
Setelah pulang sekolah Ken menuju perusahaannya bersama Kailan,mereka saat ini berada di dalam satu mobil.
Biasanya Kailan tidak pernah mau naik mobil,walaupun ia sudah mempunyai mobil sendiri tapi ia lebih suka mengendarai Mogenya untuk bersekolah ataupun berpergian.
"Tumben lo hari ini ngikutin gue terus?" Tanya Ken,tanpa menoleh karena saat ini dirinya tengah fokus menyetir.
"Gue itu adek yang baik,jadi enggak mungkin lah gw ngebiarin lo menderita sendirian." Jawab Kailan,membuat Ken tersenyum lalu mengacak rambut Kailan dengan tangan kirinya.
"Ck,berantakan rambut gue,Nyet!" Kesal Kailan,sambil merapikan rambutnya.
"Sok ganteng lo !"
"Yeh ! Emang gue ganteng dari orok." Ucap Kailan penuh percaya diri.
Ken hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. Tak berselang lama mereka sampai di Perusaahan ayah mereka yaitu SANJAYA GRUB.
Kedatang mereka mencuri perhatian para karyawati yang bekerja disana,karena ketampanan dua pria remaja itu membuat wanita manapun akan terhipnotis.
"Selamat siang,Tuan muda Ken dan Tuan Muda Kai." Sapa para karyawan yang berpasan dengan Ken dan Kailan.
Sampai diruangan sang Ayah,Ken dan Kailan mengetuk pintu terlebih dahulu,sampai terdengar sahutan dari dalam ruangan itu barulah mereka berdua berani membuka pintu dan masuk kedalam ruangan tersebut.
"Loh Rey ? Lo di sini juga?" Tanya Kailan,ketika melihat Reyhan ada di ruangan ayahnya.
Sedangkan Ken hanya menatap Rey dengan datar.
__ADS_1
"Yupz. Gue memang setiap pulang sekolah kesini." Jawab Reyhan.
"Reyhan juga belajar mengelola perusahaan Ferdian." Jawab Aldo.
"Kalian duduklah." Ucap Aldo mempersilahkan kedua putranya duduk di sofa yang ada di sana.
"Belajarnya sampai disini dulu,Rey. Dan ini semua materi yang harus kamu pelajari." Ucap Aldo sambil memberikan sebuah berkas ke Reyhan.
"Terimakasih,bang." Ucap Reyhan,menerima berkas itu lalu memasukan kedalam tasnya.
"Sama-sama,jika kau nanti tidak mengerti kau bisa bertanya ke pada Papa." Ucap Aldo lagi.
"Siap Bang." Jawab Reyhan,lalu beranjak dari duduknya.
"Gue duluan ya." Pamit Reyhan kepada kedua keponakannya tersebut.
"Kai untuk apa kamu kemari juga." Tanya Aldo kepada Kailan.
"Mau belajar juga seperti,Bang Ken." Jawab Kailan.
"Papa hanya menyuruh Ken bukan kamu ! Jadi sekarang pulang dan belajar yang benar bukankah kau ingin menjadi musisi terkenal." Ucap Aldo,sambil melirik Ken yang terlihat biasa saja.
"Tapi—" Kailan menatap saudaranya dengan sendu.
"Pulang Kai,aku tidak apa-apa." Jawab Ken,tanpa menoleh.
__ADS_1
"Pa,tapi aku ingin menjadi seorang pengusaha juga." Ucap Kailan,pada akhirnya.
"Kai !!"
"Tapi Bang?"
"Pulang !" Ucap Ken dengan tegas.
Aldo menyaksikan kedua putranya itu sambil menyilangkan kedua tangannya di dada.
"Kau tidak dengar yang di katakan abangmu Kai ? Atau kau ingin Papa menghukummu juga ?" Tanya Aldo dan menatap Kailan dengan tajam.
"Baik,Pa." Dengan terpaksa Kailan pun beranjak dari duduknya dan meninggalkan ruangan ayahnya dengan hati yang resah.
"Bukan maksud Papa ingin membeda-bedakan mu dengan adikmu—".
"Aku paham!" Potong Ken dengan cepat,membuat Aldo membuang nafasnya dengan kasar.
"Cepat berikan materi yang akan ku pelajari,karena Papa sudah membuang waktuku." Ucap Ken,menatap sang ayah dengan tenang.
"Papa harap dengan kamu memegang perusahaan,kau bisa menjadi pria yang lebih bertanggung jawab dalam segala hal termasuk menghargai wanita." Ucap Aldo,sambil membuka berkas yang ada di hadapannya.
"Pa,aku salah dan aku mengakuinya." Ucap Ken.
"Papa tahu tapi kata-katamu itu telah melukai banyak orang termasuk Salwa dan membuat gadis itu pergi dari negara ini." Ucap Aldo,tanpa menatap putranya.
__ADS_1
"Apa ?!".
Yuk ! Dukung terus othornya ya 😘