan,Perut Encus bagian bawahnya selalu sakit dan nyeri.
Mereka sudah berkonsultasi kepada Dokter tentang kondisi Encus,dan kata Dokter semua baik-baik saja. Dan sakit perut bagian bawah yang dirasa Encus setelah selesai berhubungan itu karena Encus masih terlalu Dini untuk mengandung.
Jadi demi kebaikan sang ibu dan calon bayi mereka,Dokter menyarankan untuk tidak melakukan hubungan dulu.
"Tidak apa-apa sayang. Mas bisa menahannya," Jawab Bram,tersenyum menatap Encus.
"Jangan bilang bisa nahan tapi Encus takut jika mas Jajan di luar," Ucap Encus.
"Astagfirullah ! Mas enggak mungkin menghianati kamu,Sayang," Ucap Bram,menegak kan tubuhnya dan menatap Encus dengan tajam.
"Mas memang brengsek ! Tapi itu dulu," Jelas Bram dengan tegas. "Jangan berpikiran buruk sama Mas ! Karena mas sangat mencintai kamu," Ucap Bram lagi.
"Maaf,Hiks," Encus meminta maaf,air matanya keluar begitu saja.
"Stttt,jangan menangis," Bram,merasa bersalah. Kemudian Bram memeluk istrinya.
"Maaf,mas. Aku hanya takut mas," Encus terisak dalam pelukan Bram.
"Tidak sayang mas yang harus meminta maaf,karena membentak mu dan buang segala pikiran buruk mu itu. Kasihan baby kita, dia juga akan ikut bersedih," Bram berkata dengan sangat lembut dan mencium pucuk kepala Encus yang masih berbalut hijab.
"Sudah jangan menangis. Ayo kita tidur," Bram merebahkan tubuh istrinya.
"Peluk Mas," Rengek Encus manja dan dengan senang hati Bram memeluk istrinya dengan sangat erat.
__ADS_1
"Jangan pergi," Lirih Encus yang mulai memejamkan matanya dan tangannya memegang erat tangan Bram.
"Tidak sayang. Mas selalu disini," Jawab Bram,mengecup pipi Encus yang tembem itu.
Tak butuh waktu lama Encus sudah terlelap dalam mimpinya.
Setelah Bram memastikan Istrinya sudah terlelap,Bram bangun secara perlahan dari sisi istrinya kemudian berjalan menuju balkon sambil membawa sebungkus rokok.
Bram menyulut ujung rokok itu dengan korek api,kemudian menyesapnya.
Berulang kali Bram menyesap rokok tersebut hingga menghabiskan setengah bungkus rokok.
Mata Bram terpejam tapi pikirannya entah kemana karena memikirkan kondisi istrinya.
"Aku tidak ingin kehilangannya," lirih Bram. "Aku sangat mencintai istriku."
"Tuhan ! jangan kau ambil nyawa istriku,bila perlu nyawa ku saja yang kau ambil," Lirih Bram lagi,hingga tak terasa air matanya mengalir deras membahasahi pipinya.
Ia tidak bisa membayangkan jika hidup tanpa istri kecilnya itu.
"Jika ini sebuah hukuman atau karma untukku ? Kenapa harus istriku yang mengalami hal ini ? Kenapa bukan aku,Tuhan !!" Batin Bram,terisak.
Ingin rasanya Bram berteriak sekencang-kencang nya untuk melepas beban di dadanya.
"Mas," Terdengar suara Encus memanggilnya dari dalam kamar.
__ADS_1
"I iya sayang," Bram mematikan rokoknya di asbak dan segera memasuki kamar. Tapi sebelum itu,Bram menghapus air matanya dan mengambil nafas sebanyak-banyak nya karena dadanya masih terasa sesak.
Jangan lupa Vote ya ππππ