Perawan Tua Meet Brondong Tajir

Perawan Tua Meet Brondong Tajir
Bram dan Encus


__ADS_3

Setelah mendapat lampu hijau dari keluarga Sanjaya,Bram hampir setiap hari datang kerumah besar itu dengan alasan membahas urusan bisnis.


"Ck,kau itu pengecut sekali" Cibir Aldo karena melihat pergerakan Bram yang lamban.


"Huhhhh" Bram membuang nafasnya kasar.


"Ayolah Bro,dimana Bram yang dulu ?" Aldo menatap Bram kasihan.


"Entah" Bram menaikan kedua bahunya. "Keberanianku lenyap saat aku melihat dia" Jawab Bram lemas,sambil menopang pelipisnya di atas sandaran Sofa.


"Ck. Lemah" Cibir Aldo sekali lagi. "Kau sudah ku beri kesempatan untuk mendekatinya ! Seharusnya kau memanfaatkannya bukannya bersembunyi seperti ini" Kesal Aldo. Karena saat ini Bram berada di ruangan Aldo . Dan terpaksa harus menemani Bram,harusnya malam ini dirinya bermanja ria dengan sang istri dan juga anaknya.


"Kau tidak tahu bagaimana perasaanku,Al" Jawab Bram lesu.


"Woww,haruskah aku memberi penghargaan untuk Encus karena sudah berhasil memporak-pandakan hatimu !" . Ucap Aldo,menatap Bram dengan bedacak kesal.


"Kau selalu saja mencibirku" Keluh Bram.


"Hah,terserahlah ! harusnya malam ini aku bermanja dengan istriku !".


" Ck,dasar mesum !" Meleparkan bantal sofa ke muka Aldo.


"Hei,siapa yang mesum ? Jangan-jangan pikiranmu sendirilah yang mesum" Ucap Aldo,sambil menghalau bantal sofa yang akan mendarat ke muka nya.


"Lebih baik,aku pulang" Ucap Bram dengan lesu.


"Ishh,dasar tidak tahu malu ! Habis makan dan ngopi,kau main pergi begitu saja".


"Terus kau mau apa ? Bayaran ?" Ucap Bram,sambil membuka dompet tebalnya.


"Cih, aku tidak butuh uang receh mu !".


"Hei !! Ini uang berwarna merah semua,dasar sombong" Umpat Bram.


"Sana pulang ! Jangan datang kesini jika kau tidak mempunyai keberanian ! Dasar Lemah !" Cibir Aldo.


"Kau-" Ucapan Bram terhenti, saat melihat Aldo sudah berlari menghindarinya sambil tertawa terbahak.


"Dasar Teman tidak punya akhlak !" Umpat Bram,lalu pergi dari ruang kerja Aldo.


Bram menuruni tangga dengan lesu,bertepatan juga Encus menaiki tangga dengan wajah yang di tekuk.


"Encus" panggil Bram.


"Iya" Jawan Encus,tetap menundukan wajahnya.


"Kau kenapa ? Ada masalah?" Tanya Bram.


"Tidak Tuan. Permisi" Jawab Encus singkat. Sikap Encus membuat Bram bertanya-tanya,apakah dirinya membuat kesalahan ?.


Lebih baik menghindar. Batin Encus.


Melihat Encus seperti menghindarinya,Bram pun memberanikan diri untuk mengikuti Encus hingga masuk kedalam kamar gadis itu.


"Astaga Tuan !" Pekik Encus, saat sudah didalam kamar ia berniat melepaskan hijabnya tapi ia dikejutkan Bram ada di belakangnya.

__ADS_1


"Sepertinya kau menghindari ku kenapa ?" Tanya Bram,dan mentap Intens wajah Encus yang masih terlihat terkejut.


"Tuan ! sebaiknya anda segera keluar dari sini" Usir Encus.


"Kau belum menjawab pertanyaanku !" Tegas Bram. "Kenapa kau menghindari ku ?".


"Aku ? Tentu saja tidak tuan. Saya tahu batasan saya. Anda itu orang terpandang dan saya hanya orang kecil ,sudah sepatutnya jika saya menjaga jarak dengan Anda" Jawab Encus dengan tenang.


Alasan macam apa itu. Kesal Bram dalam hati.


"Baik jika alasanmu seperti itu !" Bram melangkahkan kakinya kedepan,membuat Encus semakin mundur kebelakang,hingga punggungnya membentur dinding.


"Bagaimana,jika aku yang mendekati mu?" Tanya Bram,saat sudah di depan Encus dan wajah mereka berdekatan.


Encus sampai menahan nafasnya sambil memejamkan matanya.


Jantung jangan keras-keras,nanti dia mendengar. Batin Encus,karena jantungnya berdegup dengan kencang.


"Tuan,menjauhlah " Lirih Encus. Bukannya menjauh Bram semakin mendekat.


"Kau takut ?" Tanya Bram dan di angguki Encus.


"Apa jika seperti ini kau masih takut ?" Tanya Bram,saat wajahnya hanya berjarak 5 cm dari wajah Encus.


Bram dapat melihat wajah cantik Encus walaupun tanpa polesan make up ,dan juga ia dapat melihat kegugupan dan ketakutan di wajah cantik itu.


"Tuan,jangan seperti ini" Lirih Encus,ia membuka matanya dan ia sangat terkejut ternyata mata yang sedikit sipit tapi mempunyai tatapan tajam itu tengah menatap kedua bola matanya.


"Seperti apa,Hem ?" Bisik Bram,dan kali ini kedua tangan Bram mengungkung tubuh gadis itu .


"Tuan"


"Jangan seperti ini,nanti istri anda marah" ucap Encus,yang terlontar begitu saja dari bibirnya.


"Istri ? Aku tidak mempunyai istri ?".


"Tapi anda mempunyai seorang putra" Ucap Encus.


"Aku memang mempunyai seorang anak,tapi aku tidak mempunyai istri" Bisik Bram.


"Hah?" Encus bingung dengan ucapan Bram.


"Apa karena ini kau menjauhi ku ? Dan kau mendengar semua pembicaraanku waktu itu?" Tanya Bram,dan Encus mengangguk.


"Apa kau mencintai i ku ?" Tanya Bram.


"Saya tidak tahu apa itu cinta,karena saya tidak pernah jatuh cinta. Tapi satu hal yang pasti saat mengetahui anda sudah mempunyai anak,hati saya sakit" Ucap Encus ,menatap kedua mata Bram dengan sendu.


Bram tersenyum senang dengan kejujuran gadis itu.


"Itu artinya kau mencintaiku" Ucap Bram.


"Saya tidak tahu tuan" Jawab Encus,lalu menundukan wajahnya.


"Tuan !" Encus dibuat terkejut,Saat Bram mengangkat dagunya.

__ADS_1


"Tatap aku !"


"Tuan ?".


"Hem ?".


"Jangan seperti ini ,Tuan" Ucap Encus. Ia hanya takut jika ada yang melihatnya pasti akan salah paham,karena posisinya saat ini terlihat sangat intim.


"Kenapa ? Sudah aku bilang aku tidak mempunyai istri. Suatu saat nanti aku akan memberi tahumu tentang diriku" Ucap Bram,semakin mendekatkan wajahnya.


Cup


Bram mengecup bibir mungil itu sekilas.


"Tuan ?" Lirih Encus,tidak percaya jika Tuan Brewok melakukan hal di luar batas.


Cup


Bram mengecup kembali bibir gadis itu dan sedikit **********,Bram menghentikan aksinya saat merasakan cairan asin dan ternyata adalah Air mata Encus.


"Maaf" Bram sungguh menyesali perbuatannya karena telah melampaui batasnya.


"Tuan ? Kenapa mencium ku ?" Isak tangis Encus. Ia merasa menjadi wanita yang ternoda.


"Maaf,maafkan aku. Aku tidak bisa mengontrol diriku" Ucap Bram sambil mengusap air mata Encus.


"Jangan menyentuhku Tuan !" Encus menepis tangan Bram.


"Maaf".


"Aku menjaga diriku untuk suamiku kelak nanti,tapi Tuan telah merenggut kesucian bibir ku" Ucap Encus masih terisak.


"Jika begitu,aku akan segera melamarmu" Ucap Bram tersenyum.


"Apaa ??!!" Ucap Encus,terkejut.


"Bukan kah kau bilang,jika kau menjaga dirimu untuk suamimu kelak nanti ?" Ucap Bram tersenyum.


"Ta tapi tapi-".


"Aku harus bertanggung jawab bukan ? Karena telah mengambil kesucian mu !" Ucap Bram,tanpa mereka sadari ada Anita yang berdiri di ambang pintu sambil menggendong Baby Ken .


"Bram Apa yang kau katakan !!" Teriak Anita,membuat kedua orang itu terkejut.


"Mbak" Encus terbata.


"Ini tidak seperti yang kau pikirkan".Ucap Bram,tapi Anita tak mendengarkannya.


"Tidak ! Kalian harus secepatnya menikah ! Astaga Kau benar-benar keterlaluan Bram !" Emosi Anita memuncak. Jika tidak menggendong Baby Ken,mungkin Dirinya sudah memukili keduanya hingga babak belur.


"Mbak ini-".


"Diam !!!" Bentak Anita."Kalian harus menikah malam ini juga !".


Jeng jeng jeng

__ADS_1


Asikkk Bram kawinπŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†


Jangan lupa like dan hadiahnya ya🌹🌹😘😘😘


__ADS_2