Perawan Tua Meet Brondong Tajir

Perawan Tua Meet Brondong Tajir
Extra Part (SalKen)


__ADS_3

"Kamu cantik." Ucap Kenzie memuji istrinya, sambil mengusap pucuk kepala Salwa yang tidak berbalut hijab. Sungguh Ken sangat mengagumi kecantikan yang di miliki istrinya itu dengan wajah cantik alami, alis tebal tanpa di lukis, bibir mungil berwarna pink dan rambut panjang yang lebat dan hitam berkilau.


Keduanya kini sudah selesai membersihkan diri dan telah berganti pakaian dengan baju tidur Couple berwarna biru muda. Entah siapa yang menyiapkan piayama itu, tapi yang jelas membuat Kenzi kesal. Karena yang ia dengar jika malam pertama kebanyakan pengantin wanita akan memakai lingerie seksih.


"Terimakasih, Mas." Balas Salwa tersenyum malu, sambil menggigit bibir bawahnya, membuat Ken menjadi sangat gemas dan ingin segera menerkam istrinya itu.


"Boleh aku, meminta hak ku sekarang?" Tanya Ken, to the point dan tidak romanti sama sekali membuat Salwa tercengang.


"Apa? Sekarang?" Ucap Salwa tergugup, sambil meremat kedua tangannya yang dingin.


Apa harus secepat itu?


"Sayang, boleh tidak?" Ken terlihat tidak sabaran.


Salwa memejamkan matanya sejenak lalu menarik nafas dengan dalam dan menghembuskannya perlahan barulah ia menganggukan kepalanya bertanda setuju.


Melihat Salwa menyetujuinya, Ken pun berosak senang dalam hati.

__ADS_1


Ken menarik Salwa kedalam pelukkannya lalu membisikan doa sebelum memulai ritualnya, kemudian Ken mulai mencium kening, mata, hidung, pipi dan terakhir bibir ranum berwarna pink itu dengan lembut. Keduanya masih pemula dan belum ada pengalaman sama sekali, tapi mereka melakukannya dengan mengikuti nalurinya masing-masing.


"Mas, tunggu!" Salwa menahan tangan Ken yang akan membuka penutup terakhirnya.


"Kenapa?"


"Sepertinya tidak bisa sekarang." Jawab Salwa, lalu beranjak dari tempat tidurnya dan benar saja ada sedikit noda merah yang menempel di sprei berwarna putih itu.


"Sayang, kamu—" Kezie tercengang saat melihat noda merah tersebut.


"Maaf mas." Kemudian Salwa berlari kekamar mandi dengan kondisi tubuhnya yang sudah setengah polos.


"Maaf ya, Mas." Ucap Salwa lagi kepada Kenzie.


"Iya, tidak apa-apa." Jawab Ken, memaksa untuk tersenyum padahal didalam hati, ia mengumpat kesal karena malam pertamanya harus tertunda karena si merah datang tak diundang dan pulang tak diantar.


"Aku jadi merasa tidak enak." Ucap Salwa, lalu merebahkan dirinya di samping Ken. Walaupun keduanya masih canggung dan terasa asing tapi keduanya sudah berkomitmen untuk sehidup semati, bukan?. Jadi tidak ada salahnya jika Salwa ingin menyerahkan dirinya dan kesuciannya untuk suaminya.

__ADS_1


"Sudah jangan di pikirkan." Ucap Ken, lalu memeluk tubuh Salwa dari samping. Kondisi keduanya sudah mengenakan pakaian lengkap lagi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Basah!" Ledek Encus, saat melihat rambut Ken basah. Ken hanya tersenyum getir saat di ledek seperti itu oleh ibu mertuanya.


Saat ini mereka tengah berada di ruang makan untuk sarapan bersama.


"Bunda apaan sih." Celetuk Salwa, sambil melirik suaminya dari samping, ia masih merasa tidak enak dengan Kenzie.


"Tidak usah malu, Bunda dulu juga seperti itu dan lebih parahnya lagi dulu Bunda masih sekolah." Jelas Encus tanpa malu.


"Bunda!" Kesal Bram, yang sejak tadi diam saja pun langsung angkat bicara.


Ken yang menjadi pendengar hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Kenzie: "Tega kau, Thor!"

__ADS_1


Othor: 🤪🤪


__ADS_2