Perawan Tua Meet Brondong Tajir

Perawan Tua Meet Brondong Tajir
Seperti Ayah dan anak


__ADS_3

Encus menatap suaminya yang sudah terlihat sangat tampan. Hari ini adalah genap satu minggu mereka menikah dan tentu saja tiap malamnya Bram meminta jatahnya.


"Hari ini mas berangkat kerja ya" Bram sambil memasang dasinya.


"Iya mas. Em,boleh enggak aku bantuin mas pasangin dasinya" Encus sedikit ragu,karena selama ini Bram tidak pernah menyuruhnya untuk membantu bersiap.


"Tentu saja boleh,Sayang. Emangnya kamu bisa ?"


"Kamu ternyata ngeremehin istri kamu ini ya,Mas ?" Terdengar jengkel dan membuat Bram terkekeh sambil mendongakkan kepalanya.


"Dah siap,lihatkan aku bisa !" Ucapnya percaya diri.


"Iya deh,kamu memang yang terbaik" Bram menarik pinggang Encus,lalu mengecup bibir Encus sekilas.


"Jadi bolehkan setiap hari aku melakukan ini ?" Tanya Encus.


"Tentu saja boleh" Jawab Bram,masih melingkarkan tangannya di pinggang istrinya.


Akhirnya status sebagai istri berguna juga,jadi enggak melulu soal ranjang bergoyang. Batin Encus.


"Udah ah,lepas mas. Aku juga harus berangkat sekolah.".


"Kasih jatah dulu, ini" menunjuk bibirnya.


CUP


Encus dengan malu mencium bibir tebal suaminya dan sedikit melumattnya.

__ADS_1


Ciuman itu berlangsung hampir lima menit,keduanya saling menyesap dan mellumat,hingga pasokan udara menipis barulah mereka melepaskan ciuman itu.


Begitulah kebiasaan pengantin baru itu sebelum melakukan aktifitasnya.


"Terimakasih" Bram mengusap salivanya yang tersisa di bibir istrinya.


"Sama-sama. Yuk berangkat" Encus menarik tangan Bram.


Para pelayan menatap pasangan itu sambil menggelengkan kepalanya.


Bagaimana tidak ? Pasangan pengantin baru itu terlihat seperti Ayah dan anak.


"Kenapa mereka melihatku seperti itu mas ?" Tanya Encus,saat mereka menuruni tangga.


"Karena kamu cantik" Balas Bram dan membuat Encus tersipu malu.


Bram mengantarkan istrinya lebih dulu kesekolah,barulah Bram berangkat menuju kantornya.


"Anda terlihat bahagia sekali,Tuan ?" Tanya Rio,asisten pribadi Bram.


"Tentu saja aku bahagia" Ucap Bram menampilkan senyumannya,melangkah kakinya menuju ruang kerjanya.


Iyalah,dapet daun muda gitu. Batin Rio.


"Kau harus secepatnya menikah agar merasakan indahnya surga dunia" Ucap Bram sambil menepuk pundak Rio.


"Maunya sih gitu,tapi tidak ada yang mau sama saya". ucap Rio membuat Bram terkekeh.

__ADS_1


"Kau itu tampan dan gajimu lumayan besar mana mungkin tidak ada yang mau" Ucap Bram,lalu Rio hanya menggaruk pelipisnya yang tidak gatal.


Waktu bergulir begitu cepat Bram menyempatkan diri untuk menjemput istrinya pulang sekolah.


"Mas,sudah lama ?" Tanya Encus,menghampiri Bram yang bersandar di kap mobil.


"Belum,baru lima menit" Encus mencium punggung tangan Bram.


"Wah,Encus ternyata ayah kamu ganteng banget ya ?" Tanya teman Encus yang melihatnya.


Bram tersenyum kecut saat mendengar penuturan teman istrinya.


Encus segera menarik tangan Bram dan tidak menyahuti temannya yang super kepo itu.


"Mas,jangan dengerin ucapan teman aku ya" Encus memegang lengan kiri Bram,yang tidak memegang Stir mobil.


"Mereka benar,aku terlalu tua untuk mu".


"Mas,buat aku. Mas itu yang paling tampan dan aku sayang dan cinta sama Mas,jadi aku mohon jangan dengarkan ucapan Orang lain" Encus mengusap rahang suaminya yang berbulu.


Bram menepikan mobilnya lalu melepas seatbelt nya kemudian menarik wajah Encun dan melumatt bibir istrinya itu dengan rakus,begitu pula Encus membalas ciuman panas Bram.


Aku beruntung mendapatkan diri mu sayang. Terimakasih karena telah menerima ku apa adanya. Batin Bram.


Mas Brewok sedih


Jangan lupa like,komentar dan like🌹🌹😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2