
Anita mendengus kesal saat melihat suaminya memakai pakaian kerjanya karena terlihat semakin gagah dan tampan.
"Sayang,kamu kenapa?" Tanya Aldo saat melihat Istrinya cemberut.
"Tidak" jawabnya ketus.
"Ayo sekarang pakaikan dasinya" Aldo memberikan dasi ke tangan Anita. Walaupun kesal Anita tetap melakukannya.
"Kau sangat menggemaskan jika cemberut begini" Godanya,membuat Anita mencebikkan bibirnya.
"Hei,ayo lah. Aku tidak tahu kesalahanku apa ?". Ucapnya sambil memeluk pinggang Anita yang tengah memasangkan dasi.
"Menunduklah sedikit" Keluh Anita,karena tingginya hanya sebatas ketiak Aldo.
"Dasar pendek"
"Aku tidak pendek,kau saja yang terlalu tinggi,dasar raksasa !" Gerutu Anita.
"Ayolah Yank,jangan marah-marah terus".
"Habisnya aku kesal !" Aldo mengernyitkan dahinya. Ia merasa tidak membuat kesalahan.
"Kau itu terlalu tampan Dengan pakaian itu ! "Ucap Anita ketus. Karena suaminya tidak peka sama sekali.
"Astaga" Aldo menepuk jidatnya kemudian tertawa terbahak,jadi karena dirinya terlalu tampan,istrinya itu menjadi kesal.
"Tidak,lucu tahu !" Anita semakin kesal.
"Kau marah karena aku terlalu tampan?" Tanya Aldo sela tertawanya. Anita mengangguk.
"Ya memang aku sudah tampan sejak masih di dalam kandungan" Ucap Aldo menyombongkan diri. "Dan ini adalah pakaian kerja ku,mana mungkin aku kekantor dengan celana jeans dan kaos", Ucap Aldo.
"Karena kamu akan menjadi pusat perhatian di kantor,apa lagi di sana wanitanya centil-centil dan suka cari perhatian" Ucap Anita,yang sudah hapal karyawan wanita di Perusahaan Sanjaya.
"Kamu cemburu?"
"Tidak,untuk apa aku cemburu!!!" Jawab Anita lantang. Padahal di dalam dadanya sudah terasa panas,membayangkan jika suaminya di goda oleh gadis-gadis centil di luar sana.
"Ughh,sakit sekali " Ucap Aldo sambil memegang dadanya seolah kesakitan.
"Ishh,lebay". Aldo terkekeh kemudian memeluk Anita.
"Dengarkan aku,Yank. Kamu adalah wanita tercantik dan wanita yang sangat aku cintai,walaupun diluaran sana ada yang lebih cantik tapi hanya kamu lah yang selalu ada di hati ku" Ucap Aldo seraya mencium pipi Anita yang semakin cuby.
"Gak usah gombal,buktinya dulu kamu berpaling bukan?" Cibir Anita.
"Hei,itu kisah lama sayang. Dan sekarang hanya kamu yang ada di hatiku dan yang aku cintai" Ucap Aldo kemudian mengecup bibir Anita dan ********** lembut.
"Eughhh" Anita mendorong dada Aldo saat ciuaman itu menjadi panas dan menuntut.
__ADS_1
"Kenapa dilepas? " Protes Aldo.
"Sudah siang nanti kamu telat"
"Aku tidak peduli karena aku Bosnya sekarang,jadi ayo kita lanjutkan" Aldo menggendong Anita dan meletakkannya di tempat tidur perlahan.
"Tapi ini masih pagi dan kita pasti sudah ditunggu sama papa dan mama".
"Aku tidak peduli" Ucap Aldo,tidak mau di bantah. Kemudian Aldo mulai menarik kain segitiga itu. Karena Anita hanya memakai daster dan kain segitiga saja jadi memudahkan dirinya untuk membuat polos sang istri.
Srek
Anita memejamkan matanya saat mendengar suara resleting celana Aldo diturunkan. Kini mereka sudah sama-sama polos seperti bayi.
Kali ini Anita tidak akan selamat dari terkaman Aldo.
"Aku akan membuat diri mu terbang,sayang. Aku sudah lama menunggu momen ini.
"Ughhh" Anita Menggigit bibirnya,saat lidah itu bersentuhan dengan benda kenyal di bawah sana.
Habislah Anita kali ini,sudah tidak ada celah untuk menolak keinginan Aldo.
Kemudian Aldo melanjutkan Aksinya,Anita menekan kepala Aldo di bawah sana,membuat Aldo kehabisan nafas.
"Aku tidak bisa bernafas" Ucap Aldo,mendongak menatap Anita dari sela kakinya dengan nafas terengah-engah.
"Apakah rasanya nikmat ? "
Pertanyaan macam apa itu?.
"I iya" Anita mengangguk malu.
"Aku akan memuaskan mu tapi nanti karena ini belum basah sayang" Ucap Aldo dengan suara yang berat terdengar sangat seksih di telinga Anita. Dan lidah dan tangan itu bergerak aktif dibawah sana,membuat Anita menggelepar seperti ikan yang terdampar.
"Uhhh,aku sam....pai.. Ahhh" Nafas Anita terengal dan tubuhnya lemas seketika saat pelepasan pertama.
"Aku baru akan memulainya,sayang. Bersiap lah ular sawah akan masuk ke sarangnya". Ucap Aldo memposisikan diri.
Blesss
"Ahhhh" Dessahan keduanya terdengar,saat Ular sawah itu berhasil masuk ke dalam sarang hingga ke bagian yang terdalam. Rasanya sungguh sangat nikmat dan Ah entahlah.
Author sendiri sangat sulit menjelaskannya karena rasanya begitu AH.π
Aldo melakukannya dengan sangat hati-hati dan lembut mengingat istrinya tengah hamil besar dan ia takut jika menyakiti anaknya.
"By,lebih cepat" Pinta Anita.
"Tidak sayang,nanti anak kita bisa terluka" Jawab Aldo.
__ADS_1
Anita sampai lupa jika dirinya tengah hamil besar,karena kenikmatan yang diciptakan oleh Aldo membuatnya lupa diri.
"Apa kamu operasi keperawanan,Yank?. Tanya Aldo,disela aktifitas panasnya.
"Tidak "Jawab Anita.
"Tapi kenapa,milikmu sangat sempit dan menggigit,seperti pertama kali kita melakukannya" Ucap Aldo, Ah rasanya lelaki perkasa itu enggan melepaskan penyatuannya.
"Mungkin Ah itu karena uhh sudah lama tidak di pakai" Jawab Anita terbata,karena Aldo terus menghujamnya.
π·π·π·π·
Didalam kamar atas sedang terjadi aktifitas panas di pagi hari sedang kan di ruang makan Sanjaya,Rosma,Ferdi dan Diana masih menunggu kedua pasangan itu untuk sarapan bersama.
"Kenapa mereka lama sekali" Ucap Sanjaya,sambil melirik jam tangan yang melingkar di tangan kirinya.
"Aku akan memanggilnya" Ucap Ferdi kemudian beranjak dari duduknya dan menuju kamar Anita dan Aldo.
Saat sudah sampai di depan kamar,Ferdi ingin mengetuk pintu tapi di urungkan saat mendengar suara aneh dari dalam kamar itu.
"Dasar pagi-pagi,sudah menunggang kuda saja"Gerutu Ferdi,kemudian kembali lagi menuju ruang makan.
"Mana Anita dan Aldo?" Tanya Diana,saat melihat Ferdi turun kembali.
"Lebih baik kita sarapan lebih dulu" Jawab Ferdi singkat,Lalu membalikan piring yang ada dihadapannya dan dengan sigap Diana mengisi piring Ferdi.
"Apa terjadi sesuatu dengan Anita,Fer?" Tanya Rosma penasaran.
"Tidak,ah maksud ku iya" Ucap Ferdi,membuat mereka bertanya-tanya.
"Kalau bicara itu yang jelas" Ucap Sanjaya.
"Ya, mereka sedang olahraga pagi" Balas Ferdi.
"Olah raga pagi ? Maksudmu senam hamil? " Tanya Rosma. "Kenapa Anita tidak memberitahu,kan kita bisa membimbing Anita,Ya kan Di?" Ucap Rosma lagi menatap Diana.
"Iya,benar. Seharusnya Anita dan Aldo memberitahu kita, Kan kita lebih berpengalaman" Diana menimpali.
Ferdi menggaruk pelipisnya,mana mungkin ia memberitahukan sebenarnya dan Sanjaya melihat gelagat Ferdi pun akhirnya tahu,apa yang di maksud olahraga pagi.
"Dan seharusnya Anita sarapan lebih dulu"Ucap Rosma lagi.
"Sudah-sudah tak perlu membahasnya lagi,ayo kita sarapan. Perutku sudah sangat lapar" Ucap Sanjaya.
Bisa-bisanya mereka ini. Gerutu Sanjaya dalam hati.
Bagaimana tidak? Mereka sudah menunggu lama sampai menahan lapar ,tapi yang dinanti malam tengah asik berpacu dan meneguk kenikmatan bersama.
Mampir ya ke lapak Doni dan Citra. Jangan lupa terus kasih dukungannya ya.
__ADS_1