Perawan Tua Meet Brondong Tajir

Perawan Tua Meet Brondong Tajir
Terlalu nikmat !


__ADS_3

"Makanya ayo kita kikuk-kikuk," Rengek Encus.


Mau menolak tapi mubazir,ya udah gas saja. Pikir Bram.๐Ÿ˜†


"Euhmmm" Encus melenguh saat Bram tiba-tiba mencium rakus bibirnya.


"Mas"


"Hem ?" Bram menatap Encus dengan mata terlihat sayu.


"Aku yang di atas" Encus segera membuka seluruh pakaiannya sendiri,membuat Bram jadi menelan ludahnya berulang kali.


Bram tak mau kalah,ia pun segera melucuti pakaiannya dan segera duduk bersandar di sandaran tempat tidur dengan posisi kaki di luruskan.


Sedangkan Encus sudah mulai merangkak naik keatas tubuh Bram.


"Kau yakin ?" Tanya Bram.


"Iya,mas. Udah ah jangan banyak tanya !" Encus segera memasukan tombak sakti itu kedalam inti tubuhnya perlahan.


"Eughhhh" Racau Encus,saat tombak sakti itu sudah masuk setengah.


"Ssshhhhh" Sedangkan Bram mendesis seperti ular ketika tombak saktinya terasa di jepit enak oleh kenikmatan istrinya.


"Ouhhhhh" Desaah keduanya saat tombak sakti itu tertanam sempurna di dalam sana.


"Bergerak perlahan sayang" Ucap Bram,sambil memegang pinggul Encus.


"Iya,mas. Seperti ini ?" Encus bergerak perlahan maju mundur.


"Ssshh,yah seperti itu" Bram menengadahkan kepalanya,menikmati pijatan enak di bawah sana.

__ADS_1


Encus memejam kan mata dan mulutnya sedikit terbuka,saat merasakan tombak sakti itu menyodok dari bawah.


Ya,Bram ikut bergerak di bawah sana.


Kedua tangan Bram tak tinggal diam,meremat apa yang bisa diremat,sedangkan Bibirnya mellumat bibir Encus dengan sangat rakus.


"Eummm".


"Auhhhh,milikmu enak sekali sayang".


"Mas aku ahhhhhh jangan digigit" Racau Encus saat Bram menggigit buah cerinya.


"Enak sekali,mereka bertambah besar jadi aku gemas" Jawab Bram,sambil memompa dari Bawah.


"Move" Bram membalik tubuh Encus,dan kini dirinya yang ada diatas istrinya.


"Ahh,mass Aku sam pai arghhhhh"


Terlalu nikmat !


"Arghhhhh" Keduanya mengerang bersama,saat mencapai pelepasan bersama.


"Terimakasih Sayang" Bram mengecup kening Encus,lalu menarik dirinya dan merebahkan dirinya disamping sang istri.


"Apa dia baik-baik saja ?" Tanya Bram.


"Anak kita kuat seperti papanya" Jawab Encus terseyum,lalu menenggelamkan wajahnya di dada bidang suaminya yang berbulu itu.


Jika Encus selalu menempel dengan Bram,berbeda dengan Anita yang selalu mual saat berdekatan dengan Aldo.


"By ! Sana ih. Kamu bau,Huekk" Anita segera kekamar mandi saat Aldo memeluknya.

__ADS_1


"Masa sih ? Kan aku baru selesai mandi" Aldo menciumi keteknya sendiri.


"By,kamu benaran bau ! Sana " Usi Anita saat Aldo mendekat ingin memijit tengkuknya.


"Sayang,kau tega sekali " Aldo terlihat sangat lesu karena sudah beberapa hari ini,Anita selalu menghindarinya bahkan Anita tidak mau tidur dengannya dan memilih tidur dengan Kenzie.


"Tapi,benar. Tubuhmu bau sekali" Rengek Anita.


Huek huek


Anita kembali memuntahkan isi perutnya lagi.


Aldo hanya menatap miris istrinya yang terlihat tersiksa,tapi ia tidak bisa berbuat apapun.


Sudah cukup 2 saja. Batin Aldo,ia tidak ingin istrinya hamil lagi setelah ini.


"Sayang,aku buatkan air jahe dulu biar perutmu hangat" Ucap Aldo,Anita hanya mengangguk sambil membasuh wajahnya dengan air.


"Hufftt" Aldo menghela nafas,saat sudah sampai di dapur.


"Yang sabar ya" Ucap Rosma terdengar mengolok putranya.


"Mah,sampai kapan ini ?" Keluh Aldo.


"Ya sampai istrimu melahirkan" Jawab Rosma membuat Aldo semakin lesu.


"Mungkin adiknya Kenzie ingih balas dendam dengan mu karena dulu kau pernah menyakiti ibunya" Ucap Rosma tersenyum licik.


"Benarkah ?" Tanya Aldo,dengan wajah yang semakin terlihat lesu.


Ingatannya kembali ke beberapa waktu yang lalu,saat ia menyakiti Anita dan membuat Anita pergi meninggalkannya.

__ADS_1


__ADS_2