
"Wah,lihat ada makhluk kecil di perut anda nyonya" Ucap Dokter itu.
"Apa ???" Pekik Encus. Ia terkejut dan apa kata dokter tadi ada makhluk kecil di dalam perutnya ?
"Sayang tenanglah" Bram mengusap punggung tangan istrinya dengan lembut.
"Selamat Tuan dan Nona di dalam perut Nona ada bayi kalian dan jika dilihat dari usianya sudah 4 minggu" Jelas Dokter,membuat Encus terisak.
"Loh kok ? Malah sedih ?" Heran Bram,bukankah istrinya sudah sangat menginginkan kehamilan ini.
"Aku bukan sedih tapi senang Mas,lihat badanku kecil dan aku juga masih kecil tapi aku bisa menghasilkan anak kecil,hiks hiks hiks" Dokter dan suster yang ada disana menahan tawa dengan apa yang dilontarkan oleh calon ibu muda itu.
Sedangkan Bram menepuk jidatnya sambil menghela nafas panjang,menyikapi ucapan konyol istrinya.
Tapi,jika dipikirkan kembali ucapaan istrinya itu ada benarnya juga. Pikir Bram.
Setelah memeriksakan kandungannya,Bram dan Encus pulang kerumah dengan perasaan bahagia.
Bram belajar dari pengalamannya,jika Siska dulu mengandung anaknya,ia tidak sebahagia ini malah justru sebaliknya.
Tapi kali ini dirinya sangat bahagia melebihi apapun.
"Pokoknya kamu enggak boleh ngerjain apa-apa kecuali makan dan tidur" Ucap Bram,saat mereka sudah sampai dirumah.
"Mas,aku ini hamil bukan sakit".
"Mau hamil atau enggak,sama saja ! Kamu sedang mengandung anak kita jadi kamu harus nurut sama aku" Jelas Bram,membuat Encus mendengus kesal.
"Terserahlah" Encus memanyunkan bibirnya.
"Sekarang,kamu mau apa sayang ?" tanya Bram,sambil mengusap pipi Encus dengan lembut.
__ADS_1
"Aku mau kamu aja disini nemenin aku" Ucap Encus dengan manja.
"Ya,tapi aku ada Metting penting sama Klien" Ucap Bram,membuat Encus cemberut.
Bram menyempatkan waktunya di sela kasibukakannya untuk menemani istrinya kedokter.
"Tapi aku maunya kamu aja mas" Rengek Encus,bahkan matanya sudah berkaca-kaca.
"Tapi aku udah telat sayang,nih udah jam 11 siang" Ucap Bram,memperlihatkan jam tangan mahalnya.
"Kamu udah enggak sayang aku ya?" rengek Encus.
"Huh,baiklah" Bram pasrah,kemudiaan ia mengambil ponselnya dan mengubungi Roi Asistennya.
"Sekarang apa ?" Tanya Bram,sambil melemparkan ponselnya asal diatas tempat tidur.
"Buka bajunya" Ucap Encus.
"Ih,aku mau cium badan kamu mas" Lagi-lagi Bram hanya bisa Pasrah seperti sapi di cunguk hidungnya,ia pun menurut dan membuka kemejanya.
"Sini mas,peluk" Ucap Encus manja.
Bram pun merebahkan diri di samping Encus dan menarik Encus dalam dekapannya.
"Aku suka bau mas,membuatku tidak mual" Ucap Encus.
"Benarkah ?" Encus mengangguk dalam pelukan Bram.
"Ya,makanya aku enggak mau jauh sama mas,aku takut mual mas dan itu sangat menyiksa" Ucap Encus.
Gadis itu belum terbiasa dengan keadaannya,maklum masih di bawah umur, jadi Bram lah yang harus banyak bersabar dan mengalah.
__ADS_1
"Oh,ya. Besok Ibu,bapak dan adik-adik akan kesini" Ucap Bram.
"Benar mas ? Aku udah kangen sama mereka" Ucap Encus,senang.
"Iya,aku memberitahu mereka tentang kehamilanmu" Ucap Bram,sambil mengecup puncuk kepala istrinya.
"Mas,aku ingin".
"Ingin apa ?"
"Ingin itu !" Encus memainkan jari-jarinya di dada Bram.
"Jangan nakal ya" Bram menyingkirkan tangan Encus.
"Tapi aku ingin mas,ingin ini" Rengek Encus.
"Sayang,kata dokter tidak boleh" Ucap Bram,mengingatkan pesan dokter jika mereka tidak boleh melakukan hubungan 'itu' dulu.
"Kan kata Dokter,Mbak Anita saja walau hamil dulu masih suka hubungan" Ucap Encus,membuat Bram terkejut.
"Jangan ngasal ! tahu dari mana kamu?" Tanya Bram.
"Ih,suara mereka terdengar sampai kamar ku mas,suaranya begini Ah uhh by lebih cepat By" Encus menirukan suara setan yang pernah ia dengar dulu.
"Allahhu akbar,Aldo dan Anita benar-benar mesum !" Maki Bram dalam hati.
"Makanya ayo kita kikuk-kikuk".
Yah di gantung🤪
Ha ha haaa biar pada traveling 🤣🤣🤪🤪
__ADS_1
Jangan lupa like,vote dan hadiahnya ya 🌹🌹😘