Perawan Tua Meet Brondong Tajir

Perawan Tua Meet Brondong Tajir
Siapa pria itu?


__ADS_3

Hai, readers terimakasih untuk kalian semua yang selalu suport Author dan teriimakasih untuk kalian semua yang setia mengikuti kisah Dobel A (Anita dan Aldo) dan juga terkadang Author sempilin kisahnya Siska Atau Citra biar kalian gak bosen heheee.


Terimakasih buat kalian semua pokoknya love kalian semuaπŸ₯°πŸ₯°πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜


Yuk lanjut kisahnya Anita dan Aldo


Jangan lupa Like,vote dan komentarnya ya.


Hari demi hari semakin membosankan bagi Anita, tiap hari kegiatan nya hanya makan tidur. Saat ini dirinya sedang berada ditaman yang ada di belakang rumah besar itu sambil memakan cemilannya.


"Lun,Panggilkan para Bodyguard itu,dan juga ambilkan ikat rambut sama sisir di kamar ku" Titah Anita yang sedang duduk di taman,ia mempunyai ide untuk menghilangkan rasa bosannya itu.


"Baik Nona" Ucap Luna,meskipun bingung dengan permintaan majikannya Luna tetap mematuhinya.


Kemudian ia memanggil para Body guard untuk berkumpul di Taman.


Anita menatap satu persatu para bodyguard yang berjumlah dua puluh orang mempunyai postur badan tinggi kekar dan berkulit hitam.


"Apa kalian tahu kenapa saya panggil kesini? " Tanya Anita,sambil menatap para bodyguard itu yang tengah berdiri tegap di hadapannya.


"Tidak Nona" Jawab mereka serempak.


"Hei,kamu dan kamu" Tunjuk Anita pada dua bodyguard. "Kalian berpasangan lah dan ambil ini" Anita memberi Sekotak ikat rambut dan juga sisir. Kedua bodyguard itu bingung dan saling pandang ,mau di apakan Ikat rambut dan sisir itu ?.


"Ikatkan ikat rambut itu pada rambut pasangan kalian bergantian dan ini berlaku untuk kalian semua" Titah Anita tak ingin dibantah.


Para bodyguard itu melongo tak percaya mendengar titah Nona mudanya itu.


Oh , apakah nona mudanya itu tengah menyidam?.


"Pfftttttttt" Luna menahan tawanya saat mendengar permintaan konyol Nona mudanya.


"Ta tapi Non-"


"Kalian ingin membantah ku? Baiklah aku akan segera telpon papa !" Ancamnya. Membuat Para bodyguard itu menelan ludahnya kasar.


Habislah mereka jika Tuan Besar marah !


"Baik lah kami akan melakukannya" Dengan ragu Para Bodyguard itu mengikat rambutnya layaknya anak Tk yang akan berangkat ke sekolah.


"Ha ha ha ha" Luna tak bisa menahan tawanya lagi,tampang para bodyguard yang berwajah sangar itu sekarang berubah menjadi sangat lucu dan menggemaskan.


Begitu juga Anita tak bisa menahan tawanya lagi.


"Ah,kalian sangat menggemaskan" Ucap Anita disela tawanya. "Dan jangan dilepas sampai besok pagi" Titah Anita menahan tawa.


"A apa? Tapi...tapi-"


"Kalian membantah baiklah aku akan tel-"


"Jangan Nona,Baiklah" Lagi-lagi para bodyguard itu hanya bisa pasrah.


Ah,sial sepertinya Nona mudanya itu sedang mengerjai mereka !.

__ADS_1


Ha ha ha,rasakan,salah siapa mau ini itu tidak boleh,bahkan aku ingin berjalan-jalan keluar sebentar saja tidak boleh. Batin Anita,tersenyum puas dalam hatinya karena puas mengerjai para bodyguard yang menyebalkan itu.


Setelah puas mengerjai para bodyguard Anita kembali kedalam rumah untuk membersih kan diri mengingat hari juga sudah semakin sore.


"Ah segarnya" Ucap Anita saat sudah keluar dari kamar mandi dan hanya mengenakan jubah mandinya,kemudian berjalan ke arah lemari untuk mengambil pakaiannya.


Selesai berpakaian ia duduk di meja rias untuk mengoleskan krim perawatan diwajahnya.


"Cantik,cantik banget malah. Gak kalah sama perempuan itu,hanya umur saja yang membedakan " Ucapnya narsis,sambil menatap dirinya di cermin.


Kemudian tatapan nya beralih pada kalender yang ada di meja rias itu.


"Apa aku harus kembali?" Ucapnya sendu.


"By,apa kamu gak kangen sama aku?" tetesan air mata tak terbendung lagi.


Duk


"Anak mama juga merindukan papa?" Ucapnya sambil mengelus perutnya yang sudah membesar.


Duk


Lagi-lagi bayi dalam kandungan nya merespon dengan tendangan. Anita tersenyum sambil mengelus Perutnya. Air matanya semakin deras mengalir.


Setelah lelah menangis Anita merebahkan dirinya ditempat tidur berukuran king size itu.


🌷🌷🌷🌷🌷


Apakah ia ketindihan ?


Kata masyarakat Jawa 'Ketindihan' itu disebabkan karena adanya gangguan dari makhluk halus yang menyebabkan ketidak mampuan untuk menggerakan tubuh saat tertidur.


Masa iya ? Di luar negeri ada hal seperti itu.


Tapi yang dirasakan Anita benar-benar nyata.


Apa lagi keadaan kamarnya gelap hanya lampu tidur yang menyala,padahal sebelumnya Anita mengingat betul jika ia tidak mematikan lampu.


Anita merinding dibuatnya,ia terus merapalkan doa dalam hatinya.


Apalagi ia merasakan ada hembusan nafas hangat sangat terasa di lehernya.


Eh,tunggu ! Jika setan masa iya bernafas ?


Yang bisa bernafas kan cuma makhluk hidup !


Ya Tuhan,jantung Anita semakin berdegup kencang,jangan-jangan yang mendekapnya erat itu adalah seorang yang menyelinap masuk ke dalam kamarnya.


Apa yang harus ia lakukan ?


Anita berusaha memberontak ingin melepaskan rengkuhan itu yang semakin menghimpitnya.


Ini teralalu kuat !

__ADS_1


Anita meghembuskan nafasnya kasar,kemudian memberontak lagi tapi lagi-lagi usahanya gagal.


Membuat dirinya tak punya pilihan lain selain berteriak meminta tolong.


"Tolon-" Mata Anita melotot saat mulutnya tiba-tiba di bungkam dengan tangan besar dan berotot itu.


"Stttt,diam" Bisiknya di telinga Anita.


"Emmmmm emmmmmmm" Anita berusaha melepaskan tangan itu dari mulutnya.


Eh,tunggu. Suara itu sangat familiar ditelinganya. Tapi siapa?.


"Emmmmm" Kemudian Anita menggigit telapak tangan orang tersebut membuatnya terpekik kesakitan karena gigitan Anita sangat kuat.


"Awwwwww"


Brugg


Ge de buk


Anita berhasil lolos kemudian ia menendang perut pria tersebut hingga terjatuh dari tempat tidur.


"Beraninya kau ! Siapa kau sebenarnya ?" Seru Anita memberanikan diri,jantungnya terasa ingin lepas dari tempat nya.


"Arggggg" Orang tersebut seperti kesakitan.


Karena Pencahayaan sangat minim hanya lampu tidur yang menyala Anita tidak dapat melihat siapa orang tersebut.


Anita memberanikan diri untuk mendekati orang tersebut,karena sepertinya benar-benar kesakitan.


"Eh,kau tidak Apa-apa ?" Tanya Anita di belakang pria tersebut.


"Kau membuat ku terluka" ia mendesis kesakitan sambil memegangi pinggangnya.


"Rasakan ! Kau pikir kau ini siapa ? Beraninya masuk kedalam kamarku" geram Anita. Pria tersebut hanya terkekeh pelan.


"Kau sudah melupakan Aku ya SAYANG?" Suara bariton itu sangat dikenal Anita.


Anita menutup mulutnya dengan kedua tangannya saat melihat pria itu berdiri dan membalik badan menghadap nya.


"Ini tidak mungkin" lirih Anita,air matanya lolos begitu saja.


"Apa yang tidak mungkin?" Tersenyum manis kemudian melangkahkan kakinya kedepan tapi Anita semakin mundur hingga membentur tembok.


Kedua tangan kekar itu mengungkung tubuh Anita.


Anita memejamkan matanya saat tangan kanan kekar itu mengelus perut Anita yang sudah membesar.


Kemudian Anita menepis tangan itu lalu menatap tajam pria yang ada di hadapannya.


Hayoo saposeh pria itu apakah Aldo atau ............?


Jangan lupa like,komen dan vote nya ya .

__ADS_1


__ADS_2