
Bram semakin memucat dan nafasnya tercekat saat pisau itu mulai menembus kulit bahunya.
Dan
Jleb
"Arghhhhhhhhhhhhhhh". Bram berteriak kesakitan saat pisau kecil itu menancap sebagian di pundak Bram dan arah mengalis deras dari sana.
Ferdi tersenyum puas kemudian ia mencabut pisau itu dari pundak Bram dan menjilat pisau itu yang berlumaran darah.
"Ha ha ha ha Rasa darah mu sangat manis,aku suka" Ucap Ferdi tersenyum puas.
"Sstt, ke ke napa Anda seperti ini Tuan ?" Bram mendesis kesakitan dan ucapannya terbata karena rasa sakit di pundaknya sangatlah luar biasa.
"Sudah aku bilang bukan ? Jika kau sudah masuk ke kandang singa akan sulit untuk diri mu keluar" Desis Ferdi sambil mencengkram rahang Bram kuat.
"Dan anggap saja jika ini pembalasan atas rasa sakit hati putri ku dan juga menantuku,Heh ! Apa kau lupa ?" .
"Maaf,saya salah Tuan" Aku Bram pasrah.
"Baik,karena aku adalah orang yang baik hati dan pemaaf aku akan melepaskan mu" Ucap Ferdi tapi terdengar sangat mengerikan.
"Leon,suruh penjaga mengobatinya" Titah Ferdi kepada Leon.
"Baik,Uncle" Jawab Leon,kemudian memanggil penjaga untuk mengobati luka Bram.
Saat melihat Bram di obati,Leon mendekatinya. Sedangkan Ferdi membersihkan dirinya di ruangannya yang ada di dalam markas tersebut.
"Bagaimana rasanya? Sakit bukan ? Itu tidak seberapa dengan apa yang telah kau perbuat" Ucap Leon terdengar mencibir.
"Jadi dia ingin membalaskan dendam ?" Tanya Bram.
"Menurut mu? Setelah apa yang kau perbuat kau bisa lari begitu saja ? Dan kesialan berpihak kepada mu dengan kau mendatangi Singa yang sudah siap menerkam mangsanya" Ucap Leon santai.
"Sial" Umpat Bram dalam hati,karena sudah merasa tertipu oleh Ferdi.
"Tapi kau tenang saja,Black Devil akan menepati janjinya menjaga dan melindungi Anakmu dengan catatan kau harus menjadi mata-mata untuknya dan tetaplah setia kepadanya jika kau masih ingin menghirup udara segar di dunia ini. Jadi saat ini kau resmi jadi anggota Black Devil ! Paham ?" Jelas Leon dan di angguki Bram.
Leon sebenarnya tidak mengerti maksud dan tujuan sebenarnya dari Ayah angkatnya itu karena memasukan orang seperti Bram kedalam anggota Black Devil,jika untuk membalas Bastian kenapa tidak langsung di bantai saja? Begitu pikir Leon.
__ADS_1
Sebenarnya Leon sedikit keberatan, tapi ini adalah keputusan langsung dari Ferdi,walaupun sudah pensiun dari dunia hitam itu,Ferdi masih memiliki kekuasaan yang tidak bisa dibantah oleh siapa pun termasuk Leon pimpinan baru di Black Devil.
"Argghhh" Bram memekik kesakitan karena penjaga yang mengobati lukanya tanpa sengaja menumpahkan alkohol tepat di atas lukanya.
Rasanya sangat perih,panas dan sangat sakit bercampur menjadi satu,bahkan suhu tubuhnya berubah memanas karena merasakan kesakitan itu.
Buat readers yang pernah operasi Caesar pasti merasakan rasa perih,panas dan sakit menjadi satu di area perut. Nah kurang lebih seperti itulah rasa sakit yang dirasa oleh Bram. Uh,ngeri-ngeri asoyyy,karena Author tiga tahun yang lalu melahirkan secara Caesar dan sakitnya sangat luar biasa.
"Sory,aku tidak sengaja" Ucap penjaga itu tanpa dosa.
"Ini sangat sakit,BOD*H" Umpat Bram kesal.
"Dasar lemah" Cibir Leon,menyeringai tipis.
"Leon,apa sudah selesai?" Tanya Ferdi yang sudah selesai membersihkan diri dan mengganti pakaian dengan gaya Casual. Ia menghampiri Leon yang berdiri tak jauh dari kursi yang duduki Bram.
Hot GrandPa π₯π₯π₯
"Wohoo,kau sangat tampan Opa" Goda Leon sedikit terkekeh saat melihat penampilan Ferdi.
"Lalu kau kapan Leon ?" Tanya Ferdi membuat Leon bungkam dan menaikan kedua bahunya. Ferdi hanya mengehela nafas panjang.
"Jika sudah selesai,lepaskan dia" Ucap Ferdi membuat orang yangada disana tercengang. "Tapi awasi dia 24 jam penuh,jangan sampai lengah dan kau Bram bisa kembali ke aktivitasmu dan jangan lupa kerjakan tugasmu,pantau apa saja yang Bastian kerjakan dan laporkan kepadaku,jika kau berani berhianat, NGEK habis kau di tangan ku" Ucap Ferdi penuh ancaman.
Bram menelan Salivanya dengan susah payah,kini dirinya berada di antara mulut singa dan juga harimau.
Habislah Aku. Batin Bram,meratapi nasibnya.
"Baik,Tuan" Ucap Bram pasrah.
"Sudah waktunya pulang Leon,jika telat sedikit ibumu itu akan mengomel tiada henti" Ucap Ferdi melangkah kan kakinya keluar dari markas tersebut.
"Iya,Ibu memang sangat cerewet" gumam Leon tapi masih di dengar Ferdi.
Ferdi menghentikan langkahnya dan menatap tajam Leon.
__ADS_1
"Beraninya kau mengatai Istriku !" Sentak Ferdi sudah siap ingin memukul Leon.
"Ah,tidak maksudku,Walaupun Ibu cerewet tapi sangat baik dan berhati lembut" Ralat Leon.
Sensitif sekali sih. batin Leon di dalam hati.
"Aku masih mendengarnya Leon" Hardik Ferdi,kemudian melanjutkan langkahnya dan menuju mobil mewahnya. Disana sudah ada bodyguard yang siap memukakan pintu.
"Apa? Aku tidak mengatakan apa pun?" Ucap Leon membela diri,saat sudah di dalam mobil.
"Kau,pikir aku bodoh?" memukul kepala Leon.
"Ayah ,sakit !" Ucap Leon seraya mengusap kepalanya.
"Panggil aku dengan sebutan itu terus Leon" Pinta Ferdi dengan nada memohon. Sudah berulang kali Ferdi meminta Leon untuk memanggilnya dengan sebutan papa atau ayah tapi Leon masih enggan.
"Maaf" Ucap Leon.
"Kalian aku besarkan bersama,dan kau juga anakku jadi tidak perlu sungkan dengan adik mu" Jelas Ferdi.
Ya,benar. Dia memang dibesarkan bersama dengan Citra,tapi statusnya yang hanya anak adopsi membuatnya tahu diri dan membatasi dirinya.
Waktu kecil dia sering bertengkar dengan Citra karena berebut Ferdi. Ingatan itu masih ada di benaknya sampai sekarang.
"Dia papaku Leon bukan papa kamu" Teriak Gadis kecil berumur 6 Tahun.
"Kamu itu cuma anak pungut,jadi harus tahu diri kamu !"
"Tapi Papa juga papa ku" Lirih Leon kecil.
"Bukan,aku nggak rela berbagi dengan anak pungut seperti kamu" . Ucapan Citra kala itu sangat pedas dan menyakiti hati Leon kecil dan terbawa hingga dia dewasa.
"Kau,memikirkan sesuatu?" Tanya Ferdi saat melihat Leon melamun.
"Tidak".
"Lupakan ucapan Citra waktu itu. Gadis itu sekarang sudah berubah dan lebih dewasa" Pinta Ferdi,Leon hanya menanggapinya dengan senyuman.
"Jangan tunjukan sisi lemahmu ini terhadap orang lain" Ucap Ferdi. "Kau adalah penerusku,jadi lah lelaki yang kuat dan tangguh".
__ADS_1
Leon didik sangat keras oleh Ferdi,hingga menjadikan Pria itu sangat dingin dan tak mudah tersentuh. Apa lagi urusan cinta sampai saat ini pun, pria itu masih jomblo abadi.
Jangan lupa dukungannya ya readers kuππ