Perawan Tua Meet Brondong Tajir

Perawan Tua Meet Brondong Tajir
Mimpi Encus


__ADS_3

"I iya sayang," Bram mematikan rokoknya di asbak dan segera memasuki kamar. Tapi sebelum itu,Bram menghapus air matanya dan mengambil nafas sebanyak-banyak nya karena dadanya masih terasa sesak.


"Mas,merokok lagi ?" Tanya Encus.


"Iya,maaf sayang. Mas mau gosok gigi dan ganti baju" Ucap Bram,kemudian ia menuju kamar mandi untuk menggosok gigi karena ia tak ingin bau asap rokok yang menempel di tubuhnya di hirup oleh istri dan anaknya.


Setelah menggosok gigi dan berganti pakaian,Bram menghampiri istrinya.


"Kenapa bangun ?" Tanya Bram,sambil merebahkam dirinya di samping istrinya.


"Tadi aku bermimpi mas" Ucap Encus,memiringkan tubuhnya dan mengelus rahang Bram yang di tumbuhi bulu-bulu kasar.


"Mimpi ?" Encus mengangguk.


"Tadi aku bermimpi,aku,kamu dan anak kita sedang berada di taman bunga yang sangat indah,tapi aku tidak bisa menjangkau kalian,padahal jarak kita sangat dekat tapi terasa begitu jauh. Putri kita sangat cantik dan wajahnya persis seperti dirimu,mempunyai mata sipit dan hidung yang mancung. Mas,apakah itu bertanda jika aku akan--".


"Sstttt,jangan di teruskan" Bram merengkuh tubuh istrinya dan memeluknya dengan sangat erat. Bahkan ia berusaha untuk tidak menangis dan terlihat lemah di depan istrinya.


"Mas,sebenarnya aku kenapa ? Aku rasa perutku bermasalah rasa sakit hilang dan timbul begitu saja,bukan hanya saat kita selesai berhubungan" Tanya Encus penasaran.


"Kamu tidak sakit,sayang. Kau sendiri dengar sendiri penjelasan dokter waktu itu" Ucap Bram.


Selalu itu yang di ucapkan Bram demi ketenangan istrinya.


"Tapi,sepertinya dokter itu sal-"


"Ssstt,tidurlah" Bram mengusap-usap kepala Encus yang masih berbalut hijam dengan lembut.

__ADS_1


Merasa nyaman dan hangat itu yang dirasakan Encus ketika dalam dekapan suaminya. Dan tak butuh waktu lama pasangan itu terlelap bersama.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pagi hari telah tiba,Encus sudah bangun terlebih dulu.


"Pagi Nyonya kecil" sapa Bi Yam,ketika melihat Nyonya kecilnya menuruni tangga.


"Pagi Bi" Encus tersenyum manis.


"Bi,hari ini apa aku boleh memasak ?" Tanya Encus pada Bi Yam.


"Maaf,Nyonya saya tidak berani mengijinkan" Jawab Bi Yam.


"Tapi,aku ingin memasak untuk suamiku,Bi " rengek Encus.


"Sayang !" Panggil Bram dari anak tangga.


"Kamu tidak boleh melalukan apa pun" Bram menghampiri Encus kemudian menggendong tubuh mungilnya.


"Akhhh" Pekik Encus,ketika tubuhnya di gendong Oleh Bram.


"Tapi,aku ingin melayani mu mas" Lirih Encus.


"Aku tidak butuh di layani sayang. Aku hanya ingin kau tidak melakukan apapun,cukup diam dan duduk manis disini" Ucap Bram,kemudian merebahkan istrinya diatas tempat tidur.


"Tapi aku tidak sakit mas ! aku hanya hamil dan akan bosan jika aku harus tiduran terus sini" Protes Encus.

__ADS_1


"Menurutlah sayang,ini semua demi kebaikanmu dan baby kita" Ucap Bram,mengelus lembut pipi istriya.


"Tapi,aku bosan" Rengek Encus.


"Baiklah nanti agak siang aku akan mengajak mu untuk berjalan-jalan" Ucap Bram tersenyum.


"Ke Taman hiburan boleh ?" Tanya Encus dengan antusias.


Bram berpikir sejenak,kemudian menganggukkan kepalanya.


"Yeii,Terimakasih Mas" Encus langsung duduk dan menciumi seluruh wajah suaminya.


"Apa pun untuk mu sayang,tapi jangan melakukan pekejaan yang membuatmu kelelahan" Pinta Bram dengan lembut dan di angguki Encus.


"Ayo tidur lagi".


Bersambung


Dukung terus Othor ya genks 😘 Mungkin setelah Bab ini alurnya sedikit maraton ya.


Next episode


"Kami hanya bisa menyelamatkan salah satunya saja,Tuan".


"Selamatkan Anak dan Istri saya ! Kau Dokter bukan ?! Jadi saya mohon selamatkan Mereka" Bram menangis meraung dan bersujud di bawah kaki Dokter itu.


😭😭😭😭😭

__ADS_1


Nyesek gaes.


"


__ADS_2