
"Oh,begitu ya ? Ayo kita buktikan si pria tua ini akan membuatmu lemas dia atas ranjang kenikmatan" Ucap Ferdi, kemudian memanggul Diana seperti karung beras menuju kamar utama.
"Hei,Ferdi turunkan aku" Pekik Diana.
Ferdi menghempaskan Tubuh Diana diatas tempat tidur dengan kasar.
"Auhhh,kau mau membuat tulangku patah Ya !" Pekik Diana,mengelus pinggangnya.
"Sorry sayang. Apakah masih sakit?" Tanya Ferdi,sambil mengecupi pinggang Diana.
"Hentikan Fer" Diana menggigit bibirnya kala tangan Ferdi menjalar kemana-mana.
"Tidak akan ! "Jawab Ferdi,segera melucuti pakaian Diana dan pakaiannya sendiri.
Inilah yang membuat Diana merinding dan juga takut karena Senjata Ferdi sangatlah besar dan panjang,jika dibandingkan dengan ukuran mendiang suaminya dulu.
Bahkan Ferdi saat melakukannya pertama kali membuatnya kesakitan dan hingga mengalami robek di ujung kem****nya.
"Tenang saja,aku akan melakukannya dengan perlahan" Ucap Ferdi,seakan tahu dengan ketakutan yang istrinya rasakan.
Ferdi mulai memposisikan diri di celah paha istrinya. Lalu mengarahkan senjatanya ke goa yang lembab itu.
"Sakit" Rintih Diana saat senjata itu mulai melesak masuk. Bahkan Diana sampai mencengkram Sprei dibawahnya sampai robek saat meraskan senjata besar itu berusaha menerobos masuk ke dalam intinya.
"Ouhhh" Desah Ferdi saat senjatanya sudah tertanam sempurna. "Kau memang sangat luar biasa,sayang" puji Ferdi mulai memompa tak lupa Ferdi memainkan dua benda yang bergoyang di depan matanya. Bahkan ia tak segan untuk menyusu seperti bayi.
Baginya menikahi Diana sama persis menikahi perawan,karena milik Diana sangat sempit dan mengigit berbeda dengan para wanita yang pernah ia tiduri yang rasanya sudah longgar.
Terkadang Ferdi bertanya-tanya,kenapa milik Diana bisa seenak ini ? Padahal sudah pernah menikah bahkan melahirkan seorang anak. Apakah operasi keper*****n kah?
Tentu saja jawabannya tidak ! Karena dari dulu Diana selalu merawat bagian inti nya,rajin olah raga,senam kegel dan juga pola makan hidup yang sehat. Maka dari itu walaupun Diana sudah berumur 50 tahun lebih tapi tubuhnya masih padat dan kulitnya masih terlihat kencang apalagi wajahnya juga masih terlihat sangat cantik dan muda.
"Ah Fer,lebih cepat" Pinta Diana di bawah kungkungan Ferdi.
"As you wish,sayang" Kemudian Ferdi menaikan tempo permainannya,rasa sakit yang dirasakan Diana kini tergantikan rasa nikmat yang menjalar keseluruh tubuhnya.
"Ahhh,aku mau-"
"Bersama" Ucap Ferdi kemudian mencium bibir Diana dengan rakusnya.
"Ahhhhh" setelah beberapa saat keduanya mengerang panjang menandakan jika sudah mencapai puncak.
"Aku,belum selesai sayang,belum. Ini baru permulaan" Ucap Ferdi dan memulai memompa lagi karena senjatanya yang masih tertanam kini menegang lagi.
"Ah Fer,kau gila ! Ah terus" Racau Diana,sambil mencengkram punggung Ferdi dan menyisakan bekas cakaran panjang. Ferdi tidak memperdulikannya walau ia merasa perih di bagian punggungnya,Sebab tengah ia mengejar kenikmatan yang di berikan oleh Diana,istri tercintanya.
__ADS_1
Dan permainan panas pun berlanjut hingga menjelang subuh.
π·π·π·π·
Jika Ferdi tengah meneguk kenikmatan bersama istruminya,berbeda dengan Sanjaya yang harus rela tidur di luar karena sang istri tengah merajuk.
"Hah,nasib" Sambil memandang juniornya yang sudah siap tempur dan mengacak-acak rambutnya kesal.
"Mama cantik,kenapa tega banget sama aku".
"Salah sendiri kamu pulang telat" Jawab Rosma judes.
"Iya,maaf. Besok tidak akan mengulanginya lagi dan apa kamu enggak kasihan sama dia yang udah On loh dan siap tempur" Ucap Sanjaya sambil mengelus senjatanya di depan sang istri.
"Dasar mesum !! Sama guling saja sana ! " Rosma melemparkan guling ke Sanjaya kemudiian mendorong Sanjaya hingga keluar dari kamar.
Brak
Rosma membanting pintu dan mengunci pintunya dari dalam.
"Tega sekali" Gerutu Sanjaya melangkahkan kakinya menuju kamar Cucunya.
Didalam kamar Cucunya ada ranjang ukuran sedang cukup untuk tidur satu orang dewasa.
"Nasib,nasib nduwe bojo galak" gumam Sanjaya lalu merebahkan diri diatas tempat tidur.
"Hah dasar ! Bukankah aku sudah bilang untuk memasang peredam suara,dasar anak nakal" Gerutu Sanjaya kesal. "Membuatku ingin saja".
Kemudian Sanjaya berusaha memejamkan mata dan menutup kedua telinganya dengan guling tapi suara luknut itu semakin keras terdengar.
"Haiss,Sial sekali aku hari ini" Kemudian beranjak keluar kamar dan kali ini tujuannya adalah kamar tamu di lantai bawah.
"Ah,nyaman sekali" Ketika Sanjaya merebahkan dirinya di tempat tidur kamar tamu dan tak menunggu lama ia pun terlelap.
π·π·π·π·
Pagi hari Fardi bangun terlebih dahulu,ia sudah selesai mandi tapi hanya memakai boxer saja memperlihatkan tubuh kekarnya ditambah dada bidang nya di tumbuhi bulu-bulu halus yang warnanya sudah memutih itu semakin terlihat seksi dan menggoda diusianya yang sudah tidak muda lagi.
Ferdi merebahkan dirinya di samping sang istri yang masih terlelap. Ia mengusap halus pipi mulus sang istri.
"Euhhh" Diana menggeliat,kemudian menerjabkan kedua matanya.
"Pagi" Sapa Ferdi seraya tersenyum.
"Pagi juga Fer" Balas Diana " Auhh,tubuhku rasanya remuk" Gerutu Diana saat menggerakan tubuhnya terasa sakit.
__ADS_1
"Hari ini kamu di dalam kamar saja istrirahat".
"Tidak mau !" Jawab Diana cepat. Ia takut jika Suaminya itu minta nambah jatahnya.
Ferdi terkekeh "Bagaimana kekuatan ku ? Si pria tua ini masih bisa membuatmu lemas tak berdaya kan ?".
"Iya,iya kamu benar !" Ketus Diana. Membua Ferdi tersenyum puas.
"Aku harap usahaku tadi malam membuahkan hasil" ucap Ferdi.
"Kau ingin anak dari rahim ku?".
"Tentu saja" Jawab Ferdi.
"Tapi itu tidak mungkin terjadi Fer,aku sudah tua". Ucap Diana sendu,ia tak pernah berpikir jika Ferdi menginginkan anak darinya.
"Tapi kamu masih suburkan? " Diana mengangguk sebagai jawaban.
"Masih ada harapan walaupun itu tipis" Ucap Ferdi tersenyum kemudian mengecup kening Istrinya lembut.
"Bagaimana kalau kita Promil?" Usul Diana,karena ia ingin berusaha menjadi yang terbaik untuk Ferdi.
"Tentu saja,tapi sebelum itu kamu harus membersihkan dirimu dulu" Ucap Ferdi kemudian mengangkat tubuh polos sang istri.
Diana pasrah saat Ferdi memandikannya dan tentu saja Ferdi memanfaatkan kesempatan itu untuk menggempur istrinya lagi.
Lagi,lagi dan lagi Ferdi seolah tak puas dengan tubuhnya. Padahal usianya sudah 55 Tahun tapi masih sangat Hot.
Dan permainan dikamar mandi pun berlangsung selama satu jam. Dan Ferdi menggunakan mempraktekan berbagai gaya kepada istrinya. Membuat Diana kualahan dan encok pinggang.
"Ini semua karena kamu !" tidung Diana. "Aduh pinggangku sangat sakit" Keluh Diana.
"Maaf,sini mana yang sakit ?" Tanya Ferdi ingin menyentuh pinggang Diana tapi langsung di tepis.
"Jangan menyentuhku ! Bisa-bisa burung perkututmu itu bangun!".
"Hei,dia burung garuda ! Bukan burung perkutut !" Kesal Ferdi tidak terima karena senjatanya disamakan dengan burung perkutut yang kecil itu.
"Terserah lah !"
Maaf ya kalau kurang Hot hehee.
Jangan lupa kasih dukungannya ya readerku yang tersayang ππ.
Mampir juga ke novel othor yang lain
__ADS_1